Di luaran, biarlah orang berbincang seputar cicak dan buaya. Di sini, marilah kita berbincang soal kadal.
Para petani di negeri tercinta ini seharusnya sekarang tak mudah lagi dikadali. Petani kol gepeng kini lebih mudah mengetahui harga pasaran kol gepengnya, yang akan semakin gepeng kalau saya, Pak Wol, Pak Iwan "Pulisi", atau Pak Besar duduki. Petani cabe keriting saat ini lebih gampang memantau pergerakan harga pasar cabe keriting di daerahnya maupun daerah tetangga. Btw, cabe keriting kalau didekatkan dengan hair dryer akan semakin keriting atau tidak ya? :) Musim hujan yang tidak menentu pasti memusingkan petani. Alih-alih bertanya ke dukun, setelah ini para petani cukup bertanya ke ponsel. Nggak perlu Communicator, BlackBerry, Robot Ijo, atau Apel Kroak. Mereka cukup berbekal ponsel yang harga barunya sekitar Rp 450 ribu. Detailnya versi saya nanti malam ya. Atau, kalau sudah nggak sabar, sekitar pukul 12.00 coba deh pantau situs-situs berita online di tanah air atau Asia Tenggara. Kalau kondisi memungkinkan, pagi hingga siang ini saya berikan laporan pandangan mata sepenggal-sepenggal. Tetapi, pasti takkan sebanyak saat saya ke luar negeri. Terima kasih. Salam, Herry SW

