Bukan mengecilkan hati Pak Herry, tapi feeling saya pasti salah Pak. Tagihan 
dari Operator luar bisa keluar 2 bulan dari kepergian anda.

Pengalaman saya, saya memakai Telkomsel bepergian ke Singapore selama 1 minggu 
dengan BIS biasa tapi saya matikan Data nya dan saya nyalakan hanya kalo saya 
lagi luang. Jadi PULL Pos-El. Itu saya terima Billing nya pasti sekitar 500 
ribu an. Hanya BBM dan Terima Email. Tidak pernah saya pake Roaming telpon atau 
SMS.

Kalo memang 45 ribu, saya tak pindah Indosat habis ini

Hehehehe

Salam,




------Original Message------
From: Herry SW
Sender: [email protected]
To: [email protected]
ReplyTo: [email protected]
Subject: [iklangadget] WTI: Tagihan BISLite Indosat Mengejutkan
Sent: Oct 29, 2009 9:28 AM

  Tindakan iseng saya mencoba BISLite Indosat saat menghadiri acara Nokia World 
2009 di Stuttgart, Jerman, berbuah tagihan mengejutkan. Perjalanan saya dimulai 
dari Surabaya pada 31 Agustus 2009 petang. Transit di Singapura selama beberapa 
jam, saya melanjutkan penerbangan ke Frankfurt, lalu ke Stuttgart. Perjalanan 
kembali ke tanah air menempuh rute yang sama, namun dibalik: Stuttgart, 
Frankfurt, Singapura, dan Surabaya. Sabtu, 5 September 2009 pagi saya telah 
menginjakkan kaki kembali di Kota Pahlawan. Selama berada di luar negeri, 
layanan BISLite yang saya padukan dengan Matrix Indosat saya biarkan aktif. 
Agar tagihan tidak meledak, penerimaan email saya saring sedemikian rupa. 
Filtering dilakukan dengan ketat. Hanya email-email dari pihak tertentu yang 
bakal diteruskan ke handheld. Mengapa tidak memanfaatkan Wi-Fi? Jawabannnya, 
tidak bisa. Saat itu saya menggunakan BlackBerry 8800 yang belum dibekali 
dengan Wi-Fi. Tepat satu minggu sejak kedatangan saya di Surabaya, saya 
menerima sebuah pos-el berjudul "September Bill". Pos-el? Konon itu adalah 
bahasa Indonesia bakunya email. Isinya, tagihan pemakaian Matrix yang diproses 
pada 8 September 2009. Dengan harap-harap cemas saya langsung mencermati bagian 
roaming internasional. Lebih spesifik lagi, pada bagian "International Roaming 
- GPRS" yang di lembar tagihan itu sengaja dicetak miring plus tebal. Ketika 
melihat angka-angka yang tercetak, saya terkejut. Saya terpana. Saya 
terperangah. *bingung sambil garuk-garuk kepala* Keterkejutan itu masih 
disertai dengan perasaan khawatir. Kebetulan periode pemakaian saya saat di 
Singapura dan Jerman tersebut berdekatan dengan akhir siklus tagihan. 
Jangan-jangan ada biaya pemakaian yang belum ditagihkan oleh mitra roaming 
internasional Indosat. Jangan-jangan mereka terlambat mengirimkan informasi 
kepada Indosat. Saya harus menanti datangnya lembar tagihan bulan berikutnya 
dulu. Senin, 26 Oktober 2009. Saya belum menerima tagihan bulan Oktober 2009 
yang seharusnya telah diproses pada 8 Oktober 2009. Karena itu, saya 
mengirimkan satu posting dengan subjek "WTA: Belum Terima Billing via Email" ke 
milis Isat-BB. Seorang moderator meminta saya menjaprikan nomor Matrix yang 
kedatangan tagihannya saya nantikan. Segera saya mengirimkannya. Kemarin siang 
menjelang sore, tagihan itu akhirnya tiba. Dengan penuh semangat saya membuka 
file PDF yang dilampirkan dalam email tagihan. Baris demi baris ringkasan 
tagihan bulan Oktober 2009 saya cermati. Peluh bercucuran karena Surabaya 
memang sedang panas-panasnya. Sekali lagi saya dibuat terkejut dengan biaya 
pemakaian BISLite selama berada di Jerman plus transit di Singapura. Kalau 
dihitung, selama berada di luar negeri pada 31 Agustus 2009 petang hingga 5 
September 2009 pagi, saya mengirimkan sekitar 31 email dan menerima sekitar 118 
email. Saya sebut "sekitar" karena catatan detail pemakaian saya pada 2 
September 2009 hilang. Sedangkan catatan rinci lalu lintas email pada tanggal 
lain sampai saat ini masih tersimpan rapi di laptop saya. Dengan pemakaian 
seperti itu, awalnya saya memperkirakan tagihan roaming internasional GPRS 
bakal sekitar Rp 300 ribu. Ternyata perkiraan saya salah total. Jumlah yang 
harus saya bayarkan benar-benar mengejutkan. Saya cukup membayar Rp 44.638, 
sudah termasuk PPN sepuluh persen. Kalau total biaya itu langsung saya bagi 
dengan 31 email yang saya kirimkan, sedangkan biaya menerima email saya 
abaikan, berarti tarif pengiriman email hanya Rp 1.440 per email. Tak sampai 
sepertiga biaya pengiriman SMS yang saat roaming internasional di Jerman akan 
dikenakan tarif Rp 4.620 per SMS. Bila dibandingkan dengan tarif bertelepon 
yang Rp 45.100 per menit, wah... perbedaannya lebih jauh lagi. Ibarat bumi 
dengan langit. Bila total biaya saya bagi dengan total email keluar masuk, 
biaya per email Rp 299,6 atau kita bulatkan menjadi Rp 300 saja. He... he... 
he... kayak tarif perangko untuk pengiriman surat via pos pada entah berapa 
tahun silam. Salam, Herry SW
 
Sent From My Blackberry Tour® Powered by Telkomsel

------------------------------------

Telah hadir Blackberry Community
www.blackberryindonesia.com
lengkap deh



Power by www.iklangadget.com

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Iklangadget/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Iklangadget/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke