|
Skenario Hidup
Jika kita menulusuri hidup orang kebanyakan yang berpendidikan,
scenario fianansial mereka sering tertulis seperti ini:
Sang anak bersekolah, lulus, mencari pekerjaan, dan tak lama kemudian
mempunyai sedikit uang untuk di belanjakan. Sang dewasa muda kini
bisa menyewa apartemen, membeli TV, baju baru, beberapa mebel dan,
tentu saja , sebuah mobil. Dan sekarang tagihan mulai berdatangan.
Suatu hari, sang dewasa bertemu seorang yang istimewa, bara api cinta
beterbangan, mereka jatuh cinta dan menikah. Sesaat hidup terasa
indah karena dua orang bisa hidup sama murahnya dengan satu orang.
Mereka sekarang mempunyai dua pemasukan, hanya satu biaya sewa tempat
tinggal yang perlu dibayar, dan mereka bisa menabung beberapa dolar
untuk membeli impian semua pasangan muda>>>rumah mereka sendiri.
Mereka menemukan rumah impian mereka, mengambil uang dari tabungan,
dan menggunakannya sebagai uang muka rumah itu, dan sekarang mereka
mempunyai hipotek. Karena mempunyai rumah baru, mereka memerlukan
mebel baru, jadi, mereka menemukan sebuah took mebel yang
mengiklankan kata ajain "Tidak perlu uang muka, angsuran bulanan yang mudah"
Hidup terasa sangat indah, dan mereka mengadakan pesta mengundang
semua temannya datang untuk melihat rumah baru, mobil baru, mebel
baru, dan mainan baru mereka. Mereka sekarang sangat terlilit utang
seumur hidup mereka. Lalau anak pertama merekapun lahir.
Pasangan pekerja keras berpendidikan tinggi itu, setelah mengantarkan
anak mereka ke penitipan balita, sekarang harus kerja membanting
tulang tanpa henti. Mereka terperangkap oleh kebutuhan mereka akan
kemanan pekerjaan hanya karena, biasanya, dalam waktu tiga bulan
mereka akan bangkrut secara finansial. Dari orang-orang itu kita
sering mendengar. "aku tak bisa berhenti kerja.aku harus bayar
tagihan ," atau seperti lirik lagu putrid salju:"I owe, I owe, so
it's off to work I go" (aku berutang, aku berutang, jadi aku harus
pergi bekerja).
Atau seperti lirik lagu Tennessee Arnie Ford dari tahun `50an: "kau
memanggul beban 16 ton dan apa yang kau dapat? Satu hari lebih tua
dan lebih dalam tertimbun utang. Tuhan jangan kau cabut nyawaku sebab
aku tak bisa pergi, aku menggadaikan jiwaku padfa koperasi.
By: Robert T.Kyosaki (The Qash Flow Quadrant)
*) Disadur dari EliteTeamMarketing
----------------------------------------------------------------------
Trik mendapatkan penghasilan tambahan :
Klik http://www.JutawanSolo.com
----------------------------------------------------------------------
--- Sent by UNREGISTERED VERSION of Atomic Mail Sender. YAHOO! GROUPS LINKS
|
Title: E-mail message content
- [Iklan-Mini] Skenario Hidup Awang
