Maaf nih, rupanya hal ini sudah tidak berlaku untuk BCA. Lippo masih.
Saking penasaran saya langsung tanya ke BCA, LIPPO, dan Niaga.
Di Lippo gratis, di BCA sejak Nov 1999 kena 3.000, dan Niaga 20 ribu.
Yah, begitulah.........
Rupanya kita harus menyiasati dengan cara lain, yaitu pakai ATM. Kelihatannya
BCA mengarahkan ke situ, menurut CS mereka, sehingga infrastruktur ATM-nya
mencapai utilitas yang tinggi.
Memang saat ini cara praktis ya pakai ATM namun sayangnya untuk transfer melalui
ATM agak repot bagi penerima, seperti APJII, karena tidak bisa dilacak
pengirimnya. Apalagi kalau jumlah kirimannya sama, 165.000 semua, lalu ada 10
orang kirim gimana bisa melacaknya siapa pengirimnya? Nggak bisa dipecahkan lho
masalah ini kecuali sudah seperti Telkom atau credit card di mana kita harus
memasukkan No.Pelanggan dan inilah yang dipakai sebagai identitas.
Bisa sih kalau APJII membuat deal dengan BCA tetapi apa memang
jumlah/frekuensinya sudah banyak?
Gede Buwana Mahartapa wrote:
>
> Masa sih pak Wartono...
>
> Kok pengalaman saya beda ya.
> Saya punya account BCA Yogyakarta.
> Saya tinggal di Jakarta, selalu deposit lewat BCA di jkt. Setiap deposit,
> walaupun saya bawa buku tabungannya selalu dapet charge Rp. 3000,-. Katanya
> transfer antar kota.
>
> Wassalam,
>
> -wawan
--
St. A. Wartono, mailto:[EMAIL PROTECTED]
(T) +62 21 570-8812, (F) +62 21 574-7911
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]