Coba dibaca sebentar, karena mungkin cerita saya bermanfaat..
   
  Manusia melakukan sesuatu pasti ada tujuannya. Kita bekerja dari pagi sampai 
malam, dibidang sales, marketing, administrasi, professional, staff, manager, 
direktur, dan semua jenis pekerjaan / jabatan yang bermacam-macam mempunyai 
sebuah tujuan.. yaitu untuk mendapatkan uang / duit, sehingga sering disebut 
UUD, Ujung Ujungnya Duit.
   
  Uang kita pakai untuk memenuhi kebutuhan kita, makan, minum, beli baju, bayar 
listrik, bayar tagihan air, bayar tagihan telpon, beli handphone, beli mobil, 
beli rumah, biaya kawin, semakin banyak duit yang kita punya, semakin mudah 
kita memenuhi kebutuhan kita, maka tidak heran sebagian besar orang bekerja 
mati2an dari pagi bahkan sampai malam untuk dapet duit “extra”.
   
  Uang.. semua orang butuh uang, memang ada istilah “uang tidak bisa membeli 
segalanya” ..memang benar sih..tapi segala-galanya butuh uang!! makan butuh 
uang, belanja butuh uang, nonton bioskop butuh duit, bahkan (maaf!) buang hajat 
aja kadang2 butuh uang untuk bayar wc umum di jalan, kecuali anda ke mall atao 
mao buang hajat di pinggir kali :p.
   
  Sisa dari uang yang kita dapat sebagian kita tabung untuk masa depan, umumnya 
(terutama bagi yang sudah mempunyai anak) uang tabungan terutama digunakan 
untuk: 
  1. Biaya pendidikan anak
  2. Membeli barang yang mahal / sekunder (mobil, rumah, dll)
  3. Biaya tak terduga (sakit penyakit, kecelakaan, dll)
   
  Disini saya ingin membagikan sebuah cerita yang bisa terjadi kepada siapa 
saja. Kisah ini bercerita tentang kehidupan si A, A berusia 30 tahun bekerja 
sebagai eksekutif di sebuah perusahaan dengan gaji dan fasilitas yang lumayan, 
mempunyai istri yang menjadi ibu rumah tangga dan mempunyai dua anak kecil, 
secara otomatis A berperan sebagai “sumber uang” bagi keluarganya untuk 
memenuhi kebutuhan hidup. Istilah kata, kalo kondisi si A “baik2 saja” maka 
kondisi keluarga pun akan “baik2 saja”
   
  Misal, si A menabung setiap bulan Rp 2.000.000 di rekening biasa Bank X, maka 
setelah 4 bulan akan seperti..
   
  Bulan                            Menabung                                
Jumlah Tabungan
  1                                  Rp 2.000.000                           Rp 
2.000.000
  2                                  Rp 2.000.000                           Rp 
4.000.000 + bunga
  3                                  Rp 2.000.000                           Rp 
6.000.000 + bunga
  4.                                 Rp 2.000.000                           Rp 
8.000.000 + bunga
   
  semuanya berjalan sangat baik disini, masa depan terlihat cerah, tetapi si A 
mengalami hal yang kurang beruntung karena dia divonis mendapat penyakit kronis 
/ kecelakaan hebat ( inilah hidup, tidak ada yang sempurna, kadang kita diatas 
kadang dibawah, kadang ketika segala sesuatunya terlihat sempurna, selalu saja 
ada “masalah” yang datang.. dimana saya sebut ” shit happens..” )
   
  si A yang sedang ditimpa “ketidakberuntungan” harus mengeluarkan biaya yang 
besar untuk menghadapi keadaannya, darimana uangnya..? ya otomatis dari semua 
tabungan yang dia udah tabung selama 4 bulan sebelumnya, masih untung kalo 
“kesulitan” nya cuma butuh uang dibawah Rp 8 juta, nah lain halnya kalo si A 
kena penyakit kronis ( seperti kanker, stroke, virus yang mematikan ataupun 
kecelakaan hebat ) yang membutuhkan uang puluhan bahkan sampai ratusan juta… 
darimana dia dapat uang untuk itu..? si A bisa berhutang atau dapat bantuan 
dari keluarganya ( bagus kalo keluarganya kaya.., kalo keluarganya pas2an 
semua..??) 
   
