Dear Para Rekan Pembaca,
   
  Saya minta pendapat para rekan yach….! Bagaimana baiknya??
   
  Hari sabtu tgl 18 agustus 2007 dua orang teman saya pergi mengunjungi saya di 
rumah saya di Tangerang tepatnya di karawaci dan teman saya tersebut dari 
daerah Duren Sawit, Jakarta Timur. Pada jam 20.10 suami saya mendapatkan telpon 
dari temannya tersebut yang mengabarikan mereka berdua mengalami kecelakan di 
depan SMU Nusa Putra Tangerang. Seketika itu juga suami saya dan saya langsung 
menghampiri mereka yang kecelakaan karena jarak TKP dengan rumah saya lumayan 
dekat tak sampai 5 menit saya dan suami tiba di TKP. Saat itu saya melihat 
salah seorang teman saya tersebut mengalami lebam dan darah yang mengucur dari 
pelipis mata kirinya. Ketika saya tanya pada teman saya itu begaimana 
kejadiannya?? Dia menjawab kalo dia dalam jalur kiri dan dengan kecepatan 
kendaraan sekitar 30 – 40 sesuai dengan speedometer. Sedangkan yang menabraknya 
dari arah yang berlawaan itu mengendarai motor dengan kecepatan yang cukup 
kencang. Karena mendengar kondisi si penabrak yang beralasan
 bahwa isterinya sedang melahirkan si salah satu bidan ( AI KARTIKA ) yang 
jaraknya hanya sekitar 100 meter dari TKP. Maka di ambil kesepakatan untuk 
menahan motor si penabrak di rumah salah seorang family saya yang juga dekat 
dengan TKP. Patut di ketahui bahwasanya kondisi motor teman saya tersebut 
mengalami kerusakan yang cukup parah. Hingga tidak bisa di dorong dan terpaksa 
harus di naikan ke becak. Sedangkan motor si penabrak tidak mengalami kerusakan 
apapun itu pula yang saya herankan?? SIM serta STNK pun kami telah coba minta 
tapi dia malah balik membentak saya. Akhirnya hanya motor yang kami tahan.
   
  Setelah itu semua selesai dan dengan janji  bahwa si penabrak akan melakukan 
perdamaian dan kami pun mempercayainya. Setelah kami tunggu sampai dengan jam 
11.00 malam tapi si penabrak tak juga mendatagi kediaman kami. Padahal kami 
telah memberikan alamat jelas kami. Ternyata pada jam 11.30 si penabrak datang 
bersama dengan teman – temannya ke rumah kami. Tanpa kata permisi atau 
selayaknya orang beragama mereka tak memberikan salam dan berbicara seraya 
membentak “ mana motor saya?? “ suami saya bilang “ motor kamu sudah aman. 
Sekarang kami minta pertanggungjawaban dari kamu karena korban yang kamu tabrak 
tak biasa bangun dan memderita luka yang parah di pelipis kirinya. “ si 
penabrak menjawab “ saya juga terluka malah isteri saya sedang melahirkan” dan 
yang paling parahnya dia sedang mabuk berbicara seperti itu dari mulunya 
tercium bau alcohol yang sangat menyengat. Saat ibu saya meminta pertanggung 
jawaban dia untuk teman saya ini, dia malah membentak ibu
 saya. Lalu dia pergi entah kemana dan hanya tinggal teman – temannya. Saya 
tunggu ia kembali sampai jam 1 malam ternyata ia juga tak kembali dan satu – 
satu temannya pergi meninggalkan rumah saya. Dan saya coba untuk menelpon 
family saya yang saya titipkan motor beliau bilang motornya telah di ambil oleh 
si penabrak karena dia beralasan bahwa korban sedang dalam pengobatan. Motor 
dibawa dengan cara menbuka paksa gembok yang telah di kaitkan oleh suami saya ( 
di Ketok ).  Saat jam 1.30  salah seorang tetangga saya yang juga seorang ketua 
RT dan juga seorang polisi. Beliau ( Pa Suyitno ) menyarankan saya untuk segara 
laporan kepolisian. Dan kami pun mengikuti sarn beliau untuk lapor ke pihak 
kepolisian. Dan pa suyitno menelpon salah satu rekannya yang pada saat itu 
berjaga ( Tim 1). Sekitar jam 02.00 dini hari pa polisi tersebut dating dengan 
membawa buku laporan. Pa polisi tersebut juga melihat si korban. Lalu ibu saya, 
suami dan 2 orang teman saya pergi menuju alamat
 yang di berikan oleh ka ipar si penabrak di 
  JL. TANJUNG III No. 55 PERUM 1 – TANGERANG. Setelah di konfirmasikan menuju 
alamat tersebut oleh ibu dan suami saya pihak si penabrak ( ayah ) bilang “ 
mungkin ibu dikasih alamt yang salah. Karena di sini tidak ada yang tabrakan” 
setelah polisi menghampiri ibu dan suami saya barulah si bapak itu mengaku. Dan 
dengan janji beliau akan datang pada tgl 19 agustus 2007atau mungkin setelah 
isteri bambang pulang dari melahirkan akan ke rumah saya lalu kami semua pulang 
untuk beristirahat. Namun di tengah perjalanan polisi tersebut bicara “ saya 
seharusnya jam segini tidur bu bukan mengurusi hal seperti ini…!!. Dengan kata 
halus itu saya bisa tau bahwa si polisi tersebut meminta uang imbalan. 
   
  Tgl 19 agustus 2007 kami sekeluarga tunggu hingga jam 13.30 siang namun pihak 
penabrak ( Bambang ) tidak datang juga ke rumah kami. Akhirnya kami pun kembali 
menuju rumah si Bambang, namun apa yang kami terima ayah si bambang bilang 
bahwa “ bambang telah dewasa dan berumah tangga aja itu bukan tanggung saya 
lagi. Cari saja dia dirumah kontarkannya “ kali ini kami semua pulang dengan 
harapan yang hampa. 
   
  Saat hari senin 20 agustus 2007 ibu saya bersama dengan teman saya tersebut 
pergi kekantor polisi. Namun apa yang kali ini kami dapatkan sangat mengaketkan 
sekali. Seorang polisi yang menerima kedatangkan kami memberitahukan bahwa 
polisi yang menanggani kasus sedang KULIAH. Dan yang lebih membuat hati kami 
tersayat adalah LAPORAN KAMI TELAH DI CABUT. Entah siapa yang menyabut laporan 
tersebut. Namun pihak kepolisian bicara bahwa mereka piker masalah telah 
selesai karena ayah dari bambang telah menyanggupi akan melakukan perdamaian 
dengan cara datang kerumah saya. Dan setau saya pelaporan hanya bisa di cabut 
oleh si pelapor jika masalah memang telah di anggap selesai. Yang lebih parah 
ada seorang polisi yang bicara di telepon menyatakan bahwa sekarang ini pihak 
kepolisian tidak dapat lagi bekerjasama dengan masyarakat bila masyarakat punya 
keluarga yang ada juga di kepolisian atau dengan kata lain meraka ingin murni 
dan pekerjaan mereka di bayar alias ada uang pelicin. 
   
  Akhir yang sangat teramat sakit. Bagaimana sekarang ini pihak kepolisian 
tidak dapat membantu masyarakat kecil. Mana selogan mereka yang katanya mereka 
MENGAYOMI???????????
   
  TOH MERKA SEMUA DIBAYAR OLEH NEGARA…..!!!
   
  Benar kata orang bijak bahwa Zaman sekarang ini yang MISKIN dan TERTINDAS 
akan semakin jatuh serta KEBENARAN DI SALAHKAN dan KESALAHAN DI BENARKAN.
   
   
  BAGAIMANA MENURUT REKAN SEMUANYA????
   
  Regards,
   
  RICKA ARINDRA NATHAN
   

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke