Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh CareerBuilder.com bertajuk "The Boss 2004", sebanyak 32% responden mengaku tidak puas dengan kinerja atasan mereka. Masalah dengan manajemen merupakan alasan utama para profesional untuk meninggalkan pekerjaannya.
 
Malangnya, tak semudah itu mencoret seorang atasan yang tidak kompeten. Namun Anda bisa lho menengarai kelakuan calon atasan saat jumpa pertama di sesi wawancara.
Mau tahu, apa saja itu?
 
..... 1. Bagaimana Anda mendeskripsikan gaya manajemen calon atasan?
 
Kembali kepada Anda, apakah lebih suka bekerja pada bos yang banyak mendapat pengarahan langsung, atau Anda suka tipe bos yang memberi kebebasan Anda untuk menuntaskan masalah.
 
Lihat gaya manajemen bos baru untuk mengetahui cocok tidaknya dengan gaya bekerja Anda. Jika dia cenderung suka ke hal yang kecil-kecil, dan rewel memerintah ini-itu, besar kemungkinan gayanya memang suka memberi arahan. Lain halnya jika si bos lebih suka �think big� dan mempercayakan bawahan menuntaskan masalah.
 
Saran: Pilih bos yang gaya manajemen di tengah. Artinya, Anda berhak atas otonomi, namun juga cukup dilibatkan dalam kesuksesan tim.
 
..... 2. Apa yang Anda lakukan dalam kondisi seperti ini?
 
Pikirkan kembali situasi sulit yang harus ditangani di tempat Anda bekerja terakhir kali, khususnya jika itu melibatkan manajemen atau proyek besar atau semacam itu. Kemudian, tanya kepada atasan potensial apa yang bakal dilakukannya saat menghadapi situasi yang sama. Dengan mengetahui apa yang hendak dilakukannya, Anda bisa menengarai gaya manajemen calon atasan, bagaimana caranya menangani tekanan. Siapa tahu calon atasan malah membagi filosofinya saat dirinya memimpin sebuah tim.
 
..... 3. Bagaimana Anda menangani konflik dalam organisasi?
 
Sejumlah manajer memilih menyerah dan meninggalkan pengembangan hubungan day to day dengan tim, dan malahan membiarkan para bawahan �mencari pemecahannya� sendiri. Namun ada juga manajer lain yang memilih terlibat dalam hubungan antar individu.
 
Saran: Pilihlah atasan yang peduli, namun tak usil sampai ke detil yang bersifat pribadi. Saat ada konflik, bos yang seperti ini akan membantu menyelesaikan konflik, tanpa perlu campur tangan terlalu jauh. Ingatlah, kesuksesan sebuah tim (dan akhirnya kesuksesan atasan) bergantung seberapa baik kerjasama dalam tim tersebut. Baiknya, kenali juga karakter calon bos: jenis pembawa kedamaian atau pembuat keributan.
 
..... 4. Bagaimana �lalu lintas pegawai� dalam sebuah perusahaan?
 
Salah satu sinyal bagus dari manajemen yang buruk adalah tingginya turnover (keluar-masuk) pegawai dalam sebuah perusahaan. Bos baru anda mestinya dapat menjelaskan berapa sih retention rate perusahaan, tinggi atau rendah, lantas kenapa bisa demikian. Misalnya departemen yang Anda masuki ada 10 karyawan �keluar-masuk� sepanjang tahun lalu, mungkin bukan semata kesalahan si bos, namun jelaslah itu indikasi jelas bahwa ada masalah dengan manajemen.
 
Lainnya:
 
Ada hal yang perlu juga dilihat saat Anda mengevaluasi seorang atasan baru. Apakah dia benar-benar menyimak jawaban yang Anda berikan saat wawancara berlangsung? Seseorang yang terlalu sibuk untuk mendengar jawaban Anda dalam pertemuan, kemungkinan tak akan memberi perhatian pada Anda saat mulai bekerja.
 
Baca juga artikel "Tiga Penjegal Utama Promosi Jabatan" dan artikel menarik lainnya di http://groups.yahoo.com/group/iklan-produk/ ..... Amati bagaimana caranya berinteraksi dengan orang lain, khususnya asistennya dan juga staf pembantu lainnya.
 
Pastikan Anda teken kontrak untuk bekerja dengan orang yang bisa menghargai anggota tim. Akhirnya, coba untuk bicara dengan lainnya di departemen atau perusahaan baru itu. Percayalah, Anda dapat mempelajari banyak seseorang hanya dengan mendengar reputasinya .....
 
(Sumber: hanyawanita)


Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!

Yahoo! Groups Links

Kirim email ke