WISATA AGRO PADA KAWASAN WISATA AGROPOLITAN 
KABUPATEN KEPAHIANG
BENGKULU
By:   REFLIS, Ir. M.Si*)
Ir. Dempi Agustina*)
*) Dosen D3 Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu/ AUP Kepahiang

        Sebagai negara agraris, strategi pengembangan wilayah dengan pendekatan 
Agropolitan merupakan konsepsi yang paling tepat saat ini di Indonesia. Apalagi 
jika dengan mengadaptasikan elemen-elemen pertanian modern dan meningkatkan 
akses ke jaringan ekonomi regional yang lebih luas.  Kawasan Agropolitan 
memiliki daya tarik yang potensial untuk dikembangkan sebagai objek wisata.  
Konsep Agropolitan berasal kata \'agro\' yang berarti pertanian,  dan 
\'politan\' yang berarti kota, sehinga kalau dirangkai kedua kata tersebut 
bermakna Kota Pertanian (Kota di tengah ladang). Agropolitan pada dasarnya 
adalah meningkatkan percepatan pembangunan wilayah dan meningkatkan keterkaitan 
desa dan kota serta mendorong berkembangnya sistem dan usaha agribisnis pada 
daerah-daerah potensi sebagai kawasan pengembangan Agropolitan. 

Kawasan Agropolitan merupakan program bertahap dan berorientasi jangka panjang, 
di mana organisasi dan tata kerja yang dikembangkan harus mampu mengakomodasi 
semua kepentingan dengan mempertimbangkan berbagai aspek baik masyarakat, 
kelembagaan petani, dunia usaha, kelembagaan sistem agribisnis dan luasan 
kawasan. Sehingga suatu kawasan Agropolitan perlu didukung dengan lembaga 
keuangan, pasar, kelembagaan petani, akses informasi, sarana transportasi dan 
jalur distribusi yang singkat.

Salah satu kawasan Agropolitan di Bengkulu adalah kawasan Agropolitan yang 
berlokasi di  Kabupaten Kepahiang.  Berbagai potensi pertanian dan potensi 
wisata, khususnya potensi alam  yang ada di Kabupaten Kepahiang, jika dikelola 
dengan baik akan menjadi model pembangunan yang unik dan menarik jika dikaitkan 
terhadap percepatan proses pembangunan. Dengan kata lain potensi wisata dan 
pola pembangunan Agropolitan perlu dirumuskan sebagai langkah kebijakan yang 
arif dan mempesona guna tercapainya pengelolaan kawasan Wisata Agropolitan di 
era globalisasi dan otonomi daerah. Diharapkan dengan keunikan dan kekayaan 
alam yang spesifik serta lokasi strategis yang dimiliki dapat mengembangkan 
destinasi pariwisata di daerah ini.
 
Dalam kaitannya konsep pembangunan daerah kabupaten Kepahiang yakni dengan 
menjadikan pola kebijakan pembangunan dengan melalui konsep Agropolitan, pada 
prinsipnya merupakan suatu strategi pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan 
masyarakat dan perekonomian daerah berbasis pertanian. Upaya meningkatkan 
kesejahteraan masyarakat (dalam arti luas) diantaranya dilakukan melalui 
peningkatan kemampuan iptek, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan 
mengurangi tingkat kesenjangan pembangunan antar wilayah. Sedangkan dalam upaya 
meningkatkan perekonomian diantaranya (secara komprehensif dan simultan)  
ditempuh dengan meningkatkan infrastruktur, meningkatkan sector pertanian 
sebagai lumbung pangan, pengembangan Center maupun distrik, serta pengembangan 
pariwisata dan kebudayaan.

Berkenaan dengan potensi obyek wisata yang ada di Kabupaten Kepahiang di satu 
sisi dan kebijakan pembangunan Agropolitan di sisi lain, maka dalam  merebut 
peluang pasar dapat dilakukan melalui dua pendekatan secara simultan, yaitu; 
(a) upaya meningkatkan pasar dengan konsep "universal" dan (b) pengembangan 
pasar berdasarkan konsep "uniqueness".

Pada konsep universal dapat ditempuh melalui diversifikasi  dan peningkatan 
kualitas sesuai dengan persyaratan yang diminta konsumen dan pasar global. 
Sedangkan pada konsep uniqueness, konsumen ditawarkan kepada produk spesifik 
lokalita yang bersifat uniq. Salah satu bidang usaha dalam penciptaan pasar 
yang didasarkan kepada konsep uniqueness adalah usaha Wisata Agro. Sesuai 
dengan potensinya bidang usaha ini belum tergarap secara baik dan dinilai 
prospektif sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru sector pertanian.
 
Sebagai daerah agraris, Kabupaten Kepahiang memiliki kekayaan alam  dan hayati 
yang sangat beragam yang jika dikelola dengan baik dan tepat, kekayaan tersebut 
mampu diandalkan menjadi andalan perekonomian daerah. Kondisi agroklimat di 
wilayah Kabupaten Kepahiang sangat sesuai untuk pengembangan komoditas tropis 
dan sebagian sub tropis pada ketinggian antara nol sampai ribuan meter di atas 
permukaan laut. Komoditas pertanian dalam arti luas (mencakup tanaman pangan, 
hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan) dengan keragaman 
dan keunikannya yang bernilai tinggi serta diperkuat oleh kekayaan cultural dan 
budaya yang sangat beragam mempunyai daya tarik kuat sebagai Wisata Agro. 
Keseluruhannya sangat berpeluang besar menjadi andalan dalam perekonomian 
daerah kabupaten Kepahiang.

