diambil dari: http://media-ide.bajingloncat.com/
Membangun komunitas online berbasis social network itu sulit. Bahkan, mungkin lebih sulit daripada membangun sebuah forum. Selain aplikasinya lebih kompleks, pengelola komunitas harus bisa memberikan lebih dari sekedar posting tulisan. Pengelola komunitas juga harus bisa menjamin kerahasiaan data anggotanya, mengingat dalam social network, anggota lebih terbuka dalam menuliskan data pribadinya. Di Indonesia, sepertinya baru Fupei yang gencar mengembangkan fitur social network-nya. Modelnya memang meniru Friendster dan MySpace. Selain pertemanan, di Fupei, para anggotanya bisa berdiskusi musik, mengunggah foto dan video. Anggota juga bisa chat satu sama lain dan bertanding kompetisi mini flash game. Fasilitas terbarunya, anggota kini bisa mengunduh toolbar untuk browser IE dan Firefox. Toolbar ini dipakai sebagai cara pintas untuk mengakses fasilitas Fupei. Aku Cinta Sekolah (http://www.akucintasekolah.com/). Kalau Friendster sudah ditiru, baru-baru ini giliran social network model Facebook yang diadaptasi. Website Aku Cinta Sekolah ini adalah jaringan pertemanan yang menghubungkan antara siswa dan alumni SMU. Database sekolahnya sangat lengkap (dan sepertinya sebagian besar masih diisi sendiri oleh pengelola website-nya). Meski masih baru, sepertinya model ini cukup menarik banyak siswa SMU untuk registrasi. Tinggal tunggu nih, apakah akan muncul fitur-fitur baru yang bisa membuat para anggotanya semakin loyal kepada website ini. Meski meniru dan mengadaptasi, bukan berarti website Fupei dan Aku Cinta Sekolah ini jelek loh. Toh, semua orang ingin bergabung dengan komunitas sendiri-sendiri. Kalau dirasakan website ini cocok bagi dirinya untuk beraktualisasi, ya mengapa tidak. Tinggal tugas dari pengelola website-nya nih, untuk terus menjaga keloyalan setiap anggotanya. Jangan sampai mereka cuma sekedar registrasi ikut-ikutan saja, tanpa ikut aktif di dalamnya. -- Bimo Widhi Nugroho [EMAIL PROTECTED] YM: shippirly bimowidhi.multiply.com
