Sekarang sedang transit di Frankfurt. Penerbangan dari Singapura ke Frankfurt berlangsung lancar. Pada sekitar 30 menit pertama, sempat terjadi beberapa guncangan kecil. Setelah itu lancar jaya.
Sesuai yang saya harapkan, saya ternyata memperoleh kursi di upper deck alias kabin atas alias kabin lantai dua. Posisi kursi saya di tepi jalan atau aisle seat. Di kabin atas seperti itu, suara mesin lebih tak terdengar. Jadi, kabin cukup sunyi deh. Pesawat yang saya tumpangi 747-400. Kursi kelas bisnis pesawat ini masih model lama. Bisa selonjor, tetapi belum bisa 100 persen mendatar. Hal berbeda bakal ditemukan kala naik kelas bisnisnya A380 atau 777-300ER. Penumpang bisa menikmati flat bed. Penerbangan Singapura-Frankfurt ini adalah penerbangan pertama saya bersama SQ pada 2009. Kali terakhir saya ber-SQ saat ke Barcelona, tahun lalu. Ada yang berbeda dengan seragam pramugara. Tahun lalu dan sebelumnya, "pangkat" pramugara bisa dikenali dari warna kain jas yang dikenakan. Kini, entah tepatnya mulai kapan, mereka mengenakan jas berwarna sama. Untuk mengidentidikasi "pangkat" pramugara, perhatikan warna garis-garis pada dasi yang digunakan. Kesan pertama saya atas bandara Frankfurt, bandara ini agak membingungkan. Banyak lekuk dan kelokan. Antrean di pemeriksaan paspor alias imigrasi maupun gate luar biasa panjang. Untunglah, Nokia yang mengundang saya berbaik hati menyediakan tiket kelas bisnis. Dengan demikian, saya bisa antre di jalur berbeda yang jauh lebih sepi. Saat ini saya sedang menanti penerbangan lanjutan di Lufthansa Business Lounge. Ramai banget di sini. Cari meja kosong pun tak mudah. Pukul 10.05 waktu Jerman saya akan melanjutkan penerbangan ke Stuttgart. Sore ini waktu Jerman atau berarti tengah malam WIB, acara pertama akan dimulai. Ada pengumuman pemenang pembuat aplikasi untuk peranti Nokia. Siapa? Yang pasti Indonesia belum meloloskan wakilnya. Siapa tahu tahun depan Anda yang bakal menjadi duta kebanggaan Indonesia. Setuju? Hsw dikirim via BISLite Indosat yang roaming internasional