  Tidak berhenti sampai disitu.., bagaimana kalau setelah penyakit atau 
kecelakaan yang menimpa si A mengakibatkan si A tidak dapat bekerja lagi..? 
Belum habis masalah untuk bayar hutang, masalah lain mulai muncul.., uang 
sekolah anak2, tagihan listrik, tagihan telpon, tagihan kartu kredit, tagihan 
kredit rumah.. seluruh keluarga hanya bisa merenung dan meratapi nasib terutama 
A sebagai kepala keluarga pun pasti kesulitan untuk menghadapi semua masalah 
yang muncul.., dunia seakan-akan runtuh…semua hal yang sudah dibangun dengan 
darah, keringat dan perjuangan yang tadinya begitu bagus menjadi hancur dan 
begitu berat untuk dijalani hanya dalam waktu yang singkat, seolah-olah masih 
belum cukup masalah yang ada, penyakit atau kecelakaan yang ada pun merenggut 
nyawa si A…..maka akan tidak terbayangkan nasib istri dan anak-anaknya..
   
  Untuk sementara kita tinggalkan kondisi si A saat ini… lalu kita kembali ke 
awal dimana si A mulai menabung untuk keluarganya, kisahnya tetap sama dimana A 
bekerja sebagai eksekutif di sebuah perusahaan dengan gaji dan fasilitas yang 
lumayan, mempunyai istri yang menjadi ibu rumah tangga dan mempunyai dua anak 
kecil, secara otomatis A berperan sebagai “sumber uang” bagi keluarganya untuk 
memenuhi kebutuhan hidup. Tetapi disini A tidak menabung di rekening biasa 
melainkan di rekening “special”.
   
  Misal, si A menabung setiap bulan Rp 2.000.000 di rekening “special”, maka 
setelah 4 bulan akan seperti..
   
  Bulan                            Menabung                                
Jumlah Tabungan
  1                                  Rp 2.000.000                           Rp 
2.000.000
  2                                  Rp 2.000.000                           Rp 
4.000.000 + bunga
  3                                  Rp 2.000.000                           Rp 
6.000.000 + bunga
  4.                                 Rp 2.000.000                           Rp 
8.000.000 + bunga
   
  semuanya berjalan sangat baik disini, masa depan terlihat cerah, tetapi si A 
mengalami hal yang kurang beruntung karena dia divonis mendapat penyakit kronis 
/ kecelakaan hebat ( sekali lagi… inilah hidup, tidak ada yang sempurna, kadang 
kita diatas kadang dibawah, kadang ketika segala sesuatunya terlihat sempurna, 
selalu saja ada “masalah” yang datang.. dimana saya sebut ” shit happens..” ) ..
  lalu apa bedanya dengan ketika si A menabung di rekening biasa..?
  nah disini bedanya.., karena A menabung di sebuah rekening “special”, ketika 
si A mengalami “ketidakberuntungan” maka rekening “special” itu akan 
mengeluarkan dana uang sejumlah Rp 150 juta* untuk membantu A mengatasi 
“kesulitannya” ditambah lagi rekening “special” itu secara otomatis akan 
menambahkan uang sebesar Rp 2 juta ke rekening tabungan si A setiap bulannya 
sampai usia A mencapai 65 tahun.
   
  Bulan                            Menabung                                
Jumlah Tabungan
  1                                  Rp 2.000.000                           Rp 
2.000.000
  2                                  Rp 2.000.000                           Rp 
4.000.000 + bunga
  3                                  Rp 2.000.000                           Rp 
6.000.000 + bunga
  4                                  Rp 2.000.000                           Rp 
8.000.000 + bunga
  .                                    stop tabung                              
            .
  .                                    stop tabung                              
            .
  .                                    stop tabung                              
            .
  (usia A) 65 tahun                                                            
(35 tahun x 12bulan x Rp 2 juta)
                                                                                
        Rp 840.000.000 + bunga
   
  Akibatnya rumah tangga dan kehidupan keluarga A tidak akan “hancur” ketika A 
mengalami sebuah “ketidakberuntungan”, mungkin memang keadaan keluarga tidak 
seperti sedia kala tetapi setidaknya kehidupan keluarga A tidak akan seperti 
“anak ayam kehilangan induk” Mungkin anda yang membaca kisah diatas bertanya…” 
apa ada tabungan seperti itu..?” pertanyaannya bukanlah apa ada tabungan yang 
mempunyai fasilitas dan kelebihan seperti yang sudah diceritakan, pertanyaan 
sesungguhnya adalah .… apabila ada rekening seperti yang diatas, apakah anda 
ingin menabung di rekening special tersebut? 
   
  Saya menceritakan kisah diatas bukanlah untuk menakut-nakuti atau untuk 
mengintimidasi melainkan untuk mengajak kita semua berpikir sejenak mengenai 
masa depan, masa depan kita sendiri, masa depan keluarga kita, masa depan 
anak-anak kita, mungkin anda berkata bahwa anda orang kaya dan tidak butuh 
bantuan apabila mengalami “ketidakberuntungan”, memang betul anda yang sudah 
punya banyak uang mungkin tidak butuh “bantuan” untuk mengatasi kesulitan yang 
mungkin terjadi.., tetapi bukankah alangkah baiknya apabila ada “pihak” yang 
bersedia “membantu” anda mengatasi kesulitan anda sehingga uang tabungan 
kekayaan anda tidak perlu diambil untuk mengatasi kesulitan yang ada? Itu untuk 
anda yang memang sudah kaya…bagaimana dengan kita yang memang hidup pas2an? 
Yang setiap bulan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, yang setiap 
bulan menabung sedikit demi sedikit demi masa depan yang lebih baik.. bayangkan 
saja bagaimana bila kisah si A juga terjadi kepada kita…
   
  Cerita diatas adalah sebuah ajakan untuk “sedia payung sebelum hujan” dan 
apabila anda bertanya apa ada tabungan seperti yang diceritakan, maka 
jawabannya adalah ada.. tabungan tersebut adalah tabungan asuransi jiwa, 
manfaatnya memang tidak sama persis seperti yang di cerita tetapi intisari dari 
semua produk asuransi jiwa yang ada adalah “jaminan” financial untuk pihak yang 
mengalami “ketidakberuntungan”.
   
  Sama halnya dengan anda yang mempunyai asuransi untuk motor atau mobil 
pribadinya, untuk “kendaraan” saja anda sudah mempunyai “kesadaran” untuk 
mengasuransikannya, karena anda tahu betul apabila terjadi “musibah” terhadap 
kendaraan anda maka anda akan terproteksi oleh asuransi anda.. nah, mengapa 
tidak melakukan hal yang sama kepada hal yang jauh lebih penting…masa depan 
kehidupan anda dan keluarga anda? Segera hubungi agen asuransi jiwa yang anda 
kenal atau ambil asuransi jiwa terbaik yang anda percaya, jangan tunda-tunda 
lagi!!, ingatlah bahwa kehidupan anda dan keluarga anda yang menjadi taruhannya 
..because every second counts..   
   
  Apabila setelah membaca tulisan diatas anda memutuskan ingin mengambil 
asuransi jiwa namun belum mengerti benar tentang asuransi jiwa dan bingung 
karena banyaknya asuransi jiwa yang ada sekarang, kalau boleh saya mengajukan 
saran, sama seperti apabila kita hendak melakukan kerjasama dengan sebuah 
perusahaan, kita mencari perusahaan yang terbaik di bidangnya, begitu juga 
dengan asuransi jiwa, carilah asuransi jiwa terbaik yang ada, menurut majalah 
independen “Investor”, asuransi jiwa terbaik dari tahun 2002 sampai 2005 adalah 
asuransi jiwa Prudential, tentunya prestasi tersebut dicapai karena kinerja dan 
kekuatan financial yang solid dari sebuah perusahaan, karena penghargaan 
tersebut dicapai selama 4 tahun berturut-turut.
   
  Ngomong2… nama saya Tjandra Wirapratama, saya seorang agen Asuransi Jiwa 
Prudential, dan saya akan merasa terhormat sekali apabila saya boleh membantu 
anda sebagai konsultan untuk asuransi jiwa andaJ
   
  apabila anda ingin tahu lebih banyak tentang asuransi jiwa Prudential, jangan 
ragu untuk menghubungi saya di 0812 918 0816 / 021-68000369, saya akan berusaha 
membantu anda dengan sebaik mungkin, terima kasih.
   
  Salam Sejahtera.
   
  *uang pertanggungan yang dibayarkan sesuai dengan perjanjian dan besarnya 
premi 
   

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/CF7qlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------------------------------------

forum nya bisa akses di http://www.iklangadget.com

AJAK TEMAN2 anda GABUNG YUK!!!!!

--------------------------------------------------------------------------



Remeber this : If God want, He can choose become evertyhing He want , but He 
more choose become nothing
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Iklangadget/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke