Cerita nyata yg bagus..mudah2an didengar oleh mereka yg tergerak memperbaiki 
layanan ..hmm sebelum mereka ditinggalkan

(Pls jangan abaikan suara ini..krn istri saya juga pernah alamin yg sama 
masalah RBT sehingga XL dgn baik kembalikan pulsa yg telah dipotong..tapi brp 
banyak yg beruntung spt itu??)
Regards,=====
й|ģ|ú|я|ã|ĥ • SW
|©9700/5.0.0.451•H|Powered by  my Berry®

-----Original Message-----
From: Herry SW <[email protected]>
Date: Sun, 31 Jan 2010 22:33:41 
To: <[email protected]>
Subject: [iklangadget] OOT: Bukan Jebakan, Melainkan Tawaran

Sekitar dua minggu terakhir, ibu saya yang menggunakan XL Prabayar
sering mengeluh. Pulsa nomor yang digunakannya kok hilang misterius.
Keluhan itu saya abaikan karena ibu saya memang hobi bertelepon, lalu
menggerutu kala pulsanya menipis. Kalau ditanya, ia takkan mengaku
sepenuhnya bila usai menelepon ke sana-sini. 

Siang tadi lagi-lagi ia mengeluh. Karena saya sedang "bertanduk", ia
curhat kepada adik saya. Adik saya melakukan "wawancara mendalam" untuk
memastikan bahwa benar-benar telah terjadi kehilangan pulsa.

Setelah dipastikan pulsa memang lenyap tanpa digunakan, adik saya
menelepon ke 817. Petugas yang melayani kebetulan bernama sama dengan
saya, Herry. Dari hasil pengecekan, nomor ibu saya dinyatakan
berlangganan RBT. Judul lagunya disebutkan oleh Pak Herry, namun adik
saya lupa. Sedangkan penyanyinya Bunga Citra Lestari.

Pak Herry menjelaskan bahwa pada 13 Januari lalu XL memberikan RBT
gratis kepada nomor XL Prabayar yang digunakan ibu saya. Setelah
melewati masa gratis, maka setiap tujuh hari akan dilakukan pemotongan
pulsa Rp 2.000. 

Adik saya komplain, "Lha itu kan berarti jebakan? Tanpa adanya
pemberitahuan tiba-tiba pengguna dianggap berlangganan RBT."

Pak Herry mengelak. Menurutnya, tindakan yang dilakukan XL itu bukan
penjebakan, melainkan penawaran.

Moral cerita ini, pertama, perhatikanlah keluhan ibu Anda. Siapa tahu
hal yang dikeluhkannya ternyata benar. 

Kedua, ternyata ada banyak jalan menuju ke Roma eh... banyak cara meraih
penghasilan. Misalnya, memberikan sejumput gratisan demi meraup
segenggam bahkan sepiring pendapatan hasil aktivitas yang diistilahkan 
"penawaran".

Ketiga, di dunia ini hanya ada satu hal yang abadi, yaitu ketidakabadian.
Hingga 2007 saya sangat sering merekomendasikan orang lain memakai
layanan XL. Sebab, kinerjanya secara umum prima dan mengesankan. Saat
itu sehari-hari saya MINIMAL menggunakan tiga nomor XL. Ditambah dengan
dua nomor XL lain yang masing-masing dipakai oleh adik dan ibu saya,
jadilah kami keluarga XL. 

Kini kondisinya berubah. Layanan voice call dan SMS XL bagi saya tak
bisa diandalkan lagi. Itu penilaian pribadi saya ya. Penilaian Anda
mungkin berbeda. 

Karena penurunan kualitas layanan XL sudah melewati batas toleransi,
sampai-sampai saya harus menanggalkan nomor XL yang telah setia
mendampingi selama lebih dari sepuluh tahun. Saya beralih ke nomor
pascabayar operator lain yang dulu saya hindari, namun sekarang saya
pilih karena mereka sudah berbenah. Kebetulan, nomor baru itu sangat
mirip dengan nomor lama saya. Bila dulu 0818 33 9900, saat ini 0816 33
9900. 

Layanan 3G XL? Bagus banget dan stabil. Namun, itu dulu. Sejak Oktober
atau November tahun lalu, layanan 3G XL mengikuti irama matahari. Bisa
digunakan saat matahari bersinar, kemudian tersendat bahkan sinyal
3G-nya hilang total bersamaan dengan terbenamnya matahari. 

Performa layanan BlackBerry XL yang sebelumnya pantas mendapatkan
acungan dua jempol, bahkan kalau perlu ditambah dua jempol kaki, sekarang
juga telah berbalik arah. Dua minggu lalu, tak lebih dari setengah hari
saya bertahan menggunakan layanan BlackBerry One yang diklaim nomor satu
di Indonesia. Karena koneksi lambat dan acapkali bengong, Onyx XL yang
barusan saya beli dari seorang penjual di Surabaya segera "dinikahkan"
dengan layanan BlackBerry operator lain.

Ayo XL, berbenah dan perbaiki diri dong! Tak perlu pasang target
muluk-muluk menjadi yang terbaik di negara ini. Cukup kembalikan
performamu seperti pada 3-4 tahun silam. Kalau berhasil mewujudkan hal
itu, saya yang bertubuh XXXL takkan segan-segan merekomendasikan orang
lain memakai XL lagi. Namun, bila kondisinya tetap seperti sekarang, hmm...
saya tak mau dicaci maki orang lain gara-gara salah memberikan nasihat.



Salam,


Herry SW
dulu minimal memakai tiga nomor XL
sekarang... coba tebak deh ada berapa :)



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke