Selamat siang, teman-teman milis. Menu brunch hari ini adalah rilis dari XL. Selamat membaca.
Salam, Herry SW === XL Pusatkan Perhatian pada Peningkatan Jumlah Pelanggan yang Berkualitas Pertumbuhan Pendapatan 10% Ikhtisar Penting 1Q 2009 * Pendapatan usaha sebesar Rp. 2.926 miliar ( 10% YoY) * EBITDA sebesar Rp.1.113 miliar ( 2% YoY) * EBITDA Marjin sebesar 38% * Jumlah Prepaid Revenue Generating Subscriber Base (Prepaid RGB) sebanyak 21,3 juta pelanggan ( 34% YoY) * Jumlah outgoing minutes sebesar 19,9 miliar menit ( 263% YoY) Jakarta, 12 Mei 2009. PT Excelcomindo Pratama, Tbk. (XL), salah satu operator selular terkemuka di Indonesia, melaporkan pertumbuhan pendapatan di tengah-tengah keadaan makro ekonomi yang kurang menguntungkan serta kompetisi yang amat intensif di Indonesia. XL mencatat peningkatan pendapatan sebesar 10% dibandingkan dengan 1Q08. Hal ini didorong oleh kenaikan pendapatan percakapan seiring dengan kenaikan total outgoing minutes sebesar 263%. Pertumbuhan pendapatan ini juga diperkuat oleh kenaikan pendapatan bisnis penyewaan menara sebesar 682%. EBITDA sedikit menurun menjadi Rp 1.113 miliar pada kwartal pertama yang berakhir 31 Maret 2009 dengan EBITDA marjin sedikit menurun menjadi 38% sebagai dampak dari penambahan sewa lokasi dan menara telekomunikasi daripada membangunnya sendiri. XL mengalami kerugian bersih sebesar Rp 306 miliar dikarenakan oleh depreasiasi Rupiah terhadap USD dan bertambahnya hutang berbunga yang menimbulkan kerugian selisih kurs (realized and unrealized) sekitar Rp 643 miliar serta beban bunga pinjaman sebesar Rp 383 miliar. Tanpa pengaruh selisih kurs yang belum terealisasi, normalized net income XL adalah sebesar Rp 14 miliar. Jumlah pelanggan XL meningkat 39% dari 18,4 juta di 1Q08 menjadi 24,9 juta di 1Q09. Jumlah ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kwartal sebelumnya, yaitu 26 juta. Namun, jumlah pelanggan prepaid revenue generating subscriber base (prepaid RGB) mengalami peningkatan 34% dari 15,9 juta pelanggan di 1Q08 menjadi 21,3 juta pelanggan di 1Q09. Dan jika dibandingkan dengan kwartal sebelumnya, walaupun jumlah pelanggan per 1Q09 sedikit lebih rendah dibanding akhir tahun 2008 namun jumlah pelanggan prepaid RGB justru meningkat 2% yaitu 20,9 juta pelanggan. Prepaid revenue generating subscriber base (prepaid RGB) adalah jumlah pelanggan dalam kurun waktu satu bulan yang menggunakan satu atau lebih dari satu layanan XL (panggilan percakapan, SMS, ataupun penggunaan layanan tambahan). XL lebih memusatkan perhatian pada peningkatan RGB daripada jumlah total pelanggan. Jumlah total pelanggan tidak hanya mencakup pelanggan aktif tetapi juga pelanggan yang berada pada masa tenggang. "Kami ingin menindaklanjuti apa yang kami sebut dengan "fenomena calling card" dalam rangka meningkatkan kualitas pelanggan kami. Kami telah memulai usaha untuk mengurangi jumlah pelanggan yang terbiasa menggunakan kartu SIM kami sebagai 'calling card', yaitu mereka yang melakukan aktivasi kartu SIM baru, menggunakan kredit yang ada pada kartu SIM, dan membuangnya, kemudian melanjutkan menggunakan layanan kami dengan melakukan aktivasi kartu SIM yang baru lagi. Kami percaya bahwa segmen ini tidak menguntungkan untuk dipertahankan. Sebagai langkah awal, kami mengambil inisiatif dengan mengoptimalisasi suplai dan permintaan starter pack kami di pasar dan meningkatkan ketersediaan produk XL di pasar serta mengontrol penyaluran starter pack pada jaringan distribusi kami. Dengan melakukan strategi ini, kami akan dapat menurunkan tingkat churn XL dan pada akhirnya akan mengurangi biaya perolehan pelanggan baru," kata Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur XL. Hasnul juga menambahkan bahwa ke depannya XL akan terus melanjutkan strategi ini karena strategi ini tidak hanya akan memperbaiki tingkat churn, namun juga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan XL, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dari pelanggan prabayar XL. Bersamaan dengan itu, XL akan melakukan perbaikan secara berkesinambungan dalam meningkatkan kualitas akuisisi dan retensi pelanggan XL dengan cara memberikan penawaran dan layanan yang semakin menarik. Sepanjang 1Q09, XL telah menambah 503 BTS (2G/3G) secara nasional sehingga secara keseluruhan terdapat 17.232 BTS (2G/3G) pada akhir 1Q09. Karena program perluasan dan peningkatan kapasitas telah diselesaikan di tahun 2007 dan 2008, maka fokus utama XL tahun ini adalah pada program perluasan yang lebih spesifik. Karena itu dana belanja modal di tahun 2009 akan lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2008, dengan estimasi dana yang akan dikeluarkan untuk membayar capex sekitar USD 600 - 650 juta, dimana jumlah ini juga termasuk pembayaran untuk capex tahun 2008 yang pembayarannya jatuh tempo di tahun 2009. Pada bulan Maret 2009, XL menandatangani perjanjian pinjaman tahap kedua dengan Export Credit Agency (EKN) dari Swedia senilai USD 214 juta untuk pembelian peralatan Ericsson dari Swedia dan Indonesia, dimana USD 124 juta telah dicairkan pada akhir bulan Maret. Pada pertengahan bulan April 2009, XL juga membeli kembali obligasi USD sebesar USD 3,6 juta dengan kupon 7,125% guaranteed notes yang akan jatuh tempo pada tahun 2013, dikeluarkan oleh Excelcomindo Finance Company B.V, menjadikan total nominal obligasi sekitar USD 124 juta. Sehubungan dengan bisnis penyewaan menara XL, jumlah lokasi menara yang telah disewa meningkat 159% dari 1.344 di 1Q08 menjadi 3.478 di 1Q09. Pendapatan penyewaan menara juga meningkat 682% dari Rp 18 miliar di 1Q08 menjadi Rp 142 miliar di 1Q09.

