Kalau mau yang murah meriah dan bukan merek global, ambil i-Mobile Hitz
2205 saja, Pak. Harga barunya Rp 349 ribu. Di bawah email ini saya copy
paste-kan sebuah review ala kadarnya. 



Salam,


Herry SW

===

Cukup Sewa Seribu per Hari

Seorang pemilik gerai ponsel menghubungi penulis. "Hari ini aku ada
barang baru. Mereknya i-mobile. Dual on GSM-GSM, harga cuma Rp 350 ribu.
Mau coba?" tanya dia. "Boleh deh. Kalau pas ke WTC, saya mampir ke toko,"
jawab penulis. 

Singkat cerita, satu unit ponsel bernama lengkap i-mobile Hitz 2205
dipinjamkan kepada penulis. Barang dalam kondisi 100 persen baru.
Kardusnya pun masih disegel. Kali pertama melihat tampilan fisiknya,
ponsel itu tidak terkesan istimewa. Daya tarik 2205 baru bermunculan
satu demi satu saat penulis mengaktifkannya. 

Keypad ponsel itu tergolong ergonomis. Konektor charger-nya menggunakan
mini USB yang mudah ditemukan di pasaran. Di bagian bawah ponsel,
terdapat lampu senter yang sinarnya cukup terang. Untuk menyalakan,
pengguna cukup menekan dan menahan tombol senter di kanan tombol
navigasi selama beberapa detik. 

Tersedia fitur penjadwal pengiriman SMS, penyaring panggilan telepon
maupun SMS, pengubah suara, dan radio FM yang siarannya dapat direkam.
GPRS, MMS, memori internal 2.040 KB, slot microSD, dan buku telepon
seribu nama multiple entry merupakan sebagian spesifikasi lain 2205. 

Ada pula GPRS, MMS, kamera beresolusi 352 x 288 piksel alias 0,1
megapiksel, dan perekam video. File MP3 dapat digunakan sebagai nada
dering telepon. Sedangkan untuk nada SMS, hanya tersedia tiga pilihan
nada atau sekaligus sunyi total. 

Entah disengaja atau tidak, 2205 sangat setia dengan bahasa Indonesia.
Biarpun ponsel sudah diatur memakai menu berbahasa Inggris, saat
dipadamkan lalu dinyalakan lagi, tampilan menu otomatis kembali ke
bahasa Indonesia. Bila hal itu ternyata terjadi tanpa disengaja, berarti
ada sedikit kekurangsempurnaan pada firmware. Problem tersebut
seharusnya dapat diperbaiki dengan mudah pada firmware keluaran
berikutnya. 

Tak bisa dipungkiri, sampai saat ini masih ada pengguna yang meragukan
kualitas ponsel bermerek selain Nokia, Sony Ericsson, Samsung, LG, dan
Motorola. Padahal, mereka sebenarnya memerlukan ponsel dual on GSM-GSM
berharga murah meriah. Kehadiran 2205 seharusnya dapat dijadikan
alternatif solusi. 

Ponsel candy bar itu digaransi selama setahun. Dalam jangka waktu
tersebut, bila ponsel bermasalah, pengguna tinggal mengklaim ke pusat
perbaikan resmi. Beres. Setelah melewati masa garansi, umpama terjadi
kerusakan, langsung mengikhlaskannya atau mengalihfungsikan 2205 sebagai
mainan pun tak terlalu menyakitkan hati. 

Kok bisa? Mari kita bermain hitung-hitungan sederhana. Harga jual 2205
baru Rp 350 ribu. Garansi berlaku satu tahun, sedangkan satu tahun
terdiri atas 365 hari. Bagilah harga ponsel dengan jumlah hari dalam
setahun. Hasilnya, Rp 959 per hari. Bulatkan saja menjadi Rp 1.000. 

Nah, anggaplah Anda menyewa ponsel dual on GSM-GSM dengan biaya Rp 1.000
per hari. Murah, bukan? Jadi, andaikan usai masa garansi ponsel rusak,
buang saja deh. Beli lagi ponsel baru. Ngapain repot! (Herry S.W.)


On Mon, 28 Jun 2010 23:51:34 +0000
- lukman j - wrote:

> Dear all
> As subject, mohon bantuan saran RR tipe apa yak?
> Cuma perlu untuk telepon dan sms, jadi tidak perlu fitur yg canggih2. 
> Budget new under 800 ribu. 
> Nunggu nokia c2 terlalu lama. 
> Mungkin ada yg mau jual baru ataupun bekas silahkan ditawarkan via japri di : 
> [email protected]
> Thank you 

Kirim email ke