Obyek Wisata Agro tidak hanya terbatas kepada obyek dengan skala hamparan yang 
luas seperti yang dimiliki oleh areal perkebunan, tetapi juga skala kecil yang 
karena keunikannya dapat menjadi obyek wisata yang menarik. Dengan demikian 
melalui Wisata Agro bukan semata merupakan usaha/bisnis dibidang jasa yang 
menjual jasa bagi pemenuhan kebutuhan konsumen akan pemandangan yang indah dan 
udara yang segar, namun juga dapat berperan sebagai media promosi produk 
pertanian, menjadi media pendidikan masyarakat, memberi signal bagi peluang 
pengembangan diversifikasi produk agribisnis dan berarti pula dapat menjadi 
kawasan pertumbuhan baru suatu wilayah.

Pola pembangunan pertanian disatu sisi dan pengembangan destinasi wisata di 
sisi lain, merupakan salah satu bentuk kebijakan pembangunan yang diterapkan di 
Kabupaten Kepahiang tersebut yang dalam aplikasinya menggunakan konsep 
pembangunan Center dan district sangat memungkinkan terjadinya percepatan 
pembangunan di Kabupaten Kepahiang.

Potensi Wisata Agro yang sangat tinggi di kabupaten Kepahiang, belum sepenuhnya 
dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal. Untuk itu perlu dirumuskan 
langkah-langkah kebijakan yang konkrit dan operasional guna tercapainya 
kemantapan pengelolaan obyek Wisata Agro di era globalisasi dan otonomi daerah. 
Sehingga sesuai dengan  keunikan kekayaan spesifik lokasi yang dimiliki pada 
kawasan Agropolitan Center kabupaten Kepahiang perlu kajian dan perencanaan 
kawasan Wisata Agro.

Berbagai potensi pertanian dalam arti luas dan potensi wisata (budaya, sejarah, 
alam, dan lain sebagainya) yang ada di Kabupaten Kepahiang pada umumnya dan di 
Agropolitan Center pada khususnya bila dikelola dengan baik akan menjadi model 
pembangunan yang unik dan spesifik dalam kaitannya mempercepat proses 
pembangunan di Kabupaten Kepahiang. Dengan kata lain potensi wisata dan pola 
pembangunan Agropolitan perlu dirumuskan langkah kebijakan yang konkrit dan 
operasional guna tercapainya pengelolaan kawasan Wisata Agro pada Agropolitan 
area di era globalisasi dan otonomi daerah, sesuai dengan keunikan kekayaan 
spesifik lokasi yang dimiliki setiap daerah dan setiap obyek wisata dapat 
menentukan sasaran dan bidang garapan pasar yang dapat dituju. 

Sejauh ini belum banyak dilakukan pengelolaan dan pengembangan destinasi 
pariwisata melalui Wisata Agro pada kawasan wisata pendukung Agropolitan 
Center. Agar penyusunan master plan kawasan Wisata Agro pada kawasan wisata 
pendukung Agropolitan Center memberikan hasil yang optimal, maka kajian 
terhadap obyek dan daya tarik wisata (ODTW) dan unsur-unsur pertanian,  budaya 
serta pariwisata perlu dilakukan secara mendalam. Dengan kata lain bahwa 
berbagai langkah yang berkenaan dengan potensi pertanian, budaya dan 
kepariwisataan yang ada pada kawasan wisata pendukung Agropolitan Center perlu 
diinfentarisir dan dikaji secara mendalam. 

Infentarisasi dan kajian pada unsur dan indicator pertanian, budaya maupun 
kepariwisataan sangat penting dilakukan agar dalam proses penyusunan masterplan 
Wisata Agro pada  kawasan wisata pendukung Agropolitan Center, akan diperoleh 
gambaran tentang sebaran lokasi, kebutuhan fasilitas dan sarana penunjang 
lainnya serta posisi budaya dan pariwisata dalam kaitannya pengembangan 
Agropolitan Center. Sehingga hasil kajian secara bijaksana benar-benar dapat 
dijadikan sebagai  bahan acuan pertimbangan pihak terkait dalam mengambil 
kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan kawasan obyek dan daya tarik 
Wisata Agro pada kawasan wisata pendukung Agropolitan Center.  Dengan melalui 
kajian, juga akan diperoleh gambaran mengenai sebaran peta potensi budaya dan 
pariwisata, sehingga secara tegas dapat dipahami tentang keberadaan budaya dan 
pariwisata dalam kaitannya pembangunan kawasan wisata pendukung Agropolitan 
Center juga berperan sebagai daerah destinasi wisata. 

http://iklantanpadaftar.iklanjualbeli.info/iklan-internet/cara-mudah-mendaptkan-uang.html


http://iklantanpadaftar.iklanjualbeli.info
njualbeli.info

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
==========================
Bisnis Pulsa
http://vnetmania.com
http://bonus-pulsa.kerja-sampingan.info
Arisan Dahsyat
http://dahsyat.iklanjualbeli.info
http://arisan10rb.iklanjualbeli.info
http://arisan50rb.iklanjualbeli.info
http://Plazapulsa.iklanjualbeli.info


http://iklan-tanpa-daftar.blogspot.com
==========================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke