Dua hari terakhir ada rekan milis yang ingin titip beli i-Mobile Hitz 2205. Dulu mereka sudah pernah beli, eh... ternyata kurang. Sekalian saja saya buka kloteran lagi deh.
Prosedur pemesanannya: 1. Silakan menghubungi saya via japri di milis (at) hsw9900.com. Sebutkan jumlah pesanan Anda. Cantumkan pula nama lengkap, alamat lengkap + kode pos, dan nomor HP. Maaf, saya hanya melayani pemesanan dari rekan yang tinggal di daerah cakupan layanan FedEx/RPX. Tiki kalau kirim ponsel prosedurnya ribet. Sedangkan kalau JNE, saya yang anti. :) 2. Ponsel akan saya belikan, lalu kirimkan ke alamat masing-masing pemesan. Barang akan saya kirimkan kepada pemesan dalam kondisi tersegel. Jadi, tidak saya coba dulu. Kalau saat dibuka ternyata bermasalah, silakan langsung berhubungan dengan pusat servis resmi yang tertera di kartu garansi. Maaf, saya tidak melayani retur ke Surabaya, lalu mengirimkan kembali ke kota pemesan. Selama ini rekan-rekan yang titip beli kebetulan belum pernah bernasib naas. Jadi, saat segel disobek, kardus dibuka, lalu ponsel dicoba, seluruhnya berfungsi dengan normal. 3. Harga ponsel Rp 350 ribu per unit (sebenarnya sih harga resminya Rp 349 ribu). Harga itu belum termasuk ongkos kirim ke alamat masing-masing pemesan. 4. Pembayaran dilakukan dengan cara transfer ke rekening BCA saya. Instruksi lebih rinci akan dijaprikan ke masing-masing pemesan. Pemesanan saya tunggu paling lambat HARI INI pukul 13.00. Untuk rekan yang belum mengetahui keberadaan i-Mobile Hitz 2205, di bawah email ini saya copy paste-kan review ponsel tersebut. Sedangkan tampilan fisiknya dapat diintip di http://tinyurl.com/hitz2205 Terima kasih. Salam, Herry SW === Cukup Sewa Seribu per Hari Seorang pemilik gerai ponsel menghubungi penulis. "Hari ini aku ada barang baru. Mereknya i-mobile. Dual on GSM-GSM, harga cuma Rp 350 ribu. Mau coba?" tanya dia. "Boleh deh. Kalau pas ke WTC, saya mampir ke toko," jawab penulis. Singkat cerita, satu unit ponsel bernama lengkap i-mobile Hitz 2205 dipinjamkan kepada penulis. Barang dalam kondisi 100 persen baru. Kardusnya pun masih disegel. Kali pertama melihat tampilan fisiknya, ponsel itu tidak terkesan istimewa. Daya tarik 2205 baru bermunculan satu demi satu saat penulis mengaktifkannya. Keypad ponsel itu tergolong ergonomis. Konektor charger-nya menggunakan mini USB yang mudah ditemukan di pasaran. Di bagian bawah ponsel, terdapat lampu senter yang sinarnya cukup terang. Untuk menyalakan, pengguna cukup menekan dan menahan tombol senter di kanan tombol navigasi selama beberapa detik. Tersedia fitur penjadwal pengiriman SMS, penyaring panggilan telepon maupun SMS, pengubah suara, dan radio FM yang siarannya dapat direkam. GPRS, MMS, memori internal 2.040 KB, slot microSD, dan buku telepon seribu nama multiple entry merupakan sebagian spesifikasi lain 2205. Ada pula GPRS, MMS, kamera beresolusi 352 x 288 piksel alias 0,1 megapiksel, dan perekam video. File MP3 dapat digunakan sebagai nada dering telepon. Sedangkan untuk nada SMS, hanya tersedia tiga pilihan nada atau sekaligus sunyi total. Entah disengaja atau tidak, 2205 sangat setia dengan bahasa Indonesia. Biarpun ponsel sudah diatur memakai menu berbahasa Inggris, saat dipadamkan lalu dinyalakan lagi, tampilan menu otomatis kembali ke bahasa Indonesia. Bila hal itu ternyata terjadi tanpa disengaja, berarti ada sedikit kekurangsempurnaan pada firmware. Problem tersebut seharusnya dapat diperbaiki dengan mudah pada firmware keluaran berikutnya. Tak bisa dipungkiri, sampai saat ini masih ada pengguna yang meragukan kualitas ponsel bermerek selain Nokia, Sony Ericsson, Samsung, LG, dan Motorola. Padahal, mereka sebenarnya memerlukan ponsel dual on GSM-GSM berharga murah meriah. Kehadiran 2205 seharusnya dapat dijadikan alternatif solusi. Ponsel candy bar itu digaransi selama setahun. Dalam jangka waktu tersebut, bila ponsel bermasalah, pengguna tinggal mengklaim ke pusat perbaikan resmi. Beres. Setelah melewati masa garansi, umpama terjadi kerusakan, langsung mengikhlaskannya atau mengalihfungsikan 2205 sebagai mainan pun tak terlalu menyakitkan hati. Kok bisa? Mari kita bermain hitung-hitungan sederhana. Harga jual 2205 baru Rp 350 ribu. Garansi berlaku satu tahun, sedangkan satu tahun terdiri atas 365 hari. Bagilah harga ponsel dengan jumlah hari dalam setahun. Hasilnya, Rp 959 per hari. Bulatkan saja menjadi Rp 1.000. Nah, anggaplah Anda menyewa ponsel dual on GSM-GSM dengan biaya Rp 1.000 per hari. Murah, bukan? Jadi, andaikan usai masa garansi ponsel rusak, buang saja deh. Beli lagi ponsel baru. Ngapain repot!

