*****
  Alkisah dian Sastro akhirnya menikah
dengan seorang duda kaya yang mempunyai
kebun
teh berhektar-hektar, tapi untung tak dapat
diraih malang
tak dapat ditolak sang suaminpun
berpulang kepada
Tuhan Y.M.E.

Dian kini menjadi seorang janda muda yang
kesepian dan tentunya membutuhkan
pekerja agak kebun tehnya dapat berproduksi
dengan baik lagi.

Setelah beberapa lama mebuka lowongan
kerja
datanglah dua pemuda. Kedua
pemuda ini mempunyai tabiat yang
berbeda-beda,
yang
satu gay dan yang satu
lagi pemabuk.

Tapi latar belakang tidak berpengaruh
terhadap
pekerjaan mereka, kebun teh
itu akhirnya menghasilkan teh-teh yang
terbaik
sehingga Dian kini semakin
kaya.

Suatu hari Dian sastro memberikan
kesempatan
kepada
kedua pekerja itu untuk
berjalan-jalan ke kota asalkan kembali
tepat
waktu.

Dua pekerja itu tak menyia-nyiakan
kesempatan
itu
karena mereka telah
berbulan-bulan lamanya di desa yang sepi.

Tengah malampun tiba, dian menunggu di
teras
rumahnya dan nampak sang
pemabuk itu pulang dengan
terhuyung-huyung.

"Nyonyaku yang cantik, terima kasih banyak
karena di
kota sedang ada pesta
sehingga aku dapat minum sesukaku",
kata sang
pemabuk dan dengan langkah
gontai menuju ke kamarnya.

Lalu si gay itu datang terlambat
setengah jam
kemudian.

"He kamu!", tegur Dian sastro.

"Ikut ke kamar, Aku mau bicara!",
katanya lagi.

Lalu Dian dan si gay itu masuk ke
ruang tidur
dian
sastro.

"Kunci pintunya", pinta Dian. dan
kemudian si
gay
mengunci pintu.

"Lepas gaunku" pinta Dian
Lalu si gay melepas baju Dian.

"Lepas bra-ku", pinta Dian lagi dan si
gaypun
menuruti saja.

"Lepas cd-ku", pinta dian sastro untuk
yang
ketiga
kalinya dan si gaypun tak
kuasa untuk tak menurutinya.

"Sekali lagi kau memakai bajuku ke
kota kau akan
langsung kupecat", teriak
Dian Sastro.


       
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.

Kirim email ke