At 11:41 12/04/00 +0700, you wrote:
>Sebelumnya sorry nih kalau rada2x OOT.
>
>Ada yang punya data IP block masing2x negara di dunia nggak..
>ya paling tidak bisa ketahuan lah kira2x si IP x.x.x.x berasal dari mana
gitu..
>
>oom Johar.. punya nggak ?
>masa tukang internet nggak punya sih.. hehehehe.. :)
Hallo Mr. BIG,
Nggak terlalu keluar topic kok. Ini topik pada jaman dahulu kala.. :)
(iya nggak Kang Budi & Kang Maman?). IDNIC versi yang sekarang ada
memang ngurusin domain TLD-ID, tapi versi APJII sih pengertian IDNIC
adalah seperti NIC lainnya, yaitu juga ngurusin alokasi alamat IP
selain ngurus TLD-ID.
Soal IP berasal dari negara mana, harus dijelaskan bahwa tidak seperti
ccTLD (country code Top Level Domain) yang setiap negara diberikan dua
huruf terakhir untuk dikelola, untuk penomeran IP dibagi hanya tiga
bagian :
1. ARIN - Memberikan alokasi untuk kawasan Amerika (US, Brazil, Mexico)
2. RIPE - Memberikan alokasi untuk wilayah Eropa dan ASIA diluar Asia
Pacific. (Inggris, Perancis sampai Israel)
3. APNIC - Memberikan alokasi untuk Asia Pasifik dan Australia
(Jepang, Singapore, Indonesia, Australia)
Alokasi diberikan berdasarkan kebutuhan jaringan dan bukan letak Geografis.
Prinsip utama dalam pemberian alokasi adalah untuk mempermudah routing
trafik internet dan penghematan penggunaan IP itu sendiri.
Sebenarnya setiap negara bisa di-identifikasikan dengan cara :
1. Kalau negara itu mengembangkan NIC sendiri dan memberikan deposit ke
badan pengalokasian wilayahnya. Misalnya ISRAEL mendapatkan alokasi
dari RIPE untuk kemudian diberikan oleh NIC Israel sendiri ke ISP.
Hal ini juga dilakukan oleh KRNIC (Korea) dan JPNIC (Jepang).
2. Bila tidak bisa memberikan deposit (seperti Indonesia). APNIC memberikan
jalan untuk penomeran ulang setiap ISP atau badan yang mendapatkan
alokasi IP agar penomeran IP menjadi berurutan. Hal ini tidak memerlukan
pembiyaan terhadap APNIC, namun mungkin akan memusingkan para ISP.
Contohnya di Indonesia, Radnet menggunakan 202.154.x.x, AccessNet dengan
202.180.x.x, CBN 202.158.x.x, Indosat 202.155.x.x. Kita bisa mengusulkan
perubahan IP menjadi misalnya :
Radnet : 203.100.x.x
CBN : 203.101.x.x
Indosat : 203.102.x.x
Access : 203.103.x.x
dst.
Tapi untuk merubah seluruh jaringan yang sekarang ada di ISP mungkin
akan memerlukan waktu yang lama dan perencanaan yang matang.
Dengan pengertian itu maka cara yang digunakan sekarang untuk identifikasi
negara adalah bukan dengan melihat IP-nya, tapi melihat reverse-ns (.arpa)
dari IP tsb. dan mengambil ccTLD dari hasil reverse lookup tadi.
Untuk contoh statistik coba lihat di :
http://tukang.access.net.id/webalizer
Itu pake teknik reverse lookup tadi untuk menebak negara asal dari si
pengunjung.
- end
Live long and prosper ...
<-O-> Johar Alam <-*->
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]