MENGATUR PENGELUARAN
Oleh: Ahmad Gozali 
Dikutip dari Harian Republika, Desember 2003 

Bapak Ahmad Gozali Yth 

Assalamu'alaikum. Bagaimana caranya untuk menahan diri agar tak mudah tertarik 
membeli sesuatu. Terus terang, saya orang yang gampang jatuh hati sama 
barang-barang yang cantik, apalagi kalo ada diskonnya. Memang, sih 
barang-barang itu lantas bisa bikin rumah menarik, tapi tak jarang juga tagihan 
kartu kredit saya melonjak. Saya sudah berkeluarga dengan satu anak (5). 
Pendapatan rumah tangga kami sekitar Rp 13 juta per bulan. Ada kredit rumah dan 
mobil sebesar Rp 3 juta per bulan. Saya suka kagum dengan orang yang bisa 
mengontrol dirinya untuk tak mudah tergiur. Terima kasih atas jawabannya. 


Jawab: 

Wa'alaikum salam wr wb 

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan membeli barang-barang yang memang kita 
sukai. Itu sangat manusiawi sekali. Yang tidak baik adalah kalau kita 
membelanjakan uang yang tidak sesuai dengan prioritas. Yaitu dengan 
menghabiskan begitu banyak uang hanya untuk belanja yang kurang penting dengan 
mengorbankan pengeluaran yang lebih penting. Atau memaksakan diri belanja yang 
kurang penting dengan menggunakan kartu kredit sehingga akhirnya terjebak dalam 
jeratan hutang yang terus berbunga. 

Untuk mengatasinya, coba Anda buat anggaran bulanan secara tertulis. Pelajari 
kembali, kemana saja uang Anda dihabiskan selama ini. Evaluasi bersama dengan 
pasangan Anda, lalu buat koreksi yang diperlukan belanja mana yang sebetulnya 
bisa dikurangi dan mana yang bisa dihilangkan. 

Sebagai masukan dari saya, bagilah pengeluaran Anda berdasarkan prioritas 
sebagai berikut: 

Hak Allah SWT
Semua harta yang kita dapatkan tidak lain adalah nikmat yang diberikan oleh 
Allah swt, maka menjadi sangat wajar sekali kalau kita sepatutnya pula 
memprioritaskan pengeluaran yang menjadi hak Allah swt. Yang menjadi hak Allah 
swt atas harta kita adalah zakat yang menjadi kewajiban dan sumbangan lainnya 
yang bersifat sunnah seperti infaq atau shadaqah. Setiap kali Anda menerima 
penghasilan, langsung keluarkan zakat penghasilan sebesar 2,5%. Dengan 
penghasilan Rp 13 juta, berarti Anda harus mengeluarkan setidaknya Rp 325.000 
sebagai zakat yang ditunaikan setiap kali menerima penghasilan. Akan lebih baik 
lagi kalau bukan cuma zakat yang Anda keluarkan, tapi juga infaq dan shadaqah 
lainnya. Masukan komponen ZIS (zakat, infaq, shadaqah) ini dalam anggaran 
pengeluaran Anda dan tempatkan sebagai prioritas utama. 


Hak Pihak Ketiga
Jika Anda memiliki hutang, hutang apapun. Maka ada hak orang lain di dalam 
harta Anda. Yaitu hak untuk mengembalikan hutang yang Anda pakai. Dan hendaknya 
ini juga dijadikan sebagai prioritas sebelum Anda membelanjakan uang Anda untuk 
kepentingan yang lain. Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk tidak menunda 
pembayaran hutang selama ia masih mampu untuk membayarnya. Jika pos pertama 
dalam anggaran Anda adalah ZIS, maka pos kedua adalah pembayaran hutang. 
Masukan cicilan rumah dan mobil dalam pos ini. Masukan juga tagihan listrik 
telepon, telepon dan air serta bayaran sekolah anak Anda. 


Hak sendiri di masa depan
Yang dimaksud dengan hak Anda tentunya bukan cuma Anda pribadi, tapi juga hak 
Anda dan keluarga yang menjadi tanggungan Anda. Sedangkan yang dimaksud dengan 
hak di masa depan adalah bahwa kebutuhan ini sebenarnya adalah kebutuhan masa 
depan, namun sudah dipersiapkan sejak sekarang. Yang termasuk kedalam pos ini 
adalah pembayaran premi asuransi dan setoran tabungan rutin. Masukan menabung 
kedalam anggaran rutin agar bisa dilakukan secara konsisten, bukan menunggu 
sisa anggaran. 


Hak sendiri di masa kini
Ini yang menarik, hak sendiri di masa kini yaitu biaya hidup rutin bulanan 
justru dimasukan kedalam prioritas yang terakhir. Hak Allah sudah tidak bisa 
diganggu, mau tidak mau Anda harus membayar zakatnya. Lalu hak pihak ketiga 
juga adalah kewajiban untuk kita tunaikan. Baik kewajibannya maupun jumlahnya 
tidak bisa kita kotak-katik lagi. Hak sendiri di masa depan juga tidak boleh 
kita abaikan karena bagaimanapun roda dunia pasti berputar. Maka menjadi 
bijaksana untuk menyisihkan sebagian untuk masa depan. Sedangkan kebutuhan di 
masa sekarang masih bisa dikotak-katik. Kita bisa melakukan penghematan dengan 
mengurangi beberapa pos yang sekiranya kurang perlu. 

Jadi, kalau Anda mengikuti prioritas di atas, maka yang harus Anda lakukan 
setiap bulan setiap menerima gaji adalah membayar zakatnya. Lalu sisihkan untuk 
membayar cicilan kredit, premi asuransi dan tabungan. Baru sisanya digunakan 
untuk biaya hidup yang lain seperti belanja makanan, pakaian dan sebagainya. 

Anda mau shopping sepuasnya, terserah. Yang penting Anda sudah membayar zakat, 
cicilan kredit dan kewajiban yang lain, serta sudah membayar premi dan tabungan 
Anda. Sisanya, silakan gunakan sepuasnya selama tidak bertentangan dengan 
syariat. 

Salam, 
Hasbi
Alamat :
Jl.Gegerkalong Girang 38 Bandung 40153

raih kenikmatan mendapat income ribuan dollar dari internet dengan menjadi 
internet marketing.
simak :
http://www.pemudakaya.com
http://www.plazakita.com/hasbi






 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/iklan-mini/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke