Arrka Bratasena wrote:

> Saya juga setuju dengan penamaan warnet.id. Kalau war.net itu 
> orang yang tidak tahu bahwa itu Warung Internet (orang luar negeri)
> akan berpikiran salah katanya dari WAR dan NET, jaringan perang.

Wah, ini masukan bagus. Memang sih selama ini domain naming kita
masih pakai bahasa Inggris semua (ac,co,or,net,mil,go,web).
Gimana nih rekan yang punya warnet, apa mau cafe.net.id aja ? :-)

> Kalau misalnya domain war.net.id diserahkan kepada AWARI 
> (asosiasi warnet), kemudian mereka bebas mengembangkan bagaimana ? 
> Biar mereka jual/gratisin kepada pengembang warnet. IDNIC nggak 
> usah suse-suse ngurusi. Nggak usah setiap X.war.net.id punya 
> DNS sendiri. Biar semua warnet satu setup DNS, yang artinya 
> semua sub domain dari war.net.id.

Memang rencananya begitu. Tentang satu setup DNS, hati-hati
takutnya nanti dikangkangi oleh siapapun yang memegang primary
DNS tersebut, dipakai untuk menekan semua warnet untuk kepentingan
sepihak. Mestinya sih fleksibel saja.

> Mungkin pertanyaannya, kenapa kok war.net.id yang diserahkan 
> ke Awari, bukan yang warnet.id. Mungkin kalau yang warnet.id 
> diserahkan dan Awari nanti biaya 'ke atas'-nya mahal ? Kalau 
> cuma sub domain kan semua urusan Awari, dan Awari bisa jual 
> murah semurah-murahnya (dan harus).

Mungkin bisa dibaca proposalnya (barusan saya kirim lagi karena
banyak yang belum terima). Termasuk skema bayar-bayarannya.

Sanjaya
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke