Berupaya menghindari kemacetan yang lazim terjadi setiap usai jam kerja, saya sengaja berangkat ke Bandara Juanda lebih awal. Pukul 15.30 saya sudah tiba di bandara.
Proses check in setengah lancar. Boarding pass Surabaya-Singapura dengan Silk Air segera didapat. Namun, petugas tampaknya kesulitan mengakses sistem untuk menerbitkan boarding pass Singapura-Frankfurt-Stuttgart. Otorisasi Silk Air, regional wings Singapore Airlines (SQ), dalam mengakses sistem SQ terbatas. Petugas masih terus mencoba dan hasilnya akan diinformasikan di gate. Bila gagal, berarti saya harus menuntaskannya di transit desk Bandara Changi Singapura. Usai memperoleh boarding pass, saya beranjak ke counter fiskal. Berbekal kartu NPWP, fotokopi NPWP, fotokopi paspor, fotokopi kartu keluarga, dan fotokopi KTP, saya hendak mengurus bebas fiskal. Ini adalah pengalaman pertama saya. Ada tiga orang yang antre di depan saya. Ketika giliran saya tiba, seluruh dokumen saya serahkan. Karena saya berangkat sendirian, ternyata yang dibutuhkan hanya fotokopi kartu NPWP dan fotokopi paspor. Sejak saya menyerahkan dokumen hingga mendapatkan stempel bebas fiskal di boarding pass, durasinya hanya sekitar satu menit. Cepat. Ini rupanya salah satu keuntungan nyata yang saya rasakan sejak mengurus NPWP pada 17 Desember tahun lalu. Saya kemudian naik ke lantai dua. Niat hati melewati counter pemeriksaan fiskal, imigrasi, dan kemudian duduk santai menanti panggilan boarding. Eh, ternyata counter pemeriksaan fiskal masih tutup. :( Btw, siggy di bagian bawah email saya belum valid ya. Saya masih di Surabaya hingga pukul 17.50 WIB. Hsw dikirim via BISLite Indosat yang roaming internasional

