Dear mas Donny BU,

Pertama sekali saya tidak merasa ketakutan dengan media, akan tetapi dampak
media khan bersifat luas, sehingga apabila terjadi suatu kesalahan
peng-arti-an dalam suatu masalah yang di diskusikan dalam milis ini, maka
akan menimbulkan dampak yang tidak kecil.

Saya mengerti sekali bahwa milis ini untuk publik dan tidak menentang bila
masalah-masalah yang didiskusikan diangkat untuk diketahui oleh publik.
MEMANG PUBLIK BERHAK ATAS INFORMASI.  Tapi infomasi yang bagaimana?

Di dalam pemberitaan ke publik khan ada proses pengolahan data mentah
menjadi informasi.  Di dalam media khan juga ada tanggung jawab atas
informasi.

Pertama, di dalam milis saja sudah banyak salah interprestasi, lhaaa kalo
data mentah diinformasikan langsung ke publik, khan bisa jadi makin banyak
salah interprestasi.

Kedua, bila informasi dikutip langsung dari pernyataan salah satu "anggota"
milis yang nota bene dia belum tentu mau statementnya dikutip, lhaaa siapa
yang mau bertanggung jawab?  Apakah kita mau melanggar hak asasi seseorang
agar opininya tidak dikutip? apakah kita mau melanggar hak asasi orang lain?


Mungkin Mas Donny BU mau saja atau merasa terbuka dikutip statement-nya
didalam milis, ya sah-sah saja.  Tapi bayangkan kalau anda adalah orang yang
statementnya tidak mau dikutip........ bagaimanaa??? Benar sekali ada jalur
untuk orang yang merasa dirugikan dapat melakukan hak balas berupa surat
pembaca, meminta dimuat berita konfirmasi, menuntut media meminta maaf,
hingga menuntut ke pengadilan.  Walaupun telah diotentifikasikan header
pengirimnya, tetap saja itu merupakan pelanggaran atas hak orang lain.

Lalu secara logika, apakah media akan melakukan pelanggaran atas hak asasi
orang lain, menimbulkan kebingungan atas informasi yang mentah (bila memang
ada, dan kemungkinan besar pasti ada) atau malah menimbulkan
perpecah-belahan dikalangan masyarakat demi mewujudkan KEBEBASAN DAN
KEMERDEKAAN ATAS INFORMASI?

Nah jelas.... bahwa saya tidak ada ketakutan atas press atau media, tapi
saya memikirkan etika, aturan, hak-hak orang lain dan dampak dari
pemberitaan itu sendiri.  Oleh karena itu, dalam email saya tersebut juga
menganjurkan untuk mengutip dari wawancara saja, karena tentu saja
informasinya sudah matang dan bisa dipertanggungjawabkan.  Kalau hendak
mengajukan pengamatan, ya tidak perlu menggunakan kutipan, ajukan opini atas
pengamatan tersebut.

Kalau seandainya kita tidak mau dikekang atas arus penerimaan informasi,
maka PENDEWASAAN atas pemberitaan informasi juga harus ditingkatkan.  Dengan
pemberitaan yang lugas, akurat dan bertanggung jawab, maka kita bisa
mencapai masyarakat informasi yang sebenarnya.

Kalau mas Donny BU mau kecewa lagi dengan saya, itu juga sah-sah saja karena
kita masing-masing punya opini.  Yang jelas, prinsip menggunakan hak dengan
tidak merampas hak orang lain tetap harus dijunjung tinggi.

Untuk mas Adi Prasaja, hak untuk beropini yang saling bertentangan memang
tidak ada yang melarang, tetapi apakah "perang tanding" atas informasi/opini
akan membawa masyarakat ke arah yang lebih baik?  Memang benar masyarakat
sendiri yang akan menilai atas informasi tersebut, tetapi pertentangan yang
ditimbulkan akan menimbulkan kebingungan dan pecah belah atas informasi yang
ada, ditambah lagi dengan salah interprestasi atas informasi tersebut.
Apakah kita hendak "melempar batu sembunyi tangan?".

Maaf kalau tulisan saya ada yang menyinggung perasaan, tapi saya pikir
dimilis ini kita bisa berdiskusi dengan baik bila tidak semata-mata didasari
oleh emosi atau "ignorance".  Sekali lagi maaf untuk mas Donny BU dan
teman-teman lainnya.

Nah semoga atas alasan-alasan yang saya kemukakan bisa bermanfaat.


Novizal.



-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, March 27, 2001 4:46 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [idnic] Milis ini dipantau oleh media?



lho? era orde baru udah lewat kok masih takut ngomong? apa yang ditakutkan?
:)
apalagi media phobia khan itu jaman2 orde baru, paradigma lama :)

saya agak heran dengan ketakutan terhadap pers. itu khan paradigma yang
dibuat oleh pemerintah yang otoriter.
kenapa gak mengambil sisi positipnya?

contoh:

tkti tidak jadi dibubarkan, multimedia boleh dimasuki oleh investor asing
dan sk 2,4 ghz direvisi, bukankah itu salah satunya karena pemberitaan oleh
media dan lalu menjadi pembahasan bersama oleh publik? aduh saya terus
terang sedih baca e-mail saudara novizal, kok masih merasa takut dengan
media :(
apakah media itu isinya gossip? menimbulkan pertentangan? mengadu domba?
mudah2an kesedihan saya ini tidak mengkristal menjadi kekecewaan.
mudah2an para orang2 IT kita gak takut dengan media.

nb: kalau soal minta ijin, untuk statement yang memang dampaknya luas, tentu
diperlukan konfirmasi dengan pihak yang mengeluarkan statement. tapi kalau
minta ijin ke seluruh komunitas, repot bukan? :) kalau ada satu yang tidak
setuju bagaimana? ya di era keterbukaan ini, buat apa sih menutup-nutupi
informasi yang layakdan bermanfaat buat publik :)

mohon dikoreksi apabila saya salah.

-dbu-



----- Original Message -----
From: "Novizal" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, March 27, 2001 2:08 PM
Subject: RE: [idnic] Milis ini dipantau oleh media?


> Wah setahu saya milis ini untuk diskusi antar "anggota" milis, bukan untuk
> di press-release-kan.  Kalaupun ada press release mengenai masalah-masalah
> yang timbul, menurut saya sebaiknya didasarkan atas hasil wawancara saja.
> Etikanya khan (kalo nggak salah) setiap kutipan (baik langsung maupun
tidak
> langsung) harus atas ijin yang mengeluarkan "statement" khaaannn??
Artinya,
> kalo mao mengutip yaaaa.... minta ijin sama seluruh "anggota" milis ini.
> Lhaaa kalo diskusi milis ini di press release-kan, nanti setiap perdebatan
> kita bisa jadi bahan untuk media dong......... wah, akhirnya jadi nggak
ada
> yang berani ngomong dan milis ini bisa "melempem" sehingga tujuan untuk
> mendapatkan masukan jadi tidak terealisasi.
>
> Gimana rekan-rekan??
>
> -) Novizal


--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke