Ini ada sebuah cerpen jadi-jadian. Siapa tahu bisa dijadikan bahan
bacaan dan informasi :)



Salam,


Herry SW

===

Singpusing sedang sibuk meng-update status Fishbook via BulBelly 9900
ketika pintu rumahnya diketuk seseorang. "Masuk!" katanya. 

Masuklah seorang pria dengan tampang kusut. Bahasa tubuhnya menunjukkan
kerisauan yang mendalam. 

"Hei, Ngelu. Lama benar kau tak kemari," ujar Singpusing. Pria yang
berdiri di hadapannya sebenarnya bernama asli Ng Lu Pol. Tetapi, karena
ejaan namanya begitu sulit dilafalkan, orang-orang di sekitarnya lebih
sering memanggilnya Ngelu. 

"Aku bingung. Kamu kan tahu kalau aku pakai nomor XL Prabayar yang sejak
Februari 2007 gencar menghadirkan promo ini-itu. Macam-macam deh
pokoknya. Sekarang ada yang namanya Nelpon Murah Sampe Puas. Ada pula
yang namanya Nelpon Murah Berkali-kali. Namanya mirip. Aku bingung harus
memilih yang mana. Masak aku kalah cerdas dibandingkan simpanse yang
kalau mau telepon nggak perlu mikir."

Singpusing menggaruk-garuk kepala sejenak. Rupanya ada kutu yang
bersarang di rambut gimbalnya. "Oh, itu tho masalahnya. Penjelasan
detail tentang dua paket itu bisa kamu baca di situs www.xl.co.id. Ini
bacalah," katanya. 

Ia berkata demikian seraya menyodorkan UMPC Kujitku P1234 yang berlayar
6,75 inci dan built-in modem TYBCS (Tak Yakin Bisa Cepat dan Stabil)
kepada Ngelu. Satu jendela membuka halaman http://tinyurl.com/sampepuas,
satu jendela lagi membuka http://tinyurl.com/berkalikali. 

Sesaat Ngelu terlihat serius memelototi layar mungil di hadapannya.
Beberapa kali ia terlihat menarik napas panjang. Sesekali mulutnya
dimonyongkan. 

"Sebenarnya kamu nggak usah bingung-bingung mencermati skema tarif yang
dibagi berdasarkan area dan rentang waktu tertentu. Kalau semua
informasi tersebut kamu pikirkan, rambutmu yang sudah kusut itu bakal
semakin kusut," kata Singpusing memecahkan keheningan.

"Lha terus gimana?" Kali ini Ngelu bertanya dengan nada yang lebih putus
asa. 

"Kamu masih ingat dengan buku '1001 Tafsir Mimpi' yang pernah
kuhadiahkan kepadamu saat ulang tahun? Dewi bulan itu 6, orang mati 3,
dan kelabang 10. Simpanse nggak ada di sana. Yang ada kera. Nomornya 23,"
kata Singpusing.

"Trus, apa hubungannya dengan tarif XL yang saya tanyakan?" sergah Ngelu.

"Memang nggak ada," jawab Singpusing. Ia tersenyum manis. Seolah puas
karena berhasil membuat Ngelu semakin frustrasi. "Sebenarnya," lanjut ia,
"ada cara gampang. Kamu nggak perlu pikirkan asal muasalnya. Tinggal
kamu terima mentah-mentah. Kalau kamu suka menelepon lama, ambil saja
paket Nelpon Murah Sampe Puas. Cara memilih paketnya, waktu ponselmu
siaga, tekanlah *500#, Ok/Yes, lalu pilih 2."

"Aku biasanya cuma menelepon sebentar-sebentar. Tapi, sehari bisa lebih
dari sepuluh kali," tukas Ngelu. 

"Kalau begitu, berarti kamu lebih cocok memilih paket Nelpon Murah
Berkali-kali. Caranya, pencet *500#, Ok/Yes, lalu pilih 3. Jika kamu
ingin mengecek status paket murah yang saat ini kamu ambil, tekanlah
*500# dulu," jelas Singpusing. 

Ngelu manggut-manggut. Senyum merekah di bibirnya. Seolah ia baru saja
mendapatkan durian runtuh di siang bolong. 

"Lha kalau yang SMS gimana? Mulai 17 Januari lalu aturannya kan berubah.
Kalau dulu kirim delapan SMS gratis 250 SMS, sekarang kirim delapan SMS
gratis 300 SMS?" Ngelu lagi-lagi menyodorkan pertanyaan kepada
Singpusing. 

Siang itu, Singpusing seolah adalah pahlawan bagi Ngelu. Perawakan
Singpusing yang sebenarnya cocok memerankan tokoh film Space Chimps
mendadak berubah 180 derajat. Di mata Ngelu, Singpusing berubah wujud
laksana para bidadari berseragam biru yang biasanya tersenyum manis di
XL Center Menara Rajawali atau Plaza Semanggi Jakarta. 

"Pentarifan SMS itu dibagi dalam dua periode waktu, pukul 00.00-12.00
WIB dan pukul 12.00-24.00 WIB. Kalau dalam satu periode waktu kamu
menghabiskan pulsa Rp 1.200 untuk mengirimkan delapan SMS, maka kamu
bisa mengirimkan 300 SMS lagi secara gratis," ujar Singpusing.

"Tapi, kalau ke operator lain sekarang kena tambahan Rp 20 per SMS.
Itupun dibatasi 60 SMS. Nggak kayak dulu yang gratis. Nggak asyik deh,"
gugat Ngelu. 

"Awalnya aku pun berpikir seperti itu saat membaca informasi di situs XL.
Ternyata, setelah mencoba langsung, praktiknya bukan seperti itu."

"Lha yang benar gimana?" tanya Ngelu sambil membaca SMS yang baru saja
masuk ke ponsel Veptu miliknya, yang tampilan fisiknya sepintas sama
dengan Virtu Ascent berharga puluhan juta rupiah. 

"Nih, gampangnya begini," jawab Singpusing seraya memutar layar
Kujitku-nya. Diambilnya stylus di ujung layar, lalu mulai membuat
coretan di layar sentuh UMPC itu. "Pada satu periode waktu kamu
mengirimkan delapan SMS. Pulsa nomor XL Prabayarmu berkurang Rp 1.200.
Selanjutnya, kamu masih bisa mengirimkan 300 SMS lagi. Dengan Rp 1.200
itu, total ada 308 SMS yang dapat kamu kirimkan, terdiri atas 248 SMS ke
sesama XL dan 60 SMS ke operator lain."

"Jadi, biarpun aku mengirimkan SMS ke operator lain, tetap gratis? Bukan
dipotong lagi Rp 20 per SMS?" tanya Ngelu. 

"Tetap gratis, asalkan jumlah total pengiriman SMS ke operator lain yang
kamu lakukan pada periode waktu tersebut masih kurang dari 60 buah,"
jawab Singpusing. 

Singpusing menambahkan, "Jadi, biar kamu nggak bingung lagi, mudahnya
begini. Beda antara gratis 250 SMS yang dulu dan gratis 300 SMS yang
sekarang hanya ada dua. Pertama, dulu dengan membayar Rp 1.200 kamu bisa
mengirimkan 258 SMS pada satu periode waktu. Kini, dengan mengeluarkan
pulsa yang sama, kamu dapat mengirimkan 308 SMS. Jelas?"

"Jelas! Jelas! Jelas!" teriak Ngelu. Ia meneriakkan kata jelas itu tiga
kali dengan penuh semangat seperti yang dilakukan para peserta pelatihan
motivasi Yes di film Yes Man. 

"Perbedaan kedua, dulu, 258 SMS itu boleh kamu gunakan seluruhnya untuk
mengirimkan SMS ke operator lain. Kini, aturannya berubah. Hanya 60 di
antara jatah 308 SMS yang boleh dipakai untuk mengirimkan SMS ke
operator lain. Selebihnya, 248 SMS hanya untuk pengiriman ke sesama
nomor XL. Pengiriman SMS ke-61 dan seterusnya ke operator lain dikenakan
tarif Rp 150 per SMS," papar Singpusing dengan perlahan, bagaikan guru
teladan. 

Ngelu menganggukkan kepala. Kini ia tidak bingung lagi dengan pentarifan
telepon dan SMS XL. Ditatapnya Singpusing yang giginya menghitam karena
terlalu banyak merokok itu. Cling! Di mata Ngelu, Singpusing mendadak
berubah jadiĀ… Luna Maya!

Kirim email ke