Dear Netters, Kompas hari ini mengulas tapak tilas jalan utama di Jawa dari Anyer sampai Panarukan yang dibangun dalam jaman Gubernur Jendral Daendles. Daendles pada waktu membangun jalan ini mengerahkan beribu-ribu penduduk pribumi untuk bekerja secara rodi atau kerja paksa. Jalur jalan ini kemudian berkembang menjadi jalur padat dan urat nadi perekonomian Indonesia saat ini. Daendales saat itu bermarkas di kota Buitenzorg yang sekarang menjadi Kota Bogor dan tepatnya di Istana Bogor. Jalan yang melintasi depan Istana Bogor atau Jalan Ir., H. Juanda Bogor adalah jalan yang terlewati jalur Anyer- Panarukan yang merupakan bukti sejarah penjajahan yang sangat penting. Bagi Netters yang ingin mengenang dan memberikan pengetahuan untuk keluarga dan anak-anak mengenai pentingnya memahami sejarah jaman penjajahan Daendles dapat berkunjung ke Kota Bogor. Kebetulan ada Hotel yang bersih, berstandard International yang terletak tepat di depan Istana Bogor yaitu Hotel Salak The Heritage (www.hotelsalak.co.id) yang patut direkomendasikan untuk tempat menginap selama di Bogor. Dari depan pintu kamar-kamarnya yang Colonial, teman Netters bisa melihat dan merasakan atmospher Kota Buitenzorg yang dipenuhi oleh pohon-pohon besar yang merupakan saksi sejarah yang masih sangat indah dirasakan. Segera ke Kota Bogor dan menginap di Kamar-kamar Colonial yang bercitra rasa tinggi dan detail. Kalau sudah sampai di Hotel Salak The HEritage, bisa sekalian mencoba Klappertaart yang lembut, dingin dan manisnya pas. Kueh ini telah menjadi icon pesta sejak jaman colonial di Hotel ini. Salam, Promotor.
