Layanan 3G operator seluler di Indonesia tidak bisa dipungkiri belum benar-benar optimal. Kendati demikian, ketika berada di Surabaya dan menggunakan layanan operator tertentu, setidaknya saya masih bisa menikmati kecepatan akses 200-an kbps.
Hari ini saya sedang berada di Sampit, Kalimantan Tengah. Layanan 2G tiga besar operator GSM yang saya coba hanya mampu memberikan kecepatan rata-rata 50 kbps. Senewen deh. Lambreta, bok! Iseng-iseng mencari sinyal 3G. "Siapa tahu ternyata ada operator GSM yang sudah menggelar jaringan 3G di Sampit," gumam saya dalam hati. Indosat dan XL searching melulu. Tampaknya 3G belum merambah Sampit nih. Masih ada kesempatan terakhir. Dengan harap-harap cemas kartu SIM Telkomsel saya pasangkan ke modem Huawei E220. Searching... searching... searching.... Eh, dapat sinyal 3G satu bar. Saya mencoba melakukan koneksi, lalu memilih Telkomsel Flash pay as you go. Ternyata kinerjanya cukup bagus. Minimal bisa menjadi penghilang "dahaga" akses data berkecepatan memadai yang sejak tadi saya rasakan. Saya ukur via Speedtest.net, kecepatan yang diperoleh 0,57 Mbps. Cari second opinion. Bandwidthplace.com menampilkan angka 891 kbps. Bagus dong! Terakhir, saya melakukan pengukuran lewat bwmeter.i2.co.id. Beberapa saat kemudian tampil kalimat: "Hasil pengukuran bandwidth Anda: 639.20kbps artinya Anda dapat melakukan download dengan kecepatan 79.9 KB/detik dari server kami." Kali ini saya harus berkata, "Pff... untung ada Telkomsel. Download ratusan email bisa segera saya tuntaskan, lalu klik disconnect. Sebentar lagi baca tumpukan email, balas yang dirasa perlu dibalas, kemudian klik connect." Langkah selanjutnya sangat krusial. Yaitu, tidur. He... he... he.... Tadi pukul 04.00, ya pukul empat pagi, saya sudah meninggalkan rumah dan menempuh perjalanan panjang. Saya harus beristirahat agar kondisi tetap prima. Besok pagi saya harus menuntaskan penandatanganan tumpukan sertifikat. Plus, bercuap-cuap di hadapan 170-an siswa SMA dan SMK di Sampit Kota Mentaya ini. Salam, Herry SW

