Salam,
dear kawan-kawan..
Menarik sekali membaca berita yang diposting kawan kita dari IKBAL Korda Jakarta tersebut. Saya kira, disinilah perlunya kita menimbang kembali formalisasi syari'at Islam yang saat ini masih mejadi bincangan hangat di Indonesia. Saya khawatir usaha penerapan syari'at Islam yang dicoba-galakkan itu malah bakal terjebak dalam kubangan double crime, karena ada indikasi formalisasi syari'at tersebut justeru tidak memberikan maslahat sosial.
terimakasih
ikbal jakarta ciputat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
ikbal jakarta ciputat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
21.00Minggu, 10 September 2006 in meulabohmust-x Breaking NewsTerjadi tanggal 9 September 2006, tepatnya hari sabtu, di masjid Baiturrohman ada acara tes baca al-Quran bagi calon Gubernur NAD. Di masjid lain-lain pun ada yang sama pula, karena sesuai persyaratan yang ingin menjadi kepala daerah di Aceh, kebetulan beragama Islam, kudu melewati tes baca al-Quran. Bagi yang dapat nilai 50 ke bawah di anggap gak lulus dan gak bisa melaju sebagai calon sepertinya. Apalagi yang gak ikutan tes baca al-Quran, pencalonannnya dianggap gugur.Sesungguhnya ku tak rela hehehe salah, sesungguhnya aku pengen liat langsung tes baca al-Quran, live di Baiturrohman. Tapi karena ada tamu Kyai Husein dari Cirebon, akhirnya gue nungguin rumah dan cukup mendengarkan dari suara radio Baiturrohman FM. Hahahahahaha lucu and bikin geli, terdengar suara peserta pertama (kaya MTQ saja) bacanya blepotan. Gue inget gue waktu jaman eS eD dulu, baca al-Quran masih ingusan dan gak karuan. Tapi mereka pada Pe De semua. Kasiaaaan banget cucian....sepertinya syariat Islam di aceh gak jelas, kenapa musti di UU-kan ya. Oh ya inget-inget syariat Islam, gue baca di koran Serambi Indonesia (korannnya orang aceh, bisa buka juga di serambinews.com), kalau gak salah edisi 9 atau 10 September 2006 gitu deh, ada berita cewek yang boncengan motor ngakang kaya cowok (gak duduk nyamping) kena razia. Hahaha syariat yang mana lagi ya. Ini terjadi di Lhokseumawe dan yang ngaluin santri razia santri gitu. Di lhokseumawe pula kayanya, ada calon kepala daerah yang dianggap gugur pencalonannya karena gak ikutan tes baca al-Quran. Sebenarnya Ada PerlawananDaerah yang sering banyak nongol beritanya seputar syariat Islam adalah di daerah Bireun (tempat pertama kali pencabukan), kasus bule berkholwat pun ketangkapnya di daerah sini. Untung di Banda Aceh gak ketat banget. Syariat aceh sekarang masih Cuma sebatas khalwat, maisir, khomr kayanya, dan jilbab. Dan seperti biasa lagi-lagi hanya untuk wong cilik, itu berdasar polliing yayasan Keumala. Kalau wang cilik kena kasus syariat, gak lama satu minggi udah dieksekusi pencambukan, kasian ya. Sementara wong gede, hampir nih tiga bulan belum ada eksekusi. Ya biasa banding lagi banding lagi.Sebenarnya ada perlawanan sih yang gue liat tentang penerapana syariat Islam di NAD. Wong RTA (Robithoh Thaliban Aceh), ikatan seluruh santri Aceh, gak begitu setuju dengan syariat yang diterapkan sekarang. Konon katanya yang setuju adalah orang-orang Islam akademisi yang gak pernah nyantri sebelumnya, yang belajara dari terjemahan saja. Wong dari dulu kita nyantri saja sudah menjalankan syariat kok, tapi gak seperti yang diundangakan seperti ini penerapannya, dan apakah musti diudangkan? EntahlahSepanjang keliling Kota Banda Aceh pun, ku lihat inong-ingong aceh cakep-cakep hehehe plus mancung-mancung. Pakaian pun modis-modis, jilbab gaul-gaul, kalau sore ku lihat nongkrong di cafe-cafe pinggiran jalan, biasa aja. gue liat WH-nya (Wilayatul Hisbah; polisi syariat) jarang razia, entah takut atau entah gimana. Banda Aceh emang banyak pendatang jadi komplek penduduknya. Sama seperti sabang segala suku ada kayaknya, jadi WH pun mlempem.Dari cara pakaianpun gue kira ada perlawanan cara pandang tentang penerapan syariat di NAD ini. Namun mungkin belum ada yang berani nongol, entah kenapa? Pernah ada satu artikel saja di Serambi Indonesia, gile banyak banget yang ngritik. Entah lewat artikel lagi atau lewat surat pembaca.Tiga hari yang lalu pun gue jalan malam nongkrong di Baiturrohman, waktu itu bareng Kyai Husein. Maksud hati mau liat tradisi aceh pada saat malam nisfu Syaban. Tapi kayanya gak ada tradisi seperti itu di Aceh, biasa aja gak ada acara ngaji yasinan kaya di jawa. Adzan isya berkumandang, sepertinya biasa aja orang yang berjualan di sekitar masjid tetep jualan yang nongkrong ya nongkrong, kita pun cabut dari baiturrohman hehehe gak shalat isya dulu coz kebelet mo makan dulu. So, syariat islamnya kaya apa sih pake di uu-kan sgala. Mungkin ya kalau penerapannya mulai dari yang gede-gede dulu bisa bagus penerapannya. Seperti undang-undang syariat tentang hukuman cambuk bagi koruptor. Jangan dari yang kecil-kecil dulu (wong cilik), jangan niru kaya Aa Gym mulai dari yang kecil-kecil hehehe. Tapi mungkin penerapan syariat mulai dari kasus-kasus yang biasa dilakuin sama wong gede, pejabat koruptor misalnya, mungkin wong cilik pun bisa ngikutin syariat tuh nantinya. Syariat aceh mang gak terang........(gak philip sih ya).
Sumber : Koran Serambi, Kamis 27 Juli 2006 hal. 13 Indonesia Hasil Polling Yayasan KeumalaSyariat Islam Hanya untuk Masyarakat kecilLhoksuemawe- Pelaksanaan syariat islam diLhokseumawe, Aceh Utara, dan Kabupaten Bireuen, hanya menyentuh masyarakat kecil saja. Buktinya, razia jilbab yang dilakukan selama ini hanya dirasakan oleh perempuan yang mengendarai sepeda motor. Sedangkan mereka yang berada dalam mobil, meskipun berpakaian minim tidak tersentuh. Demikian antara lain hasil polling yang dilakukan Yayasan keumala, terhadap 1.800 responden di tiga wilayah tersebut. kota Direktur Ekskutif Yayasan Keumala, Dewi Kemalasari, dalam rilis yang diterima Serambi, selasa (25/7), menyatakan dari sejumlah responden sebanyak 572 menilai implementasi syariat Islam kurang maksimal dan hanya menyentuh masyarakat kecil saja.Namun,ujar Dewi, sekitar 488 responden menganggap pelaksanaan syariat Islam sangat baik dan selebihnya sekitar 395 menyatakan perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Lalu, sebanyak 299 responden menilai hal ini hanya formalitas saja.Menurut sebagian responden, ujar Dewi, penyebab utama pelanggaran qanun syariat Islam adalah karena kemiskinan, pendidikan agama, dan sosialisasi masih kurang, serta ada yang beranggapan bahwa perkebangan qanun tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Yang lebih mengagetkan, ujar Dewi, ada responden yang berpendapat Pemda tidak perlu mengatur kehidupan syariat individu seperti tata cara berpakaian, beribadah, dan hal lainnya. Dan hukum cambuk yang sudah dilakukan dinilai bukan pembinaan yang baik.Kesimpulan, katanya, masyarakat mendukung pemberlakuan syariat Islam tetapi dilakukan penyesuaian dan perbaikan sehingga tidak diskriminatif. Kemiskinan dan pendidikan agama yang minim sebagai penyebab terjadinya pelanggaran syariat Islam, pemerintah daerah tak perlu mengatur kehidupan syariat individu dan hukum badan bukan sistem pembinaan yang baik.Kesimpulan lainnya, performa petugas Wilayatul Hisbah (WH) masih perlu pembinaan dan penambahan tentang syariat Islam. Pemberlakuan qanun syariat Islam membatasi ruang perempuan dan pengesahan qanun korupsi dan pemberlakuan ekonomi syariat harus segera dilakukan untuk lebih menyentuh kepentingan rakyat banyak. (swa)
Get your email and more, right on the new Yahoo.com __._,_.___
Kunjungi Website Resmi Pondok Pesantren Al-Amien
http://www.al-amien.ac.id
Kunjungi website Qalam Online
http://www.qalam.or.id
Post Berita atau Artikel, Pasang Iklan Baris, Forum Diskusi de el el semuanya gratis.... Segera....
Kami butuh suntikan dana, kalau ada yang ingin beramal hubungi [EMAIL PROTECTED]
![]()
SPONSORED LINKS
Family vacation rental Family business Family vacations Family vacation resort Family vacation spots
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
- [IKBAL Al-Amien] doa untuk kesembuhan Sdr Moeslem M... Imam Wahyuddin
- [IKBAL Al-Amien] numpang.... ikbal jakarta ciputat
- Re: [IKBAL Al-Amien] numpang.... Falahuddin Nur Hidayat
- [IKBAL Al-Amien] Mentari Maghfirah... fath el wafi
- Re: [IKBAL Al-Amien] numpang.... ihda ihromi
- Re: [IKBAL Al-Amien] numpang.... ikbal jakarta ciputat
- Re: [IKBAL Al-Amien] numpang.... ihda ihromi
- Re: [IKBAL Al-Amien] nump... ihda ihromi
- Re: [IKBAL Al-Amien] ... ikbal jakarta ciputat
- Re: [IKBAL Al-Amien] ... ugly
- Re: [IKBAL Al-Amien] ... Kaji Dullah
- Re: [IKBAL Al-Amien] ... Dulla
- Re: [IKBAL Al-Amien] ... Kaji Dullah
Kirim email ke
