Hello Budi, Wednesday, September 4, 2002, 8:28:28 PM, you wrote:
BR> ya kalau nggak mau volunteer ya sudah lah. nggak usah pakai alasan BR> macam-macam lah. harus kita akui bahwa semangat volunteerism di BR> Indonesia ini sangat tipis. tak usah kita berpura-pura. kalo ini ditujukan pd saya pribadi (sebagai contoh), maka ini bukanlah suatu alasan atau kepura2an. lebih pada ekpresi kebingungan sebagian dr peserta milis ini, apa yg sebenarnya yg dimaui ? masukkan ? bantuan dll. tapi kenapa ditanggapi dg 'tdk semestinya'. itu hal yg aneh kan ? di satu sisi seakan ingin terbuka, di sisi lain sangat protektif. saya pribadi sebenarnya merasa cukup punya kapabilitas utk jadi admin .ac.id atau .web.id bahkan .or.id misalnya. toh sehari2 saya terlibat di komunitas tsb., on line setiap hari, sedikit banyak paham teknis. namun, ketika forum dibuka (utk .ac.id) semua yg maju mempunyai nada pertanyaan yg sama, apa yg hrs saya kerja kan ? dr mana memulai ? apa wewenang dst. itu tdk pernah terjawab. saya pun jadi ragu utk maju. lha gimana lagi, wong sama2 nggak ngertinya kok. kedua, bagaimana saya bisa ikut membantu apabila pemikiran & komentar2 saya sebelumnya kayaknya selalu mendapat tempat yg berseberangan, pada hal maksudnya bukan begitu, maunya konstruktif tapi sayangnya kemudian justru dibelokkan menjadi konfrontatif, spt sekarang ini. maka org spt saya otomatis akan ragu, bagaimana saya bisa bekerja sama dg beliau2 ini ? ada jurang pemikiran, apabila saya memaksa masuk dlm sistem IDNIC, bukannya malah 'ngrepoti' ? saya kira demikian pulalah dg teman2 lain di milis ini, mereka mundur sebelum tampil justru krn sadar ada perbedaan pandangan yg mendasar. BR> nah bagaimana caranya agar target terlaksana, pekerjaan beres, BR> get the job done, dengan kondisi seperti ini? pekerjaan yg mana ? kondisi yg bagaimana ? mohon maaf, selama saya ada di sini isinya lebih banyak keluh kesah, bukan penjelasan konkrit apa yg diinginkan sebenarnya. kalau saya salah tangkap, pasti bukan hanya kesalahan atau kebodohan saya saja, krn nyatanya org lain juga punya pertanyaan yg sama (banyak yg lewat japri). apa sih yg mau dibantu ? sederhana saja, bagaimana org mau membantu kalo bicara saja sdh lebih dulu di-kick ? padahal tentunya tdk ada yg tahu apa niat baiknya. BR> kalau orang tidak merasa perlu dengan idnic, tentunya tidak BR> berlangganan milis idnic. (buat apa?) sederhana saja, karena kita peduli. memangnya buat apa saya capek2 ngomong seperti ini ? lagipula milis ini 1/2 tertutup, kebanyakan org tahu & ikut krn pernah mendaftarkan domain & mendapat 'undangan'. pendek kata, milis IDNIC tdk sepopuler milis lain. apalagi rumornya di luar, milis ini sangat 'elitis & arogan'. jangan buru2 disalahpahami yah, ini sekedar informasi saja, kali aja nggak tahu kan. tentu tdk semuanya yg ada di luar berpendapat demikian. paling tdk, ini bisa jadi pemikiran, mengapa org sampai punya pendapat semacam itu di luar ? BR> orang yang punya kemampuan teknis pun belum tentu tertarik untuk BR> membantu. milis pau-mikro belum tentu berisi orang teknis yg BR> kompeten lho. ;-) (i know, because i started it.) begitulah pak budi, selalu demikian. fokus kita bukan pd milisnya, pau mikro hanya contoh, mengapa jadi itu yg diperdebatkan ? sering masalah jadi melebar krn pembelokan semacam ini. bisa jadi yg namanya contoh memang tdk 100 % tepat, tapi maksud utamanya seharusnya bisa ditangkap yaitu : sebarkanlah ajakan pd lingkungan yg tepat kalo teknis ya milis teknis, bisa milis mana saja, pak budi tentu lebih tahu. BR> kalau memang mau membantu ya membantu, nggak pakai bak-buk lagi. BR> get the job done. that's all. ok, sekali lagi, pekerjaan yg mana ? tdk ada yg menginginkan jibaku, kita justru ingin masalah2 terselesaikan. masalahnya, baru saja kita mulai bertanya, memberikan usul, masukan, kritikan, sudah 'dihajar' duluan. bagi sebagian org ini kan baru brainstorming utk lebih dapat menguasai 'jalan cerita', sehingga kalo konstruktif bisa menentukan apa yg selanjutnya bisa diperbuat. lha di sini ini belum pernah sampai kepada kesepakatan, rumusan, org sudah pada capek duluan. gimana sih, kita baru ngomong kok sdh kena perlakuan bak musuh dlm selimut ? maka tdk pernah menjadi konkrit, krn masalah jadi melebar kpd hal2 yg tdk substansial & tdk fokus. BR> sebagai contoh, pengelolaan web id-cert misalnya, langsung BR> ditangani oleh jim geovedi tanpa ba'bu' lagi. langsung jalan. BR> really appreciated. hebat, berarti si jim mempunyai 'jiwa' yg sama dg pengurus id-cert. kalo balik kepada masalah volunteer, ya silahkanlah pak budi mencari org2 macam si jim, pak budi lebih tahu. kalo mengharapkan org2 spt saya & teman2 lain di sini, tolonglah kami 'dimengertikan' dulu, biar paham dg 'jiwa' pengurus IDNIC. itu pun kalo memang masih menghendaki kami berperan di sini, apa benar memang dibutuhkan ? di sisi lain mengeluhkan kurangnya jiwa volunteer, di sisi lain ketika ada yg mulai tergerak utk masuk, justru dihadang ditengah, lucunya sih sering 'penghadangan' itu malah fokus pd masalah2 non substansial. BR> lah memang buktinya demikian. ngomong doang. apa saya harus BR> berkata lain? ini salah satunya, stigma. bagaimana pak budi bisa mengetahui apa yg sudah, sedang & akan dilakukan org lain, apalagi kalo itu masih berupa niat baik dlm hati ? namun buru2 sudah menyimpulkan semacam itu ? saya pribadi tdk pernah merasa selama ini ngomong doang, di komunitas lain saya cukup punya peran tanpa perlu diobral kemana2 bukan ? disini apa boleh buat, sejak th 1997 sampai saat ini posisi saya masih tetap jadi org bingung. demikian juga beberapa teman lain di sini. baru2 ini saja memberanikan diri utk ngomong, itupun susah payah juga utk menulis panjang lebar begini :) maunya berbuat lebih, tapi ndak tau bagaimana caranya. kita ingin bantu, tapi dibikin bingung. BR> yah mungkin memang volunteer untuk ngomong :-) he he he saya tetap tdk mengerti, krn menurut saya, siapapun yg ngomong tdk ada masalah, yg penting isinya apa, berguna tdk ? kalo ya, saya tentunya akan berterima kasih, krn ia sdh 'volunteer' meluangkan waktu, pikiran utk memberi perhatian pd masalah2 kita bersama. dan seringkali, org bisa mengeluarkan pemikiran brilian, namun tetap saja hrs org lain yg melakukannya spy terwujud. itu hal yg lumrah. apa kemudian, org yg melontarkan pemikiran itu kita sebut omdo ? nggak mau volunteer ? apa saya masih salah lagi menangkap cara berpikirnya pak budi & petinggi2 IDNIC lainnya ? BR> tidak sepakat. nah, ini salah satu lagi. saya sampai kehabisan kata2 ... BR> lihatlah diskusi ini. ketika kita bicara real work/get the job BR> done, maka menghilanglah orang-orang. saya tdk menghilang, demikian juga teman2 yg lain. barangkali saja mereka ini hanya ngeper atau sedang berpikir kembali. apakah sdh ada upaya introspeksi bg pak budi & pengurus lainnya, kenapa di milis ini terjadi hal2 semacam ini, sedang di milis2 lain tdk ? kadang ada teman yg berkata, ya sudahlah, kalo IDNIC maunya begitu, biar dikerjakan sendiri. tdk butuh kita2 kan ? toh, katanya butuh ada masukan ini itu, ketika disampaikan malah 'dipinteri' ... bagaimana dg komentar semacam itu pak budi ? (bukan saya loh yg ngomong). kadang di satu sisi, saya berpikir, bisa memahami posisi & sikap pak budi serta pengurus IDNIC, tapi kadangkala melihat sisi org2 yg punya niat baik & tdk kesampaian spt itu, sedih juga ... kapan mau maju ? BR> namun ketika kita bicara debat kusir macam ini, maka muncul lah BR> 'pahlawan-pahlawan' yang kemudian mengatasnamakan rakyat lah / BR> komunitas lah dengan bahasa yang berbunga-bunga. nah, pak budi juga sering menuduh mereka2 itu pahlawan kesiangan. ini sebenarnya ada apa ? apakah semacam apatisme ? saya kira tdk ada org yg cukup waras di sini & mengaku2 sbg pahlawan meskipun sdh berkarya sedemikian rupa utk komunitas. masing2 punya persepsi sendiri. kadangkala kita tdk tahu, seseorang punya akar yg kuat pd komunitasnya sehingga dia memang merasa pantas mewakilinya. tdk bisa itu kita nilai dr perspektif kita semata. itu hrs dihormati bukan ? sekecil apapun. BR> itu mah bukan cari volunteer. itu cari pegawai kali ya? he he he. menurut saya, volunteer & pegawai itu pengertiannya hanya berbeda pd faktor 'sukarela'nya saja. meskipun demikian tetap saja butuh 'arahan' yg jelas persis kayak pegawai. motif yg berbeda, tapi sisdur & jobnya sama persis. BR> if that's all what i can do, then by all means, i'll do it. yup, kalo bisanya memang sekedar cuap2 mengapa tdk ? toh itu lebih baik daripada cuman diem aja kan ? barangkalo memang kemampuannya di sana, itu sama sekali tdk lebih rendah kedudukannya dibanding mereka yg bekerja scr riil bukan ? kalo begitu cara menilainya, presiden itu lebih rendah dong dr pegawe balai RW ... BR> misalnya sekarang lagi diminta volunteer untuk ngurusi dokumen BR> epp over beep, atau prototype implementasinya, mereka hanya bilang BR> butuh volunteer. that's all. nggak ada kriteria, mekanisme baku, BR> atau apa lagi. baik, bagaimana misalnya bila saya saat ini ditujuk jadi admin .ac.id tanpa kriteria, mekanisme baku dll. apakah saya menjadi berhak penuh 'merombak .ac.id' ? kalo ini diiyakan jelas bakal runyam toh ? apalagi sdh jelas track recordnya selama ini banyak perbedaan pemikiran antara saya & pak budi sbg CCTLD ID. apakah bakal bisa bekerja selaras ? di situlah tetap diperlukan 'petunjuk, apa yg diinginkan utk dibantu & dikerjakan' shg org yg masuk merasa fit & proper dg pekerjaan tsb satu jiwa & selera. kalo tdk bisa, bakal pincang ritme kerja IDNIC. banyak hal & persoalan saya kira dlm kondisi riil tentu berbeda dg apa yg pernah dilakukan & pengalaman pak budi rahardjo. kalo pak budi mau bicara ttg komunitas ini, tentu tdk bisa disamaratakan dg contoh2 pak budi sendiri. sekalipun pd akhirnya toh akan berpulang pd pribadi budi rahardjo sbg 'mandataris CCTLDID'. kadangkala krn start dr titik ini, maka banyak org menjadi tdk bisa bekerja sama. bukan dlm arti offensif thd pribadi budi rahardjo lho ya ... BR> saya memang memiliki karakter yang blak-blakan kalau di milis. BR> if it's not right, i'd say it so. ok, itu kita terima, apakah pak budi serta pengurus lain bisa juga toleran thd sikap blak2an ? saya org jawa timur, biasa blak2an, yg lain apakah juga bisa menerima ? jangan2 krn kurang hati2 dlm membuka diri, perdebatan jadi melebar semacam ini. masalahnya malah ditinggal BR> kadang-kadang ini menjadi bumerang karena kultur kita masih BR> belum cocok dengan karakter seperti ini. kadangkala memang masalah kultur, kadangkala juga masalah komunikasi, bahwa pendekatan yg dipakai seringkali tdk pas. BR> tapi apa boleh buat. i am what i am. i'll take the risk. daripada BR> saya pura-pura? :) memangnya org2 di sini pada berpura2 yah ? siapa sih ... BR> (mungkin kalau dianggap menggurui, ya biarlah. wong saya seorang BR> guru. kebetulan saya juga bisa dibilang guru, paling tdk di depan mahasiswa yg saya bina sejak dulu hehehe ... jadi sebagai penutup, pak budi ... yg kita harapkan hanyalah petunjuk yg lebih konkrit apa saja yg diperlukan utk dibantu. apabila kita tdk merasa cukup kompeten, mungkin bisa ikut mencarikan org2 yg dipandang mampu. utk itu mau tak mau hrs ada kriteria & paling tdk garis besar tugasnya. rinciannya bisa nanti saja ketika orangnya 'diajari' toh. demikian. -- Best regards, Aremania mailto:[EMAIL PROTECTED] _______________________________________________ Idnic mailing list [EMAIL PROTECTED] http://www.idnic.net.id/cgi-bin/mailman/listinfo/idnic

