Wednesday, February 02, 2000, 11:46:12 PM, budi wrote:

> Alasan tidak boleh menggunakan nama terkenal / geographical
> location ini adalah untuk melindungi publik dari salah persepsi.
> Misalnya: nama Bali adalah nama yang sudah terkenal.
> Tapi perlu diingat juga, bahwa landasan pemikiran yang digunakan
> adalah menyangkut produk.

Baklah saya dpt memahami kalo memang berkaitan dg produk. Masalahnya
kalo nama geografis bisa jadi memang komunitas tsb menginginkan nama
tsb sbg domainnya. Misalnya sebuah organisasi masyarakat Bali, apa dia
tetap tdk berhak memakai nama bali.or.id, lalu pake nama apa dong ?
Begitu juga Asosiasi Abang Becak Nasional apa tdk boleh memakai nama
.becak.or.id ? Padahal beli .becak.org nampaknya terlalu mahal.

Apa malah mungkin lebih bermasalah kalo tau2 ada pabrik becak yg
menggunakan domain .becak.co.id ?

Yg  saya tanyakan bukanlah berkaitan dg produk komersial atau service,
tapi  misalnya komunitas (bukankah yg saya contohkan domain .or.id ?).
Apakah tdk mungkin ditetapkan suatu mekanisme seleksi yg bisa menjamin
bahwa  seseorang  atau  kelompok tdk asal nyomot nama umum utk domain.
Artinya ada proses verifikasi bahwa si author memang benar2 relevan.

Saya  kira  mekanisme  tsb lebih bijaksana ketimbang asal tolak karena
bagaimanapun  masyarakat tetap membutuhkan. Jangan sampai karena IDNIC
terlalu strict maka domain umum tsb malah 'dibajak' orang lain yg bisa
jadi sangat tdk berhak. Misalnya dia daftar di Internic .bali.com atau
.bali.org,  orang  lain  justru  dg enaknya mencomot sedang orang Bali
sendiri nggak boleh make ...

> Coba saja daftarnya: anggur-whitehouse.com
> pasti nggak bermasalah. ;-)

Saya masih melihat permasalahan memang mungkin terjadi kalo itu
berkaitan dg produk namun saya juga berpikir bahwa bisa jadi lebih
baik kalo IDNIC bersikap seperti Internic, abaikan saja biarkan soal
hak cipta, paten dsb itu diselesaikan oleh lembaga yg lebih pas yaitu
pengadilan.

Jadi kayaknya pendapat saya ada dua :

1. Kalo IDNIC memang berniat ikut campur, ya berlakukan mekanisme
seleksi yg adil, tdk asal tolak hanya karena dianggap termasuk dlm
kriteria nama umum sedangkan batas kriterianya sendiri diperdebatkan

2. Kalo ingin lebih profesional ya serahkan saja urusan begini ke
lembaga yg lebih kompeten, pengadilan

Terima kasih penjelasannya, rasanya sudah lebih melek ttg IDNIC.

Best regards,
 MasTekeq                            mailto:[EMAIL PROTECTED]

"Namanya Paramitha Jumadi" (Exprit, 1988)


--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke