Kalo sudah abis garansi dan di suspend? Berarti repot dong ya kl abis garansi 
ga ada jaminan lagi.. Aneh..

Sent from my BlackBerry®Bold 
Powered by netZAP 

-----Original Message-----
From: "bRam aiRes™" <[email protected]>

Date: Tue, 7 Jul 2009 06:31:48 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [iklangadget] WTi: Dari kompas.com => BlackBerry Tidak Gubris 
Permintaan Pemerintah


Cuma mo nambahin aja, kemaren di milis tetangga ada yang post kok. Kalo bli di 
ops and suspend selama masa garansi dijamin..

Kebetulan yang post juga moderator salah satu milis operator.. :)



Sent from my BlackBerry®

powered by Sinyal Kuat INDOSAT



-----Original Message-----

From: "albert tantama" <[email protected]>



Date: Tue, 7 Jul 2009 06:14:27 

To: <[email protected]>

Subject: Re: [iklangadget] WTi: Dari kompas.com => BlackBerry Tidak Gubris 
Permintaan Pemerintah





Saya bukan orang rim, 


Dan saya yakin beli di operator yang memang principle dari rim tdk ad suspend, 
dan itu dijamin oleh operator .. Cuma ad satu operator yg ambil lgs dr rim. 








Sent from my BlackBerry®


powered by Sinyal Kuat INDOSAT





-----Original Message-----


From: [email protected]





Date: Tue, 7 Jul 2009 04:59:38 


To: <[email protected]>


Subject: Re: [iklangadget] WTi: Dari kompas.com => BlackBerry Tidak Gubris 
Permintaan Pemerintah








Anda org rim?


Berapa lama pakai bb?





Anda tau yg anda sampaikan?yakin demikian?











Yakin beli di operator lokal indo tdk suspend?











Sent from my BlackBerry®


powered by Sinyal Kuat INDOSAT





-----Original Message-----


From: "albert tantama" <[email protected]>





Date: Tue, 7 Jul 2009 04:45:35 


To: <[email protected]>


Subject: Re: [iklangadget] WTi: Dari kompas.com => BlackBerry Tidak Gubris 
Permintaan Pemerintah








Sebenarnya gak aneh..RIM cuma hati2 kalo sampai buka service centre, otomatis 
dia akan buka kartu sama org indonesia,dlm hal servis, terutama maslaah inject 
pin, lha sekarang aja udh pada bs inject pin , walaupun stlh beberapa lama 
nanti suspend, nah jika sampai ad service centre maka sudah pasti teknisi2 
harus ditraining rim dan pasti dikasih tau crnya inject pin supaya ga 
suspend...inilah yang RIM tdk mau.. Mengingat orang indonesia lihai2..





Btw..HH Blackberry™ itu tahan banting kok...paling2 pin suspend..itu kl beli 
disembarangan tempat. 








Sent from my BlackBerry®


powered by Sinyal Kuat INDOSAT





-----Original Message-----


From: "@lvin" <[email protected]>





Date: Tue, 7 Jul 2009 11:13:56 


To: <[email protected]>


Subject: Re: [iklangadget] WTi: Dari kompas.com => BlackBerry Tidak Gubris 
Permintaan Pemerintah








Kalo dipikir-pikir aneh yah dengan layanan Blackberry ini, RIM itu 


sebenernya jualan jasa push email ata jualan Handset sih, kalo jualan 


keduanya ya harusnya bertanggung jawab atas Handset yang dijualnya (terlepas 


dari distributor siapa yang jual). Lalu kenapa PIn itu bisa disuntikkan or 


dipindahkan, kenapa pula engga ada layanan blackberry or RIM di handset 


Nokia or Soner misalnya jadi bukan hanya blackberry connect tapi full 


layanan Blackberry tapi Handsetnya keluaran Soner or Nokia misalnya.


Maaf deh jadi OOT dan oon





----- Original Message ----- 


From: "Wieok Susanto" <[email protected]>


To: <[email protected]>


Sent: Tuesday, July 07, 2009 9:35 AM


Subject: [iklangadget] WTi: Dari kompas.com => BlackBerry Tidak Gubris 


Permintaan Pemerintah








http://m.kompas.com/news/read/data/2009.07.07.08513316





BlackBerry Tidak Gubris Permintaan Pemerintah





KOMPAS/SOELASTRI SOEKIRNO





*JAKARTA, KOMPAS.com *— Permintaan pemerintah kepada Research In Motion


(RIM) agar membuka layanan purnajual BlackBerry di Indonesia belum juga


digubris. Hingga kini produsen BlackBerry tersebut belum memutuskan


tindakan apa pun demi pembeli BlackBerry di Indonesia.





"Kami masih berusaha terus bekerja sama dengan pemerintah lokal, namun


memang hingga kini belum ada perkembangan lebih jauh," tegas RIM melalui


/e-mail/ kepada /Kontan/, Senin (6/7).





Membandelnya RIM bisa jadi lantaran anggapan bahwa persoalan layanan


purnajual bisa ditangani operator. Apalagi produsen /handset/ asal


Kanada ini yakin bahwa mereka hanya menjalin hubungan kerja sama


distribusi BlackBerry dengan operator penyelenggara jasa telekomunikasi.


Model bisnis seperti ini pula yang mereka lakukan di hampir semua negara.





Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika


(Depkominfo) Gatot S Dewa Broto menegaskan, pihaknya tetap meminta RIM


untuk membuka layanan purnajualnya di Indonesia. "Kami sengaja melakukan


itu untuk menghindari monopoli importasi pada perangkat telekomunikasi,"


kata Gatot.





Di lain pihak, GM Sales PT Exelcomindo Pratama, Handono Warih,


mengatakan perlu ada kejelasan persepsi antara RIM dan pemerintah.


Misalnya, bagaimana nasib para pengguna BlackBerry yang membeli lewat


importir, tetapi berlangganan paket data dari operator?





"Karena kami memberi layanan servis untuk /handset/ yang dibeli langsung


di XL. Adapun untuk yang kedua, tanggung jawab kami hanya sebatas


layanan data, bukan pada perangkat BlackBerry-nya," kata Handono.**





Sumber : KONTAN








------------------------------------





3000 Member www.blackberryindonesia.com


You cant stop us to using original blackberry


GO away Blackberry Siluman.











Power by www.iklangadget.com





Yahoo! Groups Links

















------------------------------------





3000 Member www.blackberryindonesia.com 


You cant stop us to using original blackberry


GO away Blackberry Siluman.











Power by www.iklangadget.com





Yahoo! Groups Links















------------------------------------



3000 Member www.blackberryindonesia.com 

You cant stop us to using original blackberry

GO away Blackberry Siluman.







Power by www.iklangadget.com



Yahoo! Groups Links











[Non-text portions of this message have been removed]







[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke