Sekadar berbagi pengalaman dari seorang pengguna pemula....
Salam, Herry SW sedang pusing membuat SPT Tahunan. katanya nggak boleh lebih bayar, tetapi ini jelas-jelas lebih bayar. gimana dong? === Jarang Bengong, Waspada Sinyal Hilang Mulai 22 Februari lalu operator GSM penyedia layanan BlackBerry (BB) bertambah satu lagi. Tri menghadirkan layanan BB yang diklaim termurah di Indonesia. Bagaimana kinerjanya? Untuk mengetahui hal itu, penulis melakukan uji pakai di tiga kota: Surabaya, Balikpapan, dan Samarinda. Uji pakai dimulai pada Sabtu, 27 Februari siang. Penulis mengunjungi 3 Store WTC Surabaya dengan membawa sebuah BlackBerry Bold 9700 alias Onyx. Kartu Tri dengan jumlah pulsa yang memadai telah dipasangkan. Di 3 Store yang tergolong luas itu, hanya ada satu customer service yang melayani konsumen. Setelah menanti sekitar 35 menit, muncul seorang customer service lain. Penulis pun dipanggil maju ke meja layanan. Beragam pertanyaan seputar layanan BB Tri penulis ajukan. Sang customer service bisa menjawab dengan cepat dan nyaris semuanya akurat. Ya, "hanya" nyaris semuanya akurat. Sebab, customer service sempat memberikan satu jawaban yang kurang tepat. Ia menjelaskan bahwa biaya berlangganan BB Tri termasuk akses menonton video di Youtube.com. Padahal, aktivitas itu seharusnya belum termasuk biaya berlangganan BB Tri. Pengguna pasti dikenakan biaya tambahan sesuai tarif akses data ritel yang berlaku. Dengan berlagak buta total seputar BB, penulis meminta si customer service membantu melakukan registrasi layanan BB mingguan. Dalam tiga menit, layanan BB siap digunakan. Customer service dengan cekatan menelusuri menu, ketika penulis meminta dibantu dalam menambahkan akun email yang hendak di-push ke Onyx. Usai meninggalkan 3 Store, beragam layanan BB penulis coba. Browsing, chatting, maupun push email berjalan dengan lancar. Pukul 13.24, masih di WTC, indikator sinyal di sisi kanan atas layar berubah dari EDGE menjadi edge. Layanan ngadat selama beberapa menit. Dalam perjalanan dari WTC ke Kertajaya Indah Tengah, layanan kembali normal. Selama beberapa jam penulis menghadiri pertemuan di sebuah rumah di kawasan Kertajaya Indah Tengah. Push email bekerja dengan optimal. Pukul 16.31, sinyal Tri mendadak hilang total. SOS. Beberapa menit kemudian, indikator sinyal berubah menjadi GSM, lalu edge. Layanan BB masih tak berfungsi sampai tampilan indikator berganti menjadi EDGE. Sinyal yang tiba-tiba lenyap total terjadi lagi pukul 22.35. Saat itu penulis berada di kawasan Gubeng Kertajaya, tak jauh dari Jl Srikana. Pada 1 Maret 2010 sekitar pukul 08.57, indikator sinyal menampilkan huruf EDGE. Seharusnya, kinerja layanan BB normal. Tetapi, praktiknya tidak demikian. Selama 15 menit BB bengong seribu bahasa. Email masuk tak kunjung di-push ke Onyx. Kala penulis berpindah tempat ke sebuah bangunan di Jl Embong Gayam, yang masih sangat layak disebut pusat kota, indikator sinyal lebih sering menampilkan karakter SOS. Sambil beraktivitas di aneka penjuru Surabaya, berkali-kali penulis melakukan pengukuran. Kecepatan download rata-rata layanan BB Tri di kisaran 130 kilobit per second (kbps). Satu dua kali menyentuh hingga 291,61 kbps. Pernah pula merosot sampai 34,3 kbps. Apa kesimpulannya? Di Surabaya, asalkan mendapatkan sinyal, layanan BB Tri cukup bisa diandalkan. Yang lebih patut diwaspadai pengguna bukan layanan bengong, melainkan keberadaan sinyal Tri yang sesekali hilang mendadak. (Herry S.W.) ==== Samarinda-Balikpapan Lancar Tak ada harapan berlebih ketika hendak mencoba layanan BlackBerry (BB) Tri di Samarinda dan Balikpapan. Di Surabaya saja sinyal Tri sesekali menghilang. Apalagi, di luar Jawa. Begitu pikir penulis. Sesaat setelah menginjakkan kaki di terminal kedatangan Bandara Sepinggan, Balikpapan, penulis bergegas menyalakan BB Onyx. Puluhan email menghambur masuk. Hasil pengukuran menunjukkan kecepatan download rata-rata mencapai 173 kilobit per second (kbps). Dalam perjalanan dari bandara ke pusat kota, layanan BB bekerja optimal. Tak pernah muncul tulisan SOS pada indikator sinyal. Sembari menikmati makan malam di sebuah restoran di area Jl Jend Sudirman, penulis melakukan pengukuran kecepatan. Kecepatan download rata-rata 195,16 kbps. Performa andal layanan BB Tri kembali ditunjukkan selama perjalanan darat dari Balikpapan ke Samarinda. Di Samarinda, pengukuran kecepatan yang berulang-ulang penulis lakukan menghasilkan kecepatan download rata-rata di kisaran 130 kbps. Sama dengan di Surabaya. Bedanya, sinyal yang mendadak hilang total tak pernah terjadi di Samarinda. Ketika penulis meninggalkan Samarinda menuju Balikpapan, kinerja layanan BB Tri lagi-lagi terbukti prima. Layanan tidak pernah bengong, macet, apalagi indikator sinyal berubah menjadi SOS. Pengukuran yang berkali-kali dilakukan di Balikpapan menghasilkan kecepatan download rata-rata di kisaran 90 kbps. Kecepatan download rata-rata terendah yang pernah penulis dapatkan 59,47 kbps, sedangkan kecepatan download rata-rata tertinggi tak pernah lebih dari 195,16 kbps. Dua hari dua malam berada di Balikpapan, hanya satu kali penulis menemukan layanan BB Tri bengong. Yaitu, pada 3 Maret 2010 pukul 21.40. Saat itu penulis berada di gerai Starbucks, e-Walk. Indikator sinyal menunjukkan EDGE, tetapi selama 12 menit penulis tidak dapat menerima maupun mengirimkan email. Chatting juga tak dapat dilakukan. Tanya dinyana, layanan BB Tri di Samarinda dan Balikpapan justru lebih optimal ketimbang di Surabaya. Peristiwa sinyal hilang total yang beberapa kali penulis alami di Surabaya justru tak pernah penulis rasakan di dua kota di Kalimantan Timur itu. (hsw)

