Tulang Keropos?
Cegah Sebelum Terlambat!
SAAT kandungan Shinta menginjak usia 3 bulan, ia sering merasa ngilu di bagian sendi dan giginya. Bahkan semakin parah saat usia kandungan memasuki 5 bulan. Setelah dilakukan rontgen sekaligus pemeriksaan tulang dengan alat bone density, ternyata Shinta positif mengalami pengeroposan tulang atau dikenal dengan istilah Osteoporosis.
Shinta adalah satu dari sekian banyak wanita di Indonesia yang mengalami osteoporosis. Menurut data Puslitbang Gizi Depkes RI tahun 2002, 1 dari 3 wanita di Indonesia memiliki kecenderungan lebih tinggi menderita osteoporosis dibanding pria (1:7 orang). Mengapa bisa demikian?
Pertama, saat wanita sedang hamil dan menyusui, kebutuhan kalsiumnya pasti meningkat. Ini disebabkan bayi yang ada dalam kandungannya maupun saat menyusui memerlukan asupan kalsium, dan ini diperoleh melalui ibunya. Wanita yang kurang memperhatikan asupan kalsium dengan benar saat hamil dan menyusui, cenderung akan terkena osteoporosis.
Kedua, saat menstruasi dan menopause, hormon estrogen wanita menurun cukup drastis. Padahal hormon ini sangat diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh. Pria tidak mengalami menstruasi. Sekalipun terjadi perubahan hormon, itu terjadi pada usia 60–70 tahun, sedangkan wanita sekitar 45–55 tahun (masa menopause). Ketiga, secara umum porsi tulang wanita lebih kecil sehingga massa tulang pada wanita lebih rendah dibanding pria.
Berhati-hatilah menjaga asupan kalsium dan mineral dalam tubuh kita. Penyakit osteoporosis tergolong penyakit mematikan. Datang tanpa disadari (the silent disease). Baru diketahui umumnya setelah terjadi kasus patah tulang dan berakibat kematian.
Osteoporosis tidak terjadi begitu saja. Penyakit ini merupakan 'kumpulan' pengeroposan tulang bertahun-tahun selama perjalanan hidup kita. Dampaknya sangat kelihatan di usia 45 tahun ke atas. Oleh karena itu, pencegahan dini terhadap penyakit ini adalah suatu keharusan. Mengonsumsi kalsium sejak dini secara teratur ibarat 'menabung' bahan baku pembentukan dan susunan tulang agar semakin padat, sehingga memperkecil terjadinya osteoporosis. Keju, susu, bayam, brokoli, ikan merupakan sumber makanan yang kaya kalsium. Sayangnya, makanan tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium kita, mengingat kebutuhan kalsium dalam tubuh cukup besar yaitu 1000 mg/hari. Itulah sebabnya penting sekali memenuhi asupan kalsium melalui makanan kesehatan (food suplement).
CNI Marine Organic Calcium adalah produk kalsium alami yang terbuat dari karang laut (Sango Coral) dari perairan kepulauan Okinawa, Jepang. Karang laut ini berasal dari jenis Scleractinia yang hanya terdapat di perairan kepulauan Okinawa. Mengandung 74 unsur mineral seperti kalsium dan magnesium yang sangat diperlukan tubuh. Unsur mineral lain yang terkandung di dalamnya antara lain: natrium, germanium, zinc, strontium, rubidium, zirconium, sulfur, selenium dll.
Kandungan mineral terbesar CNI Marine Organic Calcium adalah kalsium dan magnesium yang telah mengalami proses pengecilan partikel sehingga cepat diserap untuk mengganti/ menambah kekurangan mineral dalam tubuh. Kandungan mineral yang ada pada Sango Coral mendekati komposisi yang ada pada tubuh manusia, sehingga sangat sesuai dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan mineral kita.
CNI Marine Organic Calcium juga dikombinasikan dengan vitamin D3 untuk membantu meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh.
Informasi dan pemesanan menghubungi :
HUSNI RASAD
HP : 08129307116
email : [EMAIL PROTECTED]
Tunggu apalagi? Sebelum terlambat, konsumsi CNI Marine Organic Calcium mulai dari sekarang.
CNI Marine Organic Calcium
Nikmati Hidup dengan Tulang yang Kuat


Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less

YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke