Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk.
Ayahnya memberi dia
sekantung penuh paku,dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar
pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih
paham dengan orang lain.
Hari pertama dia memaku 37 batang
dipagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untukmenahan diri,
dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia
mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar. Akhirnya 
tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun
dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.
Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila 
dia berhasil menahan diri/bersabar.
Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan
kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.Sang ayah
membawa anaknya ke pagar dan berkata :
"Anakku, kamu sudah
berlaku baik,tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar.
Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.Kalau kamu berselisih paham
atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka
seperti pada pagar."
"Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi 
akan meninggalkan luka."
"Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya sama perihnya 
seperti luka fisik."
"Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka."
"Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat."
"Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan 
membuka hatimu. 
muhammad vheztaqwil
      (awil)
   +6285280702298
      T.299.JV



Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke