Pak Akbar, Nama lengkap ponsel yang dimaksud adalah IMO P900. Namun, sebelum membeli, silakan membaca dulu paparan tulisan seorang newbie yang saya copy paste-kan di bawah ini.
Terima kasih. Salam, Herry SW === Yang Unik Hanya Proyektor Kita mulai tulisan ini dengan sebuah soal ujian ala matematika. Diketahui: sebuah ponsel berlayar sentuh TFT 2,4 inci 262.144 warna. Bentuknya candy bar dengan dimensi fisik 12,5 x 5,1 x 2,8 cm. Ya, tebalnya benar nyaris tiga cm. Harga jualnya Rp 3.960.000. Merek ponsel itu bukan Nokia, Sony Ericsson, Samsung, LG, atau Motorola, melainkan ponsel merek lokal buatan China. Ditanyakan: apakah Anda berminat membeli ponsel itu? Jawablah dengan jelas. Berikan minimal dua alasan! Penulis yakin, mayoritas "peserta ujian" dengan cepat bisa menjawab pertanyaan itu. Jawab: saya tidak berminat membeli ponsel tersebut. Alasan pertama, terlalu berani mengeluarkan uang hampir Rp 4 juta untuk sebuah ponsel merek lokal. Dengan uang yang sama, saya bisa mendapatkan ponsel bermerek terkenal yang memiliki spesifikasi komplet. Mulai dari HSDPA, kamera megapiksel, slot memori eksternal, pemutar multimedia, hingga sederet fitur lainnya. Alasan kedua, ponsel yang disebutkan dalam soal itu terlalu tebal. Amat mungkin bobotnya juga berat sehingga tidak nyaman dikantungi. Menurut penulis, sangat wajar "peserta ujian" memberikan jawaban seperti itu. Dengan harga jual yang tidak bisa dibilang murah, konsumen yang hendak bertransaksi ponsel itu seolah diajak mengadu nasib. Harga tinggi, merek kurang terkenal, dan spesifikasinya hanya disebutkan sepintas. Ketika spesifikasi lanjutan disebutkan, bukan mustahil "peserta ujian" semakin yakin untuk tidak membeli ponsel di atas. Kamera terintegrasi di ponsel tersebut hanya beresolusi VGA. Kinerjanya sangat layak disebut buruk. Sebab, ketika digunakan untuk memotret di luar ruangan dengan pencahayaan amat memadai sekali pun, foto yang dihasilkan ternyata tidak tajam. Warnanya juga tidak natural. Ponsel itu juga tidak dibekali dengan memori internal untuk menyimpan data kontak alias buku telepon. Jadi, pengguna hanya bisa mengandalkan kartu SIM untuk menyimpan nama dan nomor telepon kenalannya. Apa sih nama lengkap ponsel yang dijadikan tebak-tebakan ini? Jawabannya, IMO P900. Ponsel GSM 900/1800 itu dilengkapi dengan pemutar multimedia, bluetooth, perekam suara, kalkulator, GPRS, MMS, dan slot microSD. Ada pula perekam video, game Puzzle, perekam suara, jam dunia, dan kalkulator. Dalam posisi siaga, tampilan layar P900 sangat mirip dengan iPhone. Tidak bisa diangkal kalau ikon menu P900 menjiplak iPhone yang dipasarkan Apple. Struktur menu pun laksana pinang dibelah dua. Hanya ada lima nada dering telepon yang disertakan di P900. Namun, tak perlu khawatir. Pengguna dapat menambahkan nada dering telepon itu dengan lagu favorit masing-masing. Masukkan saja file MP3 ke dalam P900, lalu gunakan sebagai nada dering telepon. Sedangkan untuk nada SMS, hanya tersedia sepuluh pilihan nada plus silent. Pengguna tidak bisa menambahkan nada SMS lain. Baterai P900 berkapasitas 2.800 mAh. Waktu yang diperlukan untuk mengisi ulang baterai dari kondisi kosong sampai benar-benar penuh minimal enam jam. Durasi tersebut adalah rentang waktu minimal. Bukan mustahil baterai baru terisi penuh setelah delapan jam terhubung ke sumber listrik secara terus-menerus. Hingga pada bagian ini, di benak Anda mungkin timbul satu pertanyaan. Dengan sederet sisi kurang menarik di atas, mengapa P900 dibanderol tinggi? Apakah tak ada satu pun daya tarik atau keunikan yang barangkali belum disebutkan? Jawabannya, ada! Proyektor mini. Di sisi atas P900 terdapat sebuah proyektor mini. Tidak ada penjelasan mengenai spesifikasi teknis proyektor itu. Kekuatan pancaran proyektor yang biasanya dinyatakan dalam satuan lumens sama sekali juga tidak disebutkan. Serangkaian uji coba penulis lakukan. Hasilnya, di ruangan yang gelap, daya sorot efektif proyektor P900 sekitar 1,5 meter. Semakin terang ruangan, semakin dekat daya sorot efektif proyektor. Di ruang kantor yang terang, praktis kemampuan sorot proyektor P900 hanya sekitar 30 cm. Begitu jarak antara dinding dan P900 diperjauh sedikit, proyeksi gambar di dinding spontan kabur. Gambar tidak tajam, sedangkan tulisan tak bisa dibaca walaupun tombol pengatur fokus proyektor telah disesuaikan. Dengan memanfaatkan proyektor mini P900, pengguna dapat melihat menu ponsel dengan ukuran lebih besar. Pengguna juga bisa memproyeksikan file video yang diputar di ponsel ke dinding, layar putih, atau bidang datar yang lebih luas. Tetapi, tampilan video akan terlihat kotak-kotak. Bayangkan Anda memutar film di satu keping VCD. Di permukaan keping VCD itu terdapat goresan-goresan. Maka, gambar yang tersaji di layar televisi atau komputer tidak mulus bukan. Nah, seperti itulah tampilan kotak-kotak yang penulis maksud. Sebenarnya, fungsi proyektor mungil di P900 akan lebih optimal kalau ponsel itu minimal bisa membaca file PowerPoint. Atau, setidaknya P900 dapat difungsikan sebagai proyektor ekternal. Komputer dihubungkan ke ponsel, kemudian proyektor P900 menayangkan materi presentasi ke bidang datar tertentu. Bisa layar putih, dinding berwarna muda, atau lainnya. Dengan demikian, seseorang yang rutin melakukan presentasi bakal bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan lebih mudah. Tak perlu repot menjinjing aneka barang bawaan. Sayang, kondisi ideal itu takkan bisa diwujudkan oleh pengguna P900. Ponsel bongsor tersebut ternyata tidak mampu membaca file Microsoft PowerPoint, Word, maupun Excel. Ponsel tidak bisa pula difungsikan sebagai proyektor eksternal. Kesimpulannya, proyektor mini P900 adalah proyektor setengah hati. Fungsinya sebatas untuk memenuhi keinginan pengguna yang hendak merasakan "layar ponsel" lebih besar. Proyektor mini P900 bukan dihadirkan untuk memudahkan para individu yang rutin melakukan presentasi. Dengan segala keterbatasannya, menurut penulis, wajar bila angka penjualan P900 tidak mengesankan. Kalau ternyata P900 laris manis di pasar, justru ada banyak hal yang perlu dipertanyakan. (Herry S.W.) === On Sun, 27 Dec 2009 12:51:07 +0700 Akbar Mia wrote: > Ada juga Imate Ultimate 9502. HTC setau sy blum ada tuch. Kl yg rada murah, > ada IMO, tp sy lupa seri berapa. IMO sudah built in dgn proyektornya, jd > bisa langsunbg dr HP utk p[resentasi, g ke LCD Projector terpisah lg... >

