Sekadar untuk dibaca-baca. Mungkin kurang bermanfaat. Maklum, masih newbie. :)

Sebelum ditanya, saya jelaskan dulu bahwa seluruh handheld dan kartu yang 
digunakan bukan merupakan pinjaman dari operator. Operator juga tidak 
mengetahui bahwa saya sedang melakukan uji pakai. Jadi, kondisi yang terekam 
seharusnya cukup mampu mencerminkan kenyataan di lapangan. 

Terima kasih. 



Salam,


Herry SW
"bertanduk" dan "bertaring"
malam ini masih kurang ngetik dua naskah
------------------------------------------------------------



Adu Layanan BlackBerry Lima Operator
Sempat Disangka Berjualan

Sabtu, 3 April 2010 sekitar pukul 09.00. Seorang pria bertubuh tambun duduk di 
gerai sebuah resto siap saji di Bandara Juanda, Surabaya. Di hadapannya 
berjajar lima unit BlackBerry (BB).  Ia terlihat sibuk mengutak-atik perangkat 
push mail itu. 

Dua wanita berjalan keluar meninggalkan gerai. Mereka melirik ke meja dengan 
hamparan BB. Di luar gerai, keduanya terlihat berbisik-bisik. Entah apa yang 
dibicarakan. Dua wanita itu berjalan kembali mendekati gerai. Mereka tampak 
mencuri pandang ke meja yang sama, kemudian bergerak menjauh. 

Tiba-tiba salah satu wanita, yang berkaca mata dan sepertinya berusia lebih 
muda, mendekat ke kaca gerai. Ia mengetuk kaca sehingga si pria menoleh. 
"Dijual?" tanya si wanita sambil menunjuk deretan BB yang berderet di meja. 

Pria itu adalah penulis koran ini. Gara-gara mengadu performa layanan 
BlackBerry lima operator, penulis sempat disangka berjualan BB. Untunglah tak 
ada petugas keamanan yang mengusir karena mengira penulis membuka lapak di 
sembarang tempat. 

Ada dua hal utama yang penulis cermati dalam uji pakai. Pertama, kecepatan 
rata-rata download. Satuan yang digunakan kilobit per second (kbps). Asalkan 
stabilitas jaringan operator prima, semakin tinggi kecepatan seharusnya semakin 
bagus. Umpama harus memilih, lebih baik memakai layanan BB operator yang bukan 
tercepat, tetapi stabil. Hal itu lebih menenangkan jiwa daripada menggunakan 
layanan BB operator yang tercepat, namun sering ngambek atau kehilangan sinyal. 

Kedua, BB dikenal andal untuk layanan push mail. Email yang sama penulis 
"dorong" ke lima handheld yang dipadukan dengan layanan BB lima operator 
berbeda. Masuk ke unit BB mana dulu? Itulah yang dicari jawabannya. Yang kali 
pertama masuk mendapatkan poin 1. Begitu seterusnya hingga yang terakhir diberi 
skor 5. Poin yang terkumpul kemudian dirata-rata. Kian kecil angka yang 
dihasilkan bermakna email lebih cepat masuk. 

Bagaimana hasilnya? Pengujian yang dilakukan di berbagai lokasi di Surabaya dan 
Jakarta membuktikan bahwa kecepatan rata-rata layanan BB Agnes Monica, ehÂ… Tri, 
tercepat. Yakni, 108,43 kbps. Indosat di urutan berikutnya dengan kecepatan 
rata-rata 104,32 kbps, lalu Axis 91,87 kbps, dan Telkomsel 87,05 kbps. XL 
berada di posisi terbuncit dengan 49,77 kbps. 

Dalam hal kecepatan email masuk, Axis menjadi jawara dengan skor 2,5. Tri dan 
Indosat berada di urutan kedua dengan skor sama, yaitu 2,9. Peringkat 
berikutnya XL dengan 3,15 dan Telkomsel 3,55. 

Ada aneka catatan dari penulis. Dibandingkan uji pakai yang dilakukan sebulan 
lalu, kini kecepatan download rata-rata BB Tri menurun. Di Surabaya, perubahan 
mendadak dari sinyal penuh menjadi SOS tidak lagi terjadi. Namun, kadang sinyal 
Tri berubah dari GPRS/EDGE menjadi GSM. Padahal, saat indikator sinyal 
menampilkan GSM, layanan BB takkan berfungsi. 

Dalam hal stabilitas layanan, penulis memantau layanan BB Indosat dan Axis 
lebih stabil dibandingkan operator lain. Kecepatan keduanya memang bukan yang 
tertinggi, tetapi kinerjanya lebih bisa diandalkan. 

Beralih ke Telkomsel. Berbeda dengan kondisi pada akhir November atau awal 
Desember tahun lalu, sekarang terasa ada perbaikan signifikan. Sedangkan XL 
yang mengklaim sebagai operator penyedia layanan BB dengan bandwidth terbesar 
di Indonesia, tampaknya masih harus rajin meningkatkan performa. (Herry S.W.)
 
Perbandingan Performa Layanan BB Operator
Nama Operator
        
Kecepatan Rata-Rata (kbps)
        
Urutan Email Masuk
        
Axis
        
91,87
        
2,5
        
Indosat
        
104,32
        
2,9
        
Telkomsel
        
87,05
        
3,55
        
Tri
        
108,43
        
2,9
        
XL
        
49,77
        
3,15
        
 
------------------------------------------------------------


Lima Unit Keliling Kota
 
Niat mengadu langsung layanan BlackBerry (BB) lima operator GSM sebenarnya 
telah muncul berbulan-bulan silam. Namun, mewujudkannya tidak semudah membalik 
telapak tangan. Selain biaya operasionalnya tinggi, segala perbedaan harus 
diminimalkan agar hasil perbandingan lebih akurat. 

Akhirnya impian itu berhasil direalisasikan. Lima unit BB 8700 digunakan dalam 
"pertempuran" kali ini. Seluruhnya berlogo Cingular dengan vendor id 102. Versi 
firmware yang ditanamkan sengaja dibuat sama, 4.5.0.182. 

"Kok nggak pakai BB tipe terbaru? Onyx gitu," tanya seorang kenalan. Spontan 
penulis menjawab, "Ampun deh. Anggaplah harga Onyx Rp 4 juta. Berarti, untuk 
handheld saja minimal saya harus menyiapkan dana Rp 20 juta. Belum lagi untuk 
biaya berlangganan BB."

Lima kartu SIM dari operator berbeda dipasangkan ke unit BB yang dijadikan 
sarana percobaan. Yaitu, Axis prabayar, IM3, kartu As, Tri prabayar, dan XL 
prabayar. Layanan BB seluruh kartu diaktifkan. 

Uji pakai dilakukan dengan mengunjungi berbagai lokasi di Jakarta maupun 
Surabaya. Di Jakarta, antara lain, dilaksanakan di Plaza Senayan, Casablanca, 
belakang Balai Kartini, Roxy Mas, dan Bandara Soekarno Hatta. Sedangkan di 
Surabaya, contohnya, Embong Gayam, Gubeng Kertajaya, Plaza Tunjungan, WTC, 
Surabaya Town Square (Sutos), dan Bandara Juanda. (hsw)



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke