Yup. Kalau pembatalan itu terjadi karena sesuatu hal yang sifatnya force majeur atau musibah, misalnya ada anggota keluarga yang kecelakaan dan dananya digunakan untuk biaya pengobatan, saya yakin penjual akan memakluminya.
Yang kadang potensial membuat jengkel itu kalau lawan transaksi yang sudah bilang deal ternyata menghilang. Saya pribadi pernah mengalami hal itu. Ada pula dua kondisi lain yang menurut saya lebih parah. Kebetulan dua kondisi itu pernah saya alami. 1. Merespons email dengan cepat dan menyatakan sudah transfer. Eh... ternyata bukti transfernya palsu. 2. Deal, barang sudah dikirim, tak kunjung membayar selama satu bulan, lalu bilang batal. Salam, Herry SW On Fri, 06 Feb 2009 07:56:17 -0000 Rajawali communication wrote: > kalau memang karena sesuatu yang urgent memang seharusnya tidak ada > masalah. tapi ini kalau saya baca hilang ditelan bumi >

