Temans,
Apabila sedang bingung mencari sumber penghasilan, coba lakukan hal-hal sebagai
berikut:
1. Cari dan kumpulkan botol bekas Cocal Cola atau soft drink lainnya yang
ukuran 1 liter.
2. Bagikan botol-botol itu ke tetangga atau restaurant atau rumah sakit atau
hotel terdekat untuk menampung minyak goreng bekas yangt sudah dianggap limbah.
3. Saring dengan kain bekas kaos pria.
4. Hubungi dan jual ke Pak Hasim Hanafie di 0816112 6264
Pak Hasim hanafie sedang membeli dan mengumpulkan minyak goreng bekas dalam
jumlah tidak terbatas untuk dikonversikan menjadi Biodiesel. Biodiesel adalah
bahan bakar yang terbarukan dan ramah lingkungan serta menghasilkan aroma harum
dari asap kendaraan yang menggunakannya.
Ini ada artikel dari Pikiran Rakyat yang mungkin bermanfaat untuk sekedar bacaan
========================================
Berita dari Koran : Pikiran Rakyat
Jelantah, Bahan Bakar Transpakuan
BOGOR - Terobosan terbaru dilakukan Pemkot Bogor yaitu dengan memanfaatkan
minyak goreng bekas atau sering disebut minyak jelantah, untuk dijadikan bahan
bakar alternatif bus Transpakuan. Untuk mendukung program tersebut, Pemkot
Bogor menunjuk dua pengelola koperasi pasar di Pasar Sukasari dan Pasar
Padasuka untuk mengumpulkan minyak jelantah dari 120 pemilik restoran dan
pedagang makanan di Kota Bogor. Asda Bidang Sosial Ekonomi Pemkot Bogor, Indra
M. Rusli mengatakan, minyak jelantah adalah limbah yang membahayakan karena
mengandung zat karsinogenik yang bisa menyebabkan penyakit jantung. "Pemakaian
minyak goreng paling banyak untuk tiga kali menggoreng, setelah itu tidak sehat
lagi. Karena, sudah mengandung zat karsinogeik. Namun, ternyata hasil
penelitian zat karsinogenik ini bisa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan,"
kata Indra. Dengan pertimbangan seperti itu, Pemkot Bogor melihat minyak
jelantah ini bisa digunakan sebagai bahan bakar
alternatif bus Transpakuan yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Jasa
Transportasi. Minyak jelantah tersebut akan diolah menggunakan mesin, sehingga
bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Pemkot Bogor tertarik ingin
memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar alternatif setelah melihat
pemanfaatannya di Kota Kyoto, Jepang. "Saat ini ada sekitar 120 bus bermesin
diesel di Kyoto yang bahan bakarnya 20 persen menggunakan minyak jelantah dan
80 persen menggunakan solar," kata Indra. Kepala Koperasi Pasar Bogor, Rizal
Utami, yang mengelola kebersihan di tiga pasar tersebut mengatakan, jelantah
yang sudah tidak terpakai oleh restoran dan pedagang makanan dikumpulkan
menggunakan jerigen yang disediakan Pemkot Bogor. "Jerigen-jerigen itu
dititipkan di restoran dan pedagang makanan oleh petugas dari Koppas. Setiap
tiga hari, jerigen itu akan diambil dan diberikan jerigen baru," kata Rizal
Utami. (A-104)***
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping