-----Original Message-----
From: Rita Ariani [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, June 29, 2007 1:58 PM
To: Simpatizone; Amin Nursasongko; [EMAIL PROTECTED]; Elvira;
[EMAIL PROTECTED]; Masri Sakka; [EMAIL PROTECTED]; retno
utami; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [d' zoner] [Fwd: FW: "KISAH YANG MUNGKIN NYATA']


------------------------------------------------------------------------

Insya Allah bermanfaat....Amin...

*/_"KISAH YANG MUNGKIN NYATA" _/**/__/*

* *

Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba di rumah langsung duduk 
bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk 
membersihkan diri dan langsung shalat.

Sementara anak2 & istri sedang berkumpul di ruang tengah. Dalam 
kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2 yang 
menghembus tepat di muka saya.

Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih 
dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri di depanku.

Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu. Sebelum sempat 
bertanya.....siapa dia...tiba2 saya merasa dada saya sesak... sulit 
untuk bernafas....

namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya.

Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari 
dadaku......terus berjalan..... 
kekerongkonganku....sakittttttttt........sakit...... rasanya. Keluar 
airmataku menahan rasa sakitnya,.... Oh Tuhan ! ada apa dengan
diriku.....

Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus memaksa 
untuk keluar dari tubuhku...

kkhh.........khhhh..... kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya, amat 
teramat sakit

Seolah tak mampu aku menahan benda tadi... Badanku gemetar... peluh 
keringat mengucur deras.... mataku terbelalak.....air mataku seolah tak 
berhenti.

Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku. Aku 
melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius itu...pergi...berlalu 
begitu saja....hilang dari pandangan.

Namun setelah itu.........aku merasa aku jauh lebih Ringan, sehat, 
segar, cerah... tidak seperti biasanya.

Aku herann... istri & anak2 ku yang sedari tadi ada diruang tengah, 
tiba2 terkejut berhamburan ke arahku.. Di situ aku melihat ada seseorang

yang terbujur kaku ada tepat di bawah sofa yang kududuki tadi. Badannya 
dingin kulitnya membiru. siapa dia???????... Mengapa anak2 & istriku 
memeluknya ! sambil menangis... mereka menjerit...histeris ...terlebih 
istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi...

Siapa dia.............????????

Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan.... 
dia........dia.......dia mirip dengan aku....ada apa ini
Tuhan...????????

Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu..... Aku mencoba 
merangkul anak2 ku tapi tak bisa. Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku.

Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai berteriak.....tapi 
mereka seolah tak mendengarkan aku seolah mereka tak melihatku...

Dan mereka terus-menerus menangis....aku sadar..aku sadar bahwa orang 
misterius tadi telah membawa rohku Aku telah mati...aku telah mati.

Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku
menangis....berteriak......

Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih.. selama

hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum 
banyak yang bisa kulakukan ! untuk membimbing mereka.

Tapi waktuku telah habis.......masaku telah terlewati.... aku sudah 
tutup usia pada saat aku
terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja.

Sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus 
bekerja, beribadah, untuk keluarga dll.

Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan belum 
ibadah.

Ohh Tuhan, JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca

E-mail ini sungguh aku amat sangat bahagia.

Karena aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa &

berbuat kebaikan sehingga bila maut menjemputku kelak aku telah berada 
pada keadaan yang lebih siap.

====================================================
Sebarkan e-mail ini ke 5 orang terdekat Anda, dan mintalah mereka untuk 
melakukan hal yang sama. Cukup lima saja! Ini bukan surat ancaman 
berantai. Yang jelas jika Anda tidak meneruskan e-mail ini, maka Anda 
telah menyia2 kan kesempatan untuk saling menasihati Jika Anda lakukan 
dengan ikhlas maka Anda akan menuai kebaikan.

Mari berlomba dalam kebaikan.



 
Yahoo! Groups Links





Kirim email ke