Rekan2 milis,

Sejauh klarifikasi yang didapat dari Pak Arip dan Pak Herman, bisa di 
simpulkan bahwa yang terjadi adalah kesalahpahaman.
Pak Arip terlalu dini menyimpulkan bahwa Pak Herman adalah sama dengan 
Hendry Budiono / William Sanjaya.
Karena "Kota Baru", Pak Arip berpendapat bahwa Pak Herman tidak 
konsisten akan perkataannya (bahwa barang ada di Jogja).
Padahal "Kota Baru" yang di maksud Pak Herman adalah sebuah nama 
kelurahan di Jogja.

Kewaspadaan memang harus di kedepankan dalam bertransaksi via online. 
Namun dalam kewaspadaan, juga ada hal2 yang perlu diperhatikan,
seperti data/bukti/informasi yang akurat dan jelas.

Untuk kedepannya, jika rekan2 punya informasi yang mengindikasikan 
ketidakbenaran / kecurigaan, harap email ke 
[email protected], kecuali hanya jika rekan2
punya "backup" data/bukti/informasi yang kuat bahwa seseorang patut di 
curigai sebagai penipu, silahkan langsung di rilis ke milis.

Terkait dengan Pak Herman Martinus ([email protected]) atau siapapun juga 
yang (jika) rekan2 ragukan buat ber-transaksi, silahkan gunakan 
perantara admin/moderator.
Kami akan senang hati membantu agar sebuah transaksi berjalan dengan baik.

Untuk Pak Arip dan Pak Herman, email milis telah di release dari 
karantina. Tidak ada lagi debat terkait hal ini di milis.

Salam,
Wieok
-momod-



Kirim email ke