Satu Laptop Untuk Satu Anak    www.piskom.com

Meskipun teknologi telah berkembang pesat, ternyata masih banyak penduduk di dunia yang belum memiliki akses ke layanan telekomunikasi. Paling tidak, data dari International Telecommunications Union (ITU) cukup mewakili kondisi ini.
Menurut data ITU pada Mei 2004 dan Juni 2005, terdapat satu miliar orang di seluruh dunia yang tidak memiliki akses ke layanan telekomunikasi paling mendasar. Sedangkan 800 ribu komunitas tidak memiliki koneksi ke jaringan suara atau data global. Padahal, kekuatan teknologi komunikasi sangat berguna untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di dunia dan juga sebagai jembatan untuk mengatasi kesenjangan teknologi. Tak heran, jika banyak pihak terus mengembangkan teknologi dan juga membuka akses teknologi bagi masyarakat tersebut.
Seperti yang dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat One Laptop per Child (OCLP). Meskipun baru didirikan awal tahun ini, program OCLP cukup menarik perhatian perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi, salah satunya adalah Nortel.
OCLP akan mengembangkan laptop yang memiliki banyak fungsi dan terkoneksi sebagai perangkat belajar yang inovatif bagi anak-anak di seluruh dunia. Anak-anak yang hidup di negara-negara berkembang merupakan target utamanya. Dengan program ini diharapkan anak-anak dapat berinteraksi secara independen, menerima dan mengirim informasi terbaru melalui laptop yang dikembangkan tersebut.
Meskipun masih dalam tahap pengembangan, namun rencananya laptop tersebut akan dirancang dengan ukuran standar notebook sekolah. Kemampuan jaringan nirkabel built injuga akan menjadi salah satu fitur yang ada di perangkat tersebut. Fitur ini akan mendukung WiFi dan voice over Internet Protocol (VoIP). Tak hanya itu saja, laptop ini juga dapat digunakan sebagai komputer konvensional, buku elektronik, handheld game console hingga berfungsi sebagai televisi.
Pada tahap awal ini, OCLP sedang melakukan pendekatan kepada lembaga pemerintah di beberapa negara seperti Argentina, Nigeria, Brasil, Thailand, Cina, Mesir dan India. Lembaga pemerintah tersebut diharapkan kontribusinya untuk penyediaan laptop seharga 100 dolar AS melalui program percontohan di tiap negara. Nantinya, laptop ini akan menjadi miliki tiap anak yang dapat digunakan di dalam atau di luar lingkungan sekolah untuk belajar dan bermain. ''Tujuan OCLP adalah mengajak anak-anak untuk lebih terlibat dalam pendidikan secara aktif. Dengan menyediakan akses internet serta perangkatnya, setiap anak memiliki kesempatan untuk mempelajarinya.
Dengan melengkapi semua anak di sekolah dengan laptop, komunitas yang saling terhubung akan berkembang, ungkap Ketua OLPC, Negroponte. Sementara itu, President Caribbean & Amerika Latin dan Emerging Markets Solutions Nortel, Martha Bejar mengatakan program ini sesuai dengan komitmen Nortel dalam Connecting Community. Program ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas di bidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan di negara-negara berkembang.
Bantuan untuk program seperti OLPC, lanjutnya, dapat membantu menjawab tantangan terbesar di negara berkembang. ''Kami percaya bahwa teknologi broadband nirkabel akan menjadi jembatan untuk menghubungkan komunitas yang saat ini belum terhubung. Teknologi tersebut dikembangkan untuk mengatasi kesenjangan digital antara negara maju dan berkembang,'' papar Martha. Nortel merupakan perusahaan penyedia layanan komunikasi. Perusahaan ini memberikan solusi teknologi inovatif yang malampaui end-to-end broadband, VoIP, layanan multimedia dan aplikasi serta broadband nirkabel.


Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.

SPONSORED LINKS
Regional bgan Regional truck driving jobs Regional truck driving jobs
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Regional gift basket


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke