Hello Novizal,

Tuesday, August 28, 2001, 4:09:40 PM, you wrote:

N> Nah contoh kasus seperti diatas, pertanyaannya khan bisa berlanjut, seperti:
N> 1. kalo yang bertanggung jawab DNS hostingnya, tanggung jawabnya sampe dimana?

N> 2. terus walaupun IDNIC memang tidak bertanggung jawab terhadap
N> content dari suatu website,

Emang iyah dan tidak pada tempatnya kalo sampai ngurusi content, soal
content mah lebih tepat Internet Society yang mbahas.

N> tapi apabila ada penggunaan website untuk nama yang lain (baik
N> sengaja maupun tidak disengaja), khan IDNIC berwenang untuk
N> menanyakan hal tersebut dan kalo memang ternyata ada kesengajaan
N> IDNIC juga berwenang untuk membekukan domain tersebut.

Kalo itu sudah jelas ada dlm persyaratan pengajuan domain di IDNIC
tidak boleh mengajukan nama domain yang tidak punya hubungan dengan
kegiatan si pendaftar. Apalagi persyaratan untuk co.id yg sangat ketat
mungkin hanya bisa terjadi di or.id atau web.id yg relatif lebih bebas
Artinya kalo upaya penyelewengan ini dilakukan di awal registrasi,
saya kira sisdur IDNIC secara otomatis akan menolaknya. Misalnya anda
ajukan domain sapi.co.id padahal nama perusahaannya kambing.co.id.

Lain soal kalo penyelewengan terjadi setelahnya, misalnya anda daftar
domain kambing.co.id utk perusahaan PT KAMBING, di tengah jalan lantas
entah PT KAMBING tutup dan domain kambing dijual ke PT SAPI yg jadi
pesaingnya. Dalam hal ini IDNIC saya kira berhak ambil tindakan,
kecuali kalo PT KAMBING diakuisisi atau dibeli oleh PT SAPI, cuman
proses peralihan domain ini pun juga harus diberitahukan dan
dikonsultasikan ke IDNIC lebih dulu. Gak bisa main slonong.

N> saya  register  domain "jardineinsurance.co.id" terus sebagai staff
N> dijardine,  saya  diam-diam  menjual  domain  tersebut kepada pihak
N> ketiga  sehingga  websitenya di "corner" keperusahaan axa insurance
N> (misalnya lohh), lahh itu siapa yang mau tanggung jawab?

Ini mah kayak kasus mustika ratu ... yg tanggung jawab ya pelakunya,
si staff yg iseng tadi. Kedua, mungkin pihak pembelinya dong, kan udah
tau itu bukan haknya, kenapa diambil ? Kalau perkara begitu, misalnya
itu domain punya perusahaan yang sah apalagi ada paten atau punya merk
terdaftar, bisa menuntut menggunakan prosedur pidana / perdata biasa.

Keterlibatan IDNIC mungkin bisa disertakan di pengadilan sebagai saksi
ahli. IDNICnya sendiri selama proses pengadilan / sengketa, boleh dan
berhak membekukan domain tsb sampai pengadilan memutuskan kepastian
siapa yg berhak.

N> Oke deh mungkin sampe disini dulu, ada yang bisa kasih pencerahan??

Mudah2an menjadi cerah ... tapi rasanya Pak Budi bisa jawab lebih oke.
Saya mah cuman urun rembuk.

N> saya sependapat dengan bp. Pataka (ini nama untuk patakaid atau nama samaran
N> yachh .??)

Mmm, gimana yah, boleh dah panggil begitu ...

-- 
Best regards,
 PatakaID                            mailto:[EMAIL PROTECTED]


--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke