Salam,

http://www.harits-sulaiman.blogspot.com
Jalan yang Lurus
Dalam suarat Ali Imran:51, dijelaskan bahwa jalan lurus adalah menyembah Allah, 
artinya jika menyembah selain Allah maka ia berada pada jalan yang sesat. Allah 
berfirman: "Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhanmu maka sembahlah Dia, inilah 
jalan yang lurus". Ditegaskan lagi dalam surat yang sama:101: "Dan barang siapa 
yang berpegang teguh dengan (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi 
petunjuk kepada jalan yang lurus". Dalam surat Maryam:36, hakikat yang sama 
ditegaskan lagi:" Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah 
Dia oleh kamu sekalian, ini adalah jalan yang lurus". Tunjukkan kami jalan yang 
lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugrahkan nikmat kepada 
mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang 
sesat". (Al Fatihah:6-7) Ayat di atas yang selalu kita baca dalam salat adalah 
bagian dari surat Al-Fatihah. Dalam sehari minimal kita membacanya lima kali 
setiap permulaan rakaat sembahyang yang kita tegakkan. Didalamnya terkandung 
permohonan agar ditunjukkan jalan yang lurus.Dalam suarat Ali Imran:51, 
dijelaskan bahwa jalan lurus adalah menyembah Allah, artinya jika menyembah 
selain Allah maka ia berada pada jalan yang sesat. Allah berfirman: 
"Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhanmu maka sembahlah Dia, inilah jalan yang 
lurus". Ditegaskan lagi dalam surat yang sama:101: "Dan barang siapa yang 
berpegang teguh dengan (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi 
petunjuk kepada jalan yang lurus". Dalam surat Maryam:36, hakikat yang sama 
ditegaskan lagi:" Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah 
Dia oleh kamu sekalian, ini adalah jalan yang lurus". Tunjukkan kami jalan yang 
lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugrahkan nikmat kepada 
mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang 
sesat". (Al Fatihah:6-7) Ayat di atas yang selalu kita baca dalam salat adalah 
bagian dari surat Al-Fatihah. Dalam sehari minimal kita membacanya lima kali 
setiap permulaan rakaat sembahyang yang kita tegakkan. Didalamnya terkandung 
permohonan agar ditunjukkan jalan yang lurus. " Ihdinash shiraathal mustaqiim" 
demikian teks aslinya, suatu istilah yang selalu berulang dengan versi yang 
berbeda di berbagai tempat dalam Al-Qur'an. Dalam Al-Baqarah:142 Allah 
berfirman: "Katakan: Timur dan Barat kepunyaan Allah, Dia beri petunjuk kepada 
siapa yang dikehendakinya ke jalan yang lurus". Istilah yang sama juga 
disebutkan dalam Azzukhruf:64, Al Mulk:22 dan lain sebagainya. Para ahli tafsir 
menyebutkan bahwa bila suatu hal diulang berkali-kali dalam Al-Qur'an itu 
menunjukkan penting dan agungnya hal tersebut. Sudah barang tentu bahwa 
merambah jalan lurus adalah merupakan dambaan setiap insan. Hanya saja masih 
banyak dari manusia yang belum mengetahui atau pura-pura tidak tahu apa maksud 
dari jalan lurus ini? Secara sederhana –seperti yang diungkap Imam Tabari- 
jalan lurus adalah jalan yang jelas dan tidak berliku-liku. Jalan yang segera 
menghantarkan ke tempat tujuan. Surat Al-Fatihah sendiri menjawab: Jalan lurus 
yang dimaksud adalah: jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, 
itulah orang-orang yang bahagia, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan 
bukan pula orang-orang yang sesat. Rasulullah shollallaahu alaihi wasallam 
mengartikan orang yang dimurkai adalah kaum Yahudi, dan orang yang sesat adalah 
kaum Nasrani. (lihat, Ibn Katsir, Tafsirul Qur'anil azhiim, jild,I, hal5-54, 
Riyadh, 1998). Ibn Abi Hatim, seperti dinukil Ibn Katsir menyebutkan hasil 
penelitiannya yang mendalam bahwa tidak ada satupun ulama yang mengingkari 
penafsiran ini. Dan ini benar, sebab setiap kali para Nabi datang kepada mereka 
(baca:Yahudi) menunjukkan jalan yang lurus, mereka menolaknya. Mereka memilih 
jalan yang mereka sukai. Yang diharamkan mereka halalkan dan yang dihalalkan 
mereka tinggalkan. Tidak hanya itu, para nabi yang berusaha menunjukkan jalan 
lurus itu, malah mereka bunuh. Perhatikan surat Al-baqarah:61 berkisah 
begaimana kebejatan akhlak kaum Yahudi itu: "…Hal itu (terjadi) karena mereka 
mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh nabi-nabi tanpa kebenaran, yang 
demikian itu disebabkan mereka durhaka dan adalah mereka melalmpawi batas". 
Adapun kesesatan kaum Nasrani adalah karena ajaran agama Kristen yang ada 
sekarang –sebagaimana diakui sejarawan Barat sendiri- bukan agama yang asli, 
melainkan banyak di dalamnya karangan Jhon Paul. Sementara Jhon Paul sendiri 
adalah orang Yahudi. Dari sini nampak mengapa Rasulullah mengartikan 
adh-daalliin dengan orang Nasrani. Karena mereka secara fakta sejarah 
disesatkan oleh seorang Yahudi bernama Jhon Paul. (lihat misalnya: Hyam 
Maccoby, The Mythmaker Paul and Invention of Christianity,Gorge Weiden feld and 
Nicalson Limited London, 1986) Jelasnya, baik yang dimurkai Allah maupun orang 
yang sesat mereka dalam kategori Al-Qur'an –sebagimana ditegaskan surat 
Al-Fatihah- tidak berada dalam jalan yang lurus. Dalam suarat Ali Imran:51, 
dijelaskan bahwa jalan lurus adalah menyembah Allah, artinya jika menyembah 
selain Allah maka ia berada pada jalan yang sesat. Allah berfirman: 
"Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhanmu maka sembahlah Dia, inilah jalan yang 
lurus". Ditegaskan lagi dalam surat yang sama:101: "Dan barang siapa yang 
berpegang teguh dengan (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi 
petunjuk kepada jalan yang lurus". Dalam surat Maryam:36, hakikat yang sama 
ditegaskan lagi:" Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah 
Dia oleh kamu sekalian, ini adalah jalan yang lurus". Dalam surat Al An'am:39, 
disebutkan bahwa kebalikan dari jalan lurus adalah kesesatan. Artinya siapapun 
yang tidak mengikuti ajaran Allah ia pasti sesat: "Barangsiapa dikehendaki 
Allah (menjadi sesat) niscaya akan disesatkan-Nya, dan barangsiapa dikehendaki 
Allah untuk diberinya petunjuk niscaya Dia akan menjadikannya berada di atas 
jalan yang lurus". Di surat yang sama:161, ditegaskan bahwa agama Islam yang 
dibawa Rasulullah shollallaahu alaihi wasallam adalah agama yang sama dengan 
agama Nabi Ibrahim, dan inilah jalan yang lurus: "Katakanlah: sesungguhnya aku 
telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, yaitu agama yang benar; 
agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang 
musyrik". Para ulama yang mendalami ilmu munasabat (keterkaitan antar ayat dan 
antar surat-surat Al-Qur'an) banyak yang menafsirkan makna sirathal mustaqim 
dengan Al-Qur'an. Perhatikan – kata mereka – hubungan antara Al-Fatihal dan 
Albaqarah? Mengapa Surat Al-Baqarah langsung dimulai dengan ungkapan "dhalikal 
kutaabu laa raiba fiihi" (itulah kitan yang tiada keraguan di dalamny). Di sini 
seakan terkandung sebuah jawaban: yaitu ketika seorang hamba mohon 
"ihdinashshiraathal mustaqiim" (yaa Allah tunjukilah kami jalan yang lurus), 
Allah langsung mejawabnya : "dhalikal kutaabu laa raiba fiihi". Dengan 
pemahaman ini jalan lurus itu Al-Qur'an. Di dalamnya terdapat seluruh petunjuk 
kebenaran yang tidak akan pernah menyesatkan. Kebenaran yang menghantarkan 
pengikutnya menuju tujuan kebahagaiaan di dunia dan akhirat. Dalam surat 
AnNur:46 Allah berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan 
ayat-ayat(Al-Qur'an) yang menjelaskan (halal dan haram). Dan Allah memimpin 
siapa yang dikehendakiNya kepada jalan yang lurus". Di sini nampak dengan jelas 
bahwa jalan lurus itu Al-Qur'an. Siapa yang mengiktui Al-Qur'an maka ia berada 
pada jalan yang lurus dan siapa yang mengingkarinya atau mengingkari sebagian 
isinya maka ia tersesat. Sudah barang tentu bahwa dinatara ajaran Al-Qur'an 
mengikuti sunnah Raslullah. Dengan demikian pengertian jalan lurus di sini 
bukan semata mengikuti Al-Qur'an dengan meninggalkan As-Sunnnah seperti yang 
dilakukan "qur'aniyyuun". Melainkan keduanya: Al-Qur'an dan As Sunnah harus 
sama-sama ditegakkan. Dr. Amir Faishol Fath, dari www.pesantrenvirtual.com
http://www.harits-sulaiman.blogspot.com  

-~----------- The Greatest eMail Marketing Online ------------~-
FREE Online Mailing List Email Sender
http://mail.rahasiaupline.com
-~-------------------------------------------------------------~-




 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/iklan-mini/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/iklan-mini/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke