Menurut saya ada baiknya jika id-cctld nambah 1 lagi .name.id jadi
yang mau tahunan tetap pake .or.id, kalo mau yg once time pake
.name.id kalo ini kan lebih menunjukkan kepersonalan.


On Tue, 15 Feb 2005 00:10:13 +0700 (WIT), Sharif Dayan
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam sejahtera...
> 
> At 10:17 AM 2/14/05 +0700, ""Irving Hutagalung"" wrote:
> 
> >IDNIC sudah memberikan penjelasan mengenai biaya2 yg harus dikeluarkan.
> 
> Saya mengerti.
> 
> 
> >Pada
> >kenyataannya, toh anda sendiri bilang, anda bisa membayar. Jadi,
> >keberatannya atas dasar apa?
> 
> Ya, ini juga saya mengerti. Jadi, jawaban saya yang kemarin -yaitu YA- bisa
> saya lanjutkan.
> 
> Untuk mengadakan dan memelihara situs yang ada sekarang, bea yang harus saya
> sediakan adalah untuk mondok (hosting) dan -kalau akhirnya dijadikan- untuk
> iuran 'memegang' "domain". Situs tersebut dapat saya anjungkan (launched)
> setelah menunggu sekitar 5 tahunan, karena pendanaannya musti dialokasikan.
> 
> Semula saya menggunakan jasa layanan gratis yang ada di internet. Namun
> karena adanya keinginan pribadi untuk menegaskan aura kebangsaan dan
> kebanggaan pada negeri, maka saya mengusahakan agar ia mendapatkan .id,
> seperti yang kemudian terkabulkan.
> 
> Saya menyatakan bisa  membayar, namun dengan akibat ada pos lain pengeluaran
> saya yang musti dikorbankan. Jadi, saat ini saya mempertimbangkan apa di
> antara mereka yang paling layak dikorbankan, alias tidak memperoleh pendanaan.
> 
> 
> >Jadi, saya juga keberatan kalau OR.ID di beri
> >biaya yg lebih rendah daripada yg lain.
> 
> Saya hanya menyatakan keberatan dan siap menanggung akibat keberatan saya
> tersebut, sekiranya permintaan ini tidak dapat memenuhi ketentuan yang
> -akan- diberlakukan.
> 
> 
> >OR: buat orang "awam", menurut saya masih masuk di akal pembayaran 165 ribu
> >setahun. Silahkan sampaikan keberatan anda di forum ini, dengan alasan yg
> >jelas.
> 
> Saya memilih .id -dan .or-nya- karena rasa bangga sebagai warga Republik,
> walau dengan segala keterbatasan yang saya miliki. Apakah kemudian saya akan
> pindah -kembali- menggunakan jasa gratisan -karena saya tergolong kere-
> ataukah mengorbankan hal lain untuknya, atau mungkin 'membunuh'nya sama
> sekali, masih belum pasti.
> 
> 
> >Kalau memang menurut anda mekanisme pasar tidak cocok untuk "memajukan"
> >internet indonesia, silahkan buat yayasan, cari donatur, daftar sebagai
> >Registrar, dan bagikan domain secara gratis. Saya yakin IDNIC tidak akan
> >melarang.
> 
> Saya hanyalah orang sederhana yang ingin menyumbangkan sesuatu bagi sesama
> warga negara Republik, dengan sematan .id pada situs tersebut sebagai tanda
> kebanggaan menjadi bagian negeri ini.
> 
> Jadi, saya kembalikan semuanya pada Anda semua. Surat kabar TIMES pun
> akhirnya memilih mati, karena itu adalah sebuah pilihan.
> 
> 
> Sharif Dayan
> www.ksatrian.or.id
> 
> 


-- 
Salam,

Michael
www.michael.or.id

Kirim email ke