Banjir di Bandung Selatan Makin Meluap, Ribuan Siswa Diliburkan Tanggal Masuk: 21 February 2005 (27 menit yang lalu)
http://koranindonesia.com/detail.asp?cid=23735 BANDUNG--MIOL: Banjir Sungai Citarum yang terjadi di kawasan Dayeuhkolot dan Baleendah, Kabupaten Bandung semakin meluap, demikian dilaporkan Senin. Diperkirakan lebih dari 40 ribu warga di kedua kecamatan tersebut rumahnya terendam air dengan ketinggian berkisar 50 centimeter hingga 300 centimeter. Bahkan Satlak PBA Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung kesulitan untuk mendata rumah yang terendam banjir tersebut. Selain menggenang perumahan penduduk, banjir juga menggenang Markas dan Asrama Yon Zipur Dayeuhkolot. Bahkan air banjir juga sampai menggenang jalan utama Bandung-Dayeuhkolot-Banjaran setinggi 100 centimeter sehingga jalur tersebut praktis terputus sejak malam tadi. Selain itu ribuan siswa SD, SMP dan SMA terpaksa diliburkan karena sekolah mereka tergenang banjir atau jalannya yang terputus sehingga mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan ke sekolah atau ke tempat kerjanya masing-masing. Kendaraan yang hendak menuju Kota Bandung terjebak dan tidak bisa menembus jalan yang tergenang banjir tersebut. Kalaupun memaksakan mereka terpaksa harus mengambil jalan alternatif melalui Soreang - Margahayu atau Cibaduyut. Sementara itu arus pengungsi terus mengalir ke tempat-tempat yang lebih tinggi. Ratusan pengungsi dari Kelurahan Andir sudah ada yang menginap di Kantor Kecamatan Baleendah dan Kantor KNPI Kabupaten Bandung. Kami masih kesulitan menampung pengungsi karena kekurangan tenda dan juga sulit mngevakuasi mereka, Hari ini akan dibangun dapur umum, kata Camat Balendah Tery Rusidan, Senin. Ia menyebutkan, beberapa orang warganya terperangkap di atap rumah masing-masing sehingga harus dijemput dengan menggunakan perahu yang juga terbatas. Sementara itu di Kecamatan Dayeuhkolot ketinggian air paling parah terjadi di Kampung Bojongcitepus Desa Cangkuang Wetan yakni mencapai 400 centimeter sehingga merendam atap rumah penduduk di sana. Kami butuh bantuan perahu karet atau perahu lainnya untuk melakukan evakuasi korban banjir, banyak dari mereka yang terjebak di rumah masing-masing, aktifitas mereka praktis lumpuh, kata Inen, bagian Humas Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Sementara itu petugas Satlak PBA setempat dan juga PMI terbentur sarana evakuasi yang tidak legkap. Saat ini menurut Inen PBA hanya ada lima unit perahu karet serta beberapa perahu milik warga setempat. Ia mengaku sudah tidak bisa melakukan pendataan berapa rumah penduduk yang terendam banjir karena ia tidak bisa bergerak karena genangan banjir hingga ke dekat Kantor Kecamatan Dayeuhkolot. Dua desa yang mengalami genangan cukup parah adalah di Kampung Bojong Citepus Desa Cangkuang Wetan serta Kampung Citeureup, Palasari dan Babakan Sangkuriang di Desa Pasawahan. Kami hanya bisa bergerak beberpa ratus meter dari Kantor Kecamatan, keluar dari sana sudah terjebak banjir, bahkan untuk mengirim perahu kita harus memutar ke daerah Kota Bandung, kata Inen. (Ant/O-1) http://koranindonesia.com/detail.asp?cid=23735 Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/iklan-mini/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
