At 07:02 21/06/00 +0700, Budi wrote:
>On 21 Jun 00, at 2:10, Sulistya Putra wrote:
>> Permisi, numpang usul...
>> Karena kemarin2 banyak pembahasan ttg pendanaan IDNIC, ...
>> Gimana kalo IDNIC (atau ID-NIC atau idnic - nama resminya kapital apa huruf
>> kecil sih?) dijadiin internic.net.id jadi perluas layanan untuk domain
>> registrar gTLD kayak .COM, .NET, .ORG, .EDU, .TO, .WS, .AM, .FM dsb....
>> Bukan bermaksud nyaingin swasta2 yg buka usaha domreg. Yah, fair
>> competition aja.....  Sukur2 sih bisa murah malah....
>
>Gak setuju. Sebab kerjaan sekarang saja sudah banyak.

Kalau mau buka sevis registrar gTLD mungkin sebaiknya memang sebagian besar
pekerjaan otorisasi perlu dialihkan ke "mesin".
Kecuali utk cTLD-ID yg memang perlu diotorisasi oleh staf yg berwenang.
Lagipula kalo mau dibikin internic.net.id itu kan perlu model konsorsium
juga... jadi mengembangkan organisasi baru juga.

>Juga nggak baik untuk saingan dengan swasta.
>Biarlah ini menjadi ladang para ISP, web hosting dan
>konsultan Internet lainya.

Tadinya sih maksudnya biar kayak di tempat Pak Budi dulu itu kan ada
internic.ca -nya Pak Hall yg jadi profit centre.
Tapi memang internic.ca itu swasta murni juga ya.... beda dgn Canadian
Internet Registration Authority (CIRA) yg kayak IDNIC di Indonesia dan
Canadian Association of Internet Providers (CAIP) yg kayak APJII.

Gimana ya biar di Indonesia ini organisasi nirlaba seperti basis akademis
bisa punya profit centre kayak Lycos Network dan Network Solution yang
swasta murni tapi shareholder-nya organisasi nirlaba kayak kampus gitu? 
Tentunya dalam konteks profesional, lho.... jadi bukan KKN gitu.... kecuali
kalo emang di sini demikian sulitnya utk pro shg tiap peluang birokrasi dan
regulasi dimanfaatkan utk vested interest yg sempit.
Bagus kan kalo basis akademis dan riset punya backup dana yg profesional,
kuat, dan berkesinambungan?

Bahkan sebetulnya cTLD-ID punya kesempatan bagus kalau mau berkembang sampe
go internasional kayak cTLD-TO punya Tonga..... mungkin banyak yg kurang
ngeh saja dengan potensi sakti cTLD-ID itu (ya biar ngeh masing2 saja,
deh...).
Tapi biarlah tetap disiplin dgn rule cTLD-ID skr ini. Jadi biar orang
sedunia pas waktunya "ngeh" nanti dan ngejar2 cTLD-ID pada masuk lewat
perusahaan lokal model PMA gitu. 
Bagus juga sih.....

>-- budi
>--

Wassalam,
Sulis'tp

--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke