All,

> Melihat kondisi INDONESIA yang sekarang ini, saya kira memang kita belum
> siap untuk
> berdemokrasi yang terlalu terbuka (seperti AMERIKA style), masyarakat kita
> masih
> perlu banyak pendidikan untuk mengerti apa dan bagaimana DEMOKRASI itu
> sendiri.
> Saya termasuk salah satu-nya yang perlu tahu apa itu DEMOKRASI kalo
> DEMOKRASI itu
> sendiri akhirnya berakibat / menimbulkan ongkos yang mahal bagi sebagian
> besar masyarakat?

Untuk media seperti koran, majalah, TV dan sejenisnya, mungkin agak sulit
untuk dijadikan kendaraan "belajar demokrasi" karena akses mereka yang
langsung ke segmen masyarakat kita yang diatas kertas tergolong "belum siap"
berdemokrasi, yaitu kelas menengah-bawah.

Kalau Internet, kok saya melihatnya agak lain, walau saya tdk bisa tutup
mata pada selebaran yg di print dr web dan beredar di jalanan. Internet
relatif merupakan media kaum intelek. Dari mana lagi kita mau mulai belajar
demokrasi kalau bukan dari media yg penggunanya sebagian besar intektual
ini? Dari gedung DPR/MPR?

Saya tdk ingin terjebak pada diskusi politik di milis ini. Jadi balik ke
masalah dasar, apakah IDNIC musti menjaga "keteraturan" .id sedemikian
sehingga bisa seperti Deppen jaman Harmoko, atau akan diatur ultra-liberal
seperti TLD .com? Atau dicari titik tengahnya? (yang mana ya?)

Saya percaya bahwa keteraturan yang dicapai melalui kebebasan akan lebih
langgeng drpd yg dicapai melalui enforcement.

Demikian...


--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke