TENTANG SAHABAT

Saving Our Earth and Friendship, begitu tema Jakarta International
Kite Festival 2007  yang baru saja berlalu. Kalimat Saving Our Earth
mungkin kita telah melihat banyak pengejawantahannya dalam kehidupan
sehari-hari, berbeda dengan Saving Our Friendship, ini adalah kalimat
sederhana yang mungkin dalam benak setiap orang merasa telah
melakukannya dengan baik dan benar di kesehariannya. Benarkah? kalau
memang ada masalah, Let's Saving Our Friendship!!!…. Why not….?

Sahabat, teman, kawan, fren, ce-esan…. Biasa kita gunakan sebagai
sebutan orang-orang yang terdekat dengan diri kita di keseharian.
Orang-orang yang kita temukan dalam kelas, kantor, berkegiatan bahkan
dalam perjalanan.

Mengisi waktu dengan sahabat, teman atau pun kawan adalah hal yang
sangat menyenangkan. Apalagi hal tersebut dilakukan dengan teman-teman
yang memiliki kesamaan baik dalam hobi maupun hal lainnya. Tak jarang
dalam sebuah persahabatan kita juga dapat berbagi pengalaman dan ilmu
sehingga dapat memperkaya wawasan. Namun demikian banyak hal-hal yang
tak dibayangkan dan tak dikehendaki terjadi seiring waktu
persahabatan, kadang argumentasi tak bisa dihindari, hal-hal yang
tidak bisa dimengerti satu sama lainnya, masalah komunikasi kadang
menjadi penyebabnya. Apa sih sebenarnya sahabat? Apakah kita
memerlukannya, sehingga kita perlu untuk melakukan saving our
friendship? Jawabannya mungkin ada dalam diri kita masing-masing,
sebesar apa keinginan kita untuk menyelamatkannya.

Dalam penelusuran saya mencari maknanya, saya terhenti pada sebuah
kolom disebuah website seorang pemuka agama terkenal di Indonesia,
Bapak Quraish Shihab. Beliau berbicara panjang lebar mengenai sahabat
dan hal ihwal tentangnya dan saya ingin membaginya bersama Anda,
sahabat-sahabat saya. Mau kan?

Tidak Ada Sahabat Yang Abadi

Dalam sebuah kajian DR. Quraish Shihab pernah bertanya kepada
pendengarnya."Mana yang lebih Anda sukai, saudara atau sahabat Anda?
Sontak sebagian jamaah menjawab saudaranya lebih disukai. Sebagian
lainnya menjawab, "Kadang-kadang dengan sahabat, kita lebih bisa
curhat".Mendengar jawaban yang kedua itu, Ust. Quraish berujar, "Itu
jawaban yang lebih tepat".

 Dalam dunia politik ada istilah : "Tidak ada sahabat yang abadi dan
tidak ada musuh abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi."

"Kalau mau bersahabat yang benar, carilah orang yang terus menerus
bersama anda memberi manfaat sampai di hari kemudian ," kata Prof DR.
M. Quraish Shihab , mantan Menteri Agama RI.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, sahabat bisa berarti teman.
Sedangkan sahabat kental adalah orang yang begitu dekat kepada kita
sampai tingkat boleh mengetahui rahasia pribadi.

Menurut DR. Quraish, dalam Al-Qur'an dijelaskan beberapa tingkatan
sahabat. Tingkatan pertama adalah "shohib" yang dalam bahasa Indonesia
menjadi "sahabat". Boleh jadi shohib ini tidak seide dengan kita.
Tetapi karena dia menemani kita maka kita namakan sahabat dalam
perjalanan.

Selain itu ada yang lebih tinggi lagi. Al Qur'an menyebutnya "kholil".
"Kholil" berasal dari akar kata bermakna "celah". Maksudnya sahabat
yang yang begitu dekat dengan kita. Pertemanannya, persahabatannya,
dan kasih sayangnya, masuk ke celah-celah qalbu kita ini. Itu dengan
kata lain perasaan di antara keduanya sudah sehati. Ketika kita sakit
dia akan ikut merasakan sakit.

Kholil ibarat kita melihat diri kita saat bercermin. Contoh kholil
dalam sejarah Islam dapat dijumpai pada dua sahabat Rasul, Sayyidina
Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Suatu waktu ada orang berkata,

"Saya tidak tahu siapa khalifah, siapa kepala negara apakah engkau
wahai Abu Bakar atau Umar?". Abu Bakar menjawab,"Saya tetapi dia."

Selain shodiq, shohib, kholil, dalam Al-Quran ada kata bithonah.
Bithonah adalah orang yang kita beritahu rahasia kita. Bithonah
bersinonim dengan kata waliy. Waliy artinya adalah orang yang
mendekat. Allah berfirman, "Inamal waliyukumullahu wa rosuluhu
walladzina amanu, alladzina yu'tuna zakata..." Orang yang beriman itu
"waliy"-nya adalah Allah, Rosul, dan orang-orang beriman. Setiap orang
memiliki alasan dalam bersahabat. Ada yang bersahabat atas dasar
kesamaan hobi. Misalnya kita bersahabat dengan si A karena dia
sama-sama menyukai sepak bola. Ada pula yang bersahabat karena ada
kepentingan. Misalnya persahabatan para politikus. Karena itu dikenal
dalam dunia politik istilah "tidak ada sahabat yang abadi dan tidak
ada musuh abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi."

Al-Qur'an mengajarkan kita untuk mencari sahabat yang terus menerus
bersama kita dan memberi manfaat sampai di hari kemudian. Allah
berfirman "Al Akhilahu yaumaidzin ba'duhum li ba'din alu ilal
muttaqin". Menurut ayat itu, semua sahabat pada hari kemudian akan
jadi bermusuhan kecuali sahabat yang dijalin berdasarkan ketaqwaan
kepada Allah SWT.

Kriteria Sahabat

Lukmanul Hakim, disebutkan dalam Al-Qur'an pernah menasehati anaknya
untuk membuat marah seseorang untuk mengetahui apakah ia pantas
dijadikan Sahabat. Jika orang tersebut menanggapinya dengan adil,
wajar, dan tidak berlebih-lebihan, orang itu bisa dijadikan sahabat.

Merujuk kepada beberapa hadits nabi, Rasulullah mengajarkan beberapa
kriteria orang yang layak dijadikan sahabat, yaitu :

1. Apakah dia baik kepada keluarga dan orang tuanya? Jika orang itu
durhaka jangan jadikan dia sahabat.
2. Bagaimana sikapnya terhadap materi?
3. Apakah aktivitasnya sehari-sehari?
4. Lihat reaksinya jika kita melakukan kesalahan. Apakah dia
menasehati kita? Jika tidak ia tak bisa menjadi sahabat.
5. Bagaimana keakrabannya dengan anda?

Persahabatan itu harus seimbang. Tak ada yang boleh merasa lebih
tinggi atau lebih baik.

Memelihara Persahabatan

Tidaklah mudah memelihara persahabatan. Ada orang yang pandai
bersahabat tetapi tidak pandai memelihara persahabatan.

Dalam hal ini Islam sesungguhnya juga telah mengajarkan bagaimana
caranya seseorang memelihara persahabatan, yaitu :
1. Jangan mencampur adukkan antara serius dengan canda.
2. Jangan jawab marahnya atau makiannya dengan makian yang serupa.
3. Jangan sekali-kali berkata kepada teman kita,"Kamu bodoh."
4. Jangan lupa memberi penghargaan atas setiap saran yang dia berikan
serta jangan mencaci jika sarannya tidak berhasil.
5. Jadilah pendengar yang baik.
6. Jangan pernah menampakkan atau mengingat-ingat jasa kita kepada sahabat kita.

Persahabatan yang dilandasi oleh agama tidak hanya membawa manfaat di
dunia tapi juga di akhirat. Karena itu di hari kemudian ada tujuh
kelompok yang mendapatkan kedudukan tinggi di sisi Tuhan. Salah satu
di antaranya adalah dua orang bersahabat karena Allah, bertemu dalam
tuntunan Allah, dan berpisah dalam tuntunan Allah.

(Sumber: Kolom Quraish Shihab)

Mega


 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/IListeners/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/IListeners/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke