At 11:04 29/02/00 +0700, Irving wrote:
>>seperti yang ditanyakan kemarin tapi kayaknya belum di jawab:
>>
>>prosedur mbalikin nya gimana mas ?
>>
>
>Kalau diterangkan, sama aja dengan menjelaskan cara membajak domain.
Sebenernya sih info "prosedur mbajak domain" itu udah jadi info publik.
Masalahnya, mau jadi publik yg bertanggungjawab nggak?
Kalo nanti dari .ID sering ada komplain kecolongan domain padahal malingnya
dari ID sendiri kan jadi tidak kredibel.
Masak mau kayak credit card dan LC InDonesia yang sempet ditolak di mana2?
Kemudahan transaksi memang sebanding dgn besarnya resiko (mempermudah
pencurian/ penipuan/ penyalahgunaan).
Karena itu masyarakatnya kan yang kudu bisa dipercaya.
Harap maklum kalo merchant online shopping di sini masih perlu minta fax
fotokopi kartu kredit dan KTP.
Termasuk bayar domain ID kudu kirim bukti transfer dan pembayarnya perlu
faktur pajak.
Kalau mau transaksi apa2 makin mudah, selain sistemnya kudu secure,
masyarakatnya dong yg kudu kredibel dan bertanggungjawab.
Masalah hacker2an dan cracking2an, tidak dikasih tau di sini juga di Mangga
Dua banyak CD-nya.
Tapi kalau pada praktek mbajak2 account & domain - dari level iseng, irit
pengeluaran, sampai sengaja cari duit gampang (black mail), apa lama2 nggak
ada resiko yang menimpa semua masyarakat informasi Indonesia (jadi MII tuh
hehehe .....)?
Apa kudu kayak di jalanan sekarang, ada maling "digebukin" rame2?
Gimana ya caranya sama2 mendewasakan tanggungjawab "masyarakat informasi
Indonesia" ini?
Sulis'tp
>Lebih baik begini saja: domain apa yg mau diambil kembali, entar kita
>proses. Tapi harus dibuktikan dulu, bahwa emang domain itu Anda yg punya.
>
>- irving
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]