Saya setuju, dimulai dari diri sendiri untuk membuang sampah di tempatnya, stop 
memberikan suap kepada polisi lalu lintas, stop memberikan uang yang seharusnya 
menjadi biaya tambahan pada layanan publik.

Pernah saya perpanjang SIM A di SIM Keliling, saya melihat ada dua standar 
Harga, 100,000 dan 75,000 yang saya dengar harga resminya adalah 90,000.(75Rb + 
15Rb) kemanakah uang lebih 10,000 itu berlabuh? kalau dalam satu hari ada 1000 
orang yg memperpanjang sim nya, berarti per hari ada 10Jt aliran dana gak jelas 
larinya kemana.  kalo saya lebih mikir ke faktor kalinya, kalo gitu 10Jt/Hari 
-> 300Jt/Bulan -> 3.65M/tahun

Tapi biasanya orang indonesia tidak terlalu memandang hal ini, pikirnya uang 
10rb itu paling buat 5 kali setahun, gak apa lah cincai...
tapi efeknya? hal ini akan dijadikan celah korupsi, celah ketergantungan 
mendapatkan uang haram, sehingga menjadi mental dalam setiap diri orang 
indonesia.

Sama seperti money politic dalam Pemilu, di kasih 100rb untuk nyoblos A, 
misalnya... pikirannya cuman nyoblos doang uda dpt 100rb, "udah lah gak apa, 5 
tahun sekali ini"... celah ini lah yg telah sangat2 di pahami oleh 
"Penjahat-Penjahat duit Gampang"

Padahal duit 100rb itu kalau di pergunakan untuk bangun infrastruktur, buat 
lapangan pekerjaan, yang kita jauh berlipat lipat dari uang senilai 100RB untuk 
5 Tahun.
Coba liat Singapore sebagai contoh, iklim investasi jelas, infrastruktur bagus, 
sekarang konsern mereka bukan lagi lapangan kerjaan dan kelaparan, tetapi 
bagaimana kualitas hidup sehat sehari hari..
Alasan Singapore adalah negara kecil gampang di kontrol, sebenarnya alasan yang 
munafik dan picik... padahal yang benar adalah "Kewaspadaan akan tidak adanya 
sumber daya alam yang sangat terbatas, kewaspadaan akan pembangunan sumber daya 
manusia yang berkualitas bebas dari korupsi!"


Mau sampai mana republik ini dibawa?

 Hendri 'Cacem'





----- Original Message ----
From: Jerry Jermia <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, September 3, 2008 10:50:02 AM
Subject: Re: [iklangadget] oot:Negeri macam apakah indonesia ini?


Cuma dikit ralat, harga bbm industri lebih mahal lho daripada non-industri.
Kalopun disubsidi, gak sebanyak untuk umum.
Tp emang gak mudah sih memperbaiki Indonesia ini. Ga mungkin hanya dalam
waktu 5 tahun kepemimpinan seorang presiden. Masih banyak pe-ernya.

rgds,
Jerry

On 9/3/08, Nugroho, Eko Sasmito <eko.sasmito. [EMAIL PROTECTED] com> wrote:
>
>   dimulai dari diri sendiri
> adalah suatu frame yg bijak
>
>
>
>
>
>
> .
>
> 
>

[Non-text portions of this message have been removed]

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke