Rilis Hattrick Beraplikasi Bola Piala Dunia 2010 yang digelar mulai bulan depan di Afrika Selatan dijadikan momen peluncuran produk terbaru oleh operator seluler dan produsen ponsel. Yang terbaru, Huawei siap merilis ponsel Hattrick yang dilengkapi dengan aplikasi sepakbola Hattrick 2010.
"Dengan aplikasi itu, pengguna dapat mengakses jadwal dan hasil pertandingan Piala Dunia 2010 langsung dari ponsel. Mau melihat profil peserta, foto, dan berita terbaru yang berhubungan dengan piala dunia juga bisa," kata Mike Liu, terminal department director PT Huawei Tech Investment, di Jakarta, minggu lalu. Hattrick direncanakan tersedia di pasar mulai akhir bulan ini dengan harga jual Rp 700 ribuan. Fiturnya, antara lain, dual on GSM-GSM, kamera 1,3 megapiksel, bluetooth, radio FM, dan slot microSD. Ponsel qwerty bernama lain Huawei G6611 tersebut mendukung aplikasi berbasis Java. Bersamaan dengan Hattrick, dihadirkan ponsel dual on GSM-GSM Torch. Ponsel yang dibanderol sekitar Rp 500 ribu itu memiliki senter berlampu ganda. Berbeda dengan mayoritas ponsel yang beredar, Torch alias Huawei G6110 mempunyai dua slot microSD. Hero Tjokroardi, managing director Sarindo, distributor resmi Huawei, optimis dua ponsel terbaru itu akan direspons positif oleh konsumen. "Sebab, keduanya berfitur lengkap dan berharga jual terjangkau. Harga relatif sama dengan ponsel merek lokal, tetapi kualitas lebih terjamin," tegasnya. Diungkapkan, saat ini jaringan purna jual ponsel Huawei di Indonesia terdiri atas 65 pusat perbaikan resmi dan 31 collection point yang tersebar di berbagai kota. Huawei adalah pemimpin pasar penjualan ponsel CDMA dan peranti mobile broadband, misalnya modem 3G, di Indonesia. Lebih dari 12 juta unit ponsel CDMA dan 500 ribu peranti mobile broadband telah diserap oleh pasar Indonesia. Mike menambahkan, pola pemasaran Huawei terus dikembangkan. Kalau dulu hanya mengandalkan direct purchase operator, antara lain, Ceria dan Bakrie Telecom, kini mereka memasuki open market. Melalui distributor resmi, ponsel dipasarkan tanpa dibundel dengan layanan operator tertentu. Pengguna bebas memadukannya dengan operator apa pun. Ia tak memungkiri bahwa konsumen Indonesia sering menyamakan Huawei dengan ponsel merek lokal buatan Tiongkok. "Padahal, Huawei sebenarnya produsen ponsel global. Kami sudah bekerja sama dengan sekitar 470 operator di lebih dari 130 negara," jelas Mike. Untuk mengedukasi pasar, Huawei akan melakukan roadshow ke beberapa kota. (hsw) Salam, Herry SW

