Lancar Ganti Nomor Ponsel //Gunakan SMS dan Kotak Suara Bagi sebagian pengguna seluler, hijrah ke operator lain yang memiliki kualitas layanan lebih prima adalah hal mustahil. Sebab, nomor lama itu telah bertahun-tahun dipakainya. Relasi bisnis maupun kerabatnya hanya mengetahui satu nomor tersebut.
Padahal, performa operator lama kini tidak lagi sebaik beberapa tahun silam. Sinyal penuh bukan jaminan dapat ditelepon dan menelepon. Pemakaian pulsa bisa tiba-tiba membengkak. Saat dicek, pengguna dianggap berlangganan ring back tone dan layanan ini itu yang tak pernah dimintanya. Kalau Anda termasuk kelompok pengguna tersebut di atas, sebenarnya tak perlu ragu berganti nomor. Meskipun tidak semudah membalik telapak tangan, meninggalkan nomor lama dan beralih ke nomor operator lain terbukti bisa dilakukan. Penulis telah mempraktikkannya. Mau tahu caranya? Sebarkan SMS Dengan menggunakan nomor lama, kirimkan SMS kepada relasi bisnis, saudara, dan teman. Informasikan bahwa nomor ponsel Anda berganti. Buatlah SMS yang singkat, jelas, dan padat. Panjang SMS sebaiknya tidak lebih dari 160 karakter supaya biaya pengiriman SMS lebih hemat. Penerima SMS juga lebih mudah mencerna isi pesan. Ini contohnya: "Mulai hari ini nomor ponsel saya berubah menjadi 0823456789. Nomor lama 084 789 1234 tidak lagi saya gunakan. Terima kasih. (Hambelgel - Surabaya)." Perhatikan cara penulisan nomor ponsel yang baru. Lebih baik Anda menuliskanya terangkai. Sebagian ponsel tidak mampu menyatukan nomor ponsel yang penulisannya dipisahkan dengan spasi. Dengan menuliskan nomor baru terangkai, penerima SMS bakal lebih mudah dalam menyimpan nomor baru Anda. Ia tinggal memilih menu add to contacts, edit existing contacts, atau sejenisnya. Aktifkan Voice Mailbox Operator seluler biasanya menyediakan layanan kotak suara alias voice mailbox. Ada yang otomatis aktif, ada pula yang harus diaktifkan dulu. Aktifkan kotak suara itu. Gantilah kalimat sambutan "Anda terhubung dengan mailbox bla bla bla ." dengan pesan yang lebih personal. Silakan mengakses layanan kotak suara dan rekamlah salam pribadi Anda. Misalnya, "Halo, ini Zofia. Nomor ini tidak saya gunakan lagi. Silakan menelepon saya di 0823456789." Lain waktu, kalau seseorang menelepon Anda, ia akan mendengarkan salam pribadi itu. Seminggu sekali, sempatkan waktu untuk mengakses kotak suara Anda. Mengapa? Pada operator tertentu, kotak suara yang tidak diakses dalam tujuh hari otomatis akan dinonaktifkan. Layanan Auto Reply Dua operator GSM dan satu operator CDMA di Indonesia menyediakan layanan auto reply SMS. Manfaatkan layanan itu. SMS yang masuk ke nomor lama otomatis akan dibalas dengan pemberitahuan nomor ponsel Anda yang baru. Biayanya maksimal hanya Rp 350 per SMS. Tanyakan detailnya ke customer service operator lama yang Anda gunakan. Kalau Anda menggunakan ponsel bersistem operasi non-proprietary, sebut saja Symbian, cari dan instalasikan aplikasi untuk membalas SMS secara otomatis. Contohnya, SMS Auto Reply dan Advanced Communication Manager. (Herry S.W.) ==== Menanti Number Portability Sebenarnya ada solusi yang memungkinkan pengguna berpindah ke operator lain tanpa perlu berganti nomor. Namanya, mobile number portability (MNP). Sayang, MNP hingga saat ini belum diimplementasikan di Indonesia. Pemberlakuan MNP akan menguntungkan konsumen. Misalnya, Budi yang sehari-hari tinggal di Jakarta dan menggunakan layanan operator A harus tinggal di Jayapura selama enam bulan. Di lokasi tersebut, kinerja operator A sangat buruk. Operator terbaik di sana adalah operator B. Dengan MNP, Budi bisa menikmati layanan operator B tanpa perlu berganti nomor. MNP sebenarnya bukan hal baru. Hong Kong telah menerapkannya sejak 1 Maret 1999. Australia menyusul pada 2001. Negara tetangga kita, Malaysia dan Singapura, telah menerapkan MNP pada 2008. Bulan depan, pengguna seluler di India bakal mulai mencicipi enaknya MNP. Andaikan MNP diterapkan di Indonesia, kompetitisi antaroperator seluler bukan lagi berkutat pada tarif. Setiap operator harus pula bertempur dalam memberikan layanan terbaik kepada konsumen. Operator seluler dengan performa buruk plus mahal harus siap-siap ditinggalkan konsumennya. Dua tahun lalu, sempat tercetus wacana bahwa Indonesia akan menerapkan MNP pada 2011. Kini telah 2010. Belum ada tanda-tanda yang mengarah pada dimulainya MNP. Akankah tahun depan pengguna seluler di Indonesia bisa merasakan MNP? (hsw) Salam, Herry SW

