Menjemput Uang dengan Waralaba
Tak ingin kehilangan peluang menekuni bisnis makanan, para pemodal
buru-buru meminang pemilik waralaba untuk segera mewaralabakan
usahanya.
Keuntungan berinvestasi dalam bidang franchise menjanjikan keuntungan
yang menggiurkan ketimbang menaruh uangnya di deposito.
Yang menarik, selain produknya makin beragam, rentang nilai
investasinya pun kian lebar. Kalau dulu untuk investasi waralaba
membutuhkan modal mulai dari Rp100 juta hingga Rp3 miliar, belakangan
tawarannya kian bergerak ke bawah.
.:: Coba Menerobos "Pakem" ::.
Bagi Amir Karamoy, maraknya tawaran waralaba belakangan ini tak
begitu mengejutkan. Sebab, di mata pengamat sekaligus konsultan bisnis
waralaba itu, Indonesia memang lahan subur untuk mengembangkan bisnis
ini. Selain karena potensi pembelinya yang berlimpah, regulasinya pun
belum terlalu berbelit. Bisnis ini cuma diatur oleh Peraturan
Pemerintah dan SK Menteri Perindustrian dan Perdagangan.
Ayam Goreng Fatmawati, usaha rumah makan yang diusung oleh tiga
wanita (Dr. Ir. Erliza Hambali, Ratna Permanik dan Hj. Fatmawati)
langsung menyiapkan sistem waralaba justru saat mulai mendirikan
usahanya pada tahun 2000. Alasannya, mereka ingin usahanya itu bisa
segera menampung limpahan tenaga kerja yang ada di pasar. Kini mereka
melenggang di pasar dengan mengusung waralaba ayam gorengnya.
Apa yang dilakukan Ayam Goreng Fatmawati jelas menerobos pakem bisnis
waralaba. Pasalnya, menurut Amir Karamoy, biasanya sebuah perusahaan
baru berani mewaralabakan usahanya apabila telah berhasil
mengembangkan bisnisnya sendiri. Bahkan, kata dia, dalam salah satu SK
Menperindag tentang bisnis waralaba disebutkan bahwa perusahaan
tersebut harus bisa menunjukkan kinerja usahanya dalam tiga tahun
berturut-turut. "Jadi sudah terbukti bahwa usahanya bisa berjalan,
sehingga orang yang mau berinvestasi memiliki pegangan", katanya. Tapi
toh Ayam Goreng Fatmawati terus berkibar dengan ayam goreng kuning dan
ayam bakarnya.
Hasilnya juga tak mengecewakan. Saat ini ada lebih dari 40 gerai Ayam
Goreng Fatmawati yang menyerap 500 tenaga kerja. Jumlah tersebut
langsung menjejeri gerai salah satu Rumah Makan franchise lokal
lainnya.
Alasan mereka yang sukses mengembangkan usaha waralaba pada umumnya
ingin berbagi keberhasilan lewat cara waralaba.
.:: Urusan Perut Paling Dominan ::.
Meski tawaran kian beragam, hingga kini usaha waralaba makanan masih
mendominasi. Menurut catatan sebuah sumber, dalam dua tahun terakhir,
ada lebih dari sepuluh tawaran waralaba makanan yang masuk ke pasar.
Menurut Amir Karamoy, ini wajar saja karena peluang bisnis makanan
dan minuman memang masih terbuka lebar. "Orang masih butuh makan dan
minum," tegasnya.
Besarnya peluang untuk meraih margin laba yang tinggi dalam bisnis
makanan memang menjadi alasan utama bagi banyak investor untuk
menanamkan uangnya di bisnis ini.
.:: Menakar Risiko Bisnis ::.
Sebenarnya, menurut Amir, ada banyak hal yang mesti dicermati baik
oleh pemilik waralaba maupun calon pembelinya. Satu hal yang
dianggapnya cukup penting adalah unsur keterbukaan dari pihak pemilik
waralaba dalam kaitan dengan kinerja usahanya. "Mereka harus bisa
menunjukkan laba ruginya dalam dua tahun berturut-turut dan bisa
dicek," katanya.
.:: Pemicu Maraknya Bisnis Waralaba ::.
1. Longgarnya regulasi untuk bisnis waralaba yang ada. Saat ini hanya
diatur dalam Peraturan Pemerintah dan SK Menperindag.
2. Tingkat keuntungan yang jauh lebih tinggi ketimbang suku bunga
deposito.
3. Adanya bukti bahwa bisnis waralaba menguntungkan.
4. Tingginya minat para pemilik modal untuk ikut memiliki usaha dengan
cara waralaba.
5. Sulitnya mengurus SDM dan pengawasan jika ekspansi bisnis dikelola
sendiri.
6. Mempertahankan kelangsungan bisnis yang sudah dikelola selama
puluhan tahun.
7. Pemilik waralaba bisa berekspansi tanpa memerlukan banyak modal.
8. Cara paling cepat mengangkat sebuah merek.
9. Potensi pasar yang masih terbuka.
10. Menciptakan sebuah pasar baru bagi sebuah produk.
Dari berbagai sumber.
Semoga bermanfaat.
Regards,
Johan
------------------------------
PT. Ayam Goreng Fatmawati (Franchise)
Hotel Salak The Heritage Lt. 2
Jl. Ir. H. Juand
a No. 8, Bogor 16121
Telp. +62251-347620 | +62251-350400 ext. 59
Fax. +62251-347608
e-mail. [EMAIL PROTECTED]
www.fatmawati.com
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/iklan-mini/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/