Hujan sudah reda nih... Satu buah pretzel yang saya beli dibungkus dalam kantung kertas. Tertulis, antara lain, "Seit 1920 der Brezel-Frank". Tebakan saya, maknanya "telah eksis sejak 1920".
Kala diraba, permukaan pretzel yang bentuknya laksana angka 8 tidak simetris terasa keras. Namun, saat digigit ternyata cukup empuk. Kayak makan roti manis. Bedanya, yang ini kok malahan asin ya. Di bagian tertentu bahkan pantas dikategorikan sangat asin. Saya sampai mengenyitkan mata. Andaikan dijual di Indonesia, penjual pretzel bisa-bisa dikomentari "Pengin kawin ya?" oleh pembelinya. Ha... ha... ha.... Hsw dikirim via BISLite Indosat yang roaming internasional